Foto: YKWA saat menyerahkan sejumlah fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar kepada Yayasan Anak Unik Bali di Kabupaten Gianyar, Senin (31/8/2026).
Gianyar, KabarBaliSatu
Yayasan Kaori Welas Asih (YKWA) menyerahkan sejumlah fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar kepada Yayasan Anak Unik Bali di Kabupaten Gianyar, Senin (31/8/2026). Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar sekaligus mendukung pendampingan anak-anak berkebutuhan khusus.
Ketua YKWA, Ni Kadek Winie Kaori Intan, SE., MM., menyerahkan bantuan berupa 25 pasang meja dan kursi, whiteboard, serta meja kantor kepada Yayasan Anak Unik Bali.
Yayasan Anak Unik Bali hingga kini telah merawat lebih dari 60 anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Gianyar. Selain memberikan pendampingan, yayasan juga berupaya membangun semangat anak-anak, keluarga, dan orangtua agar terus berjuang serta tidak menyerah pada keadaan.
“Bantuan ini, kami berharap dapat menunjang aktivitas belajar anak-anak sekaligus memenuhi kebutuhan para guru dan pengelola yayasan. Kita harus terus berjuang serta membagikan energi positif kepada sesama dan alam semesta,” kata Ketua Yayasan KAORI Welas Asih (YKWA) Ni Kadek Winie Kaori Intan, SE.,MM., saat diwawancarai insan media di Kabupaten Gianyar, Senin (31/8/2026).
Menurut Winie Kaori, Yayasan Anak Unik Bali selama ini konsisten memberikan motivasi kepada anak-anak berkebutuhan khusus beserta keluarga dan orangtua mereka.
Winie Kaori menilai kehidupan perlu disempurnakan dengan ketulusan, kepedulian, dan cinta kasih. Kehadiran Yayasan Anak Unik Bali dinilai menjadi bagian dari upaya mewarnai kehidupan anak-anak berkebutuhan khusus melalui perhatian dan kasih sayang.
“Nanti jika dibutuhkan kembali sarana pendukung lainnya, kami siap membantu. Terima kasih atas semua dukungannya dari Sahabat Kasih, Bu Fani, dan Bu Wayan Canti. Terima kasih, rahayu,” terangnya.
Winie Kaori juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan kebesaran jiwa pendiri Yayasan Anak Unik Bali yang selama ini memberikan perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
“Tidak ada yang tahu jika akan dikaruniai anak yang istimewa. Namun, melalui beliau dan timnya, kita diberikan contoh nyata bahwa *nobody is perfect* tidak ada yang sempurna,” kata Winie Kaori.
Winie Kaori juga menegaskan Yayasan Anak Unik Bali hadir bukan semata-mata untuk mencari keuntungan. Menurutnya, yayasan tersebut justru menunjukkan kesederhanaan dengan suasana kekeluargaan yang erat.
Anak-anak dididik, diberikan edukasi, dirangkul, dan dicintai tanpa memandang kondisi mereka. Pendampingan bahkan diberikan hingga usia dewasa. Terdapat penerima manfaat yang telah berusia 30 tahun.
“Mereka dididik, diedukasi, dirangkul, dan dicintai, bahkan mereka yang mungkin di mata sebagian masyarakat masih dipandang sebelah mata,” demikian semangat yang menjadi bagian dari dedikasi yayasan.
Menurutnya, kepedulian atas anak berkebutuhan khusus merupakan kewajiban sekaligus tanggung jawab sosial dan mental yang harus terus dijaga dengan baik.
“Kami sangat berterima kasih atas hadirnya sosok yang menjadi panutan masyarakat ini. Beliau merangkul dan memberi perhatian tidak hanya bagi keluarganya sendiri, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan khusus,” kata Winie Kaori.
Lebih lanjut, Winie Kaori menjelaskan, pendampingan di Yayasan Anak Unik Bali diberikan mulai dari usia anak-anak hingga dewasa. Meski tidak berorientasi pada ijazah formal, yayasan tersebut menjadi wadah kekeluargaan untuk menanamkan kemandirian kepada anak-anak.
“Pintu yayasan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin berbagi cerita, pengalaman, dan kesempatan. Disinilah tempat anak-anak kita tumbuh sesuai haknya dan berkembang seoptimal mungkin tanpa paksaan target tertentu. Mereka dicintai selayaknya memanusiakan manusia,” paparnya.
Winie Kaori juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan, doa, dan semangat kepada keluarga maupun anak-anak yang membutuhkan pendampingan.
Sementara itu, Pendiri Yayasan Anak Unik Bali, Ni Gusti Putu Parmiti, SE., menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan YKWA dibawah kepemimpinan Winie Kaori.
“Selaku pendiri yayasan, saya tidak dapat berkata-kata banyak. Namun, mewakili segenap Keluarga Besar Yayasan Anak Unik Bali, setiap bentuk bantuan dan donasi merupakan kesempatan berharga bagi kami untuk terus membenahi diri menjadi manusia yang lebih baik mulai dari tempat ini. Matur suksma,” tutupnya. (kbs)

