Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer yang juga Ketua DPD Partai Golkar Bali saat menggelar kegiatan pendidikan politik di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Klungkung, Minggu (22/2/2026).
Klungkung, KabarBaliSatu
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer yang juga Ketua DPD Partai Golkar Bali menegaskan posisi Partai Golkar sebagai partai yang berada di tengahābukan oposisi, namun juga bukan pendukung yang membabi buta terhadap pemerintah.
Penegasan itu disampaikannya saat kegiatan menggelar kegiatan pendidikan politik dan sosialisasi empat pilar di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Klungkung, Minggu (22/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Demer juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.
Golkar: Kritis, Objektif, dan Solutif
Demer menekankan, Golkar akan membela kebijakan yang benar dan mengkritik yang keliru. Namun kritik yang disampaikan tidak berhenti pada penolakan, melainkan disertai solusi konkret.
āKami bukan oposisi, tapi juga tidak mendukung secara membabi buta. Kalau benar, kami dukung 100 persen. Kalau salah, kami kritik dan beri solusi,ā tegas wakil rakyat yang sudah lima periode berjuang di DPR RI memperjuangkan kepentingan rakyat Bali ini.
Ia mencontohkan sikap kritisnya terhadap rencana Tol GilimanukāDenpasar. Menurut Demer, jalur tersebut perlu dikaji ulang agar lebih efektif, misalnya dengan mengarahkan trase dari Gilimanuk ke Seririt hingga Soka untuk memecah arus kendaraan besar menuju Klungkung atau Kintamani. Dengan skema itu, kemacetan di Jembrana bisa terurai tanpa mematikan UMKM lokal.
āItu yang saya maksud kritis, objektif, dan proporsional. Kita sampaikan pendapat sebagai bahan kajian. Bisa saja saya benar, bisa juga ada yang salah. Yang penting dibahas,ā ujarnya.
Demer juga menyebut, pada pemerintahan Presiden Prabowo saat ini, Golkar menjadi bagian dari koalisi dan memiliki peran strategis di kabinet, termasuk sejumlah menteri dan wakil menteri.
Partai Milik Rakyat, Terbuka Adu Gagasan
Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Demer menegaskan bahwa Golkar adalah partai milik rakyat dan sangat terbuka terhadap siapa pun yang ingin berjuang di dalamnya.
Ia mencontohkan Ketua Umum Partai Golkar saat ini, Bahlil Lahadalia, yang menurutnya menjadi bukti bahwa siapa pun bisa mencapai posisi tertinggi melalui kerja keras dan kecerdasan berorganisasi. Bahlil kini juga dipercaya menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), salah satu kementerian strategis yang mengurusi sektor tambang, energi, minyak, gas, hingga kelistrikan.
āDi Golkar semua orang bisa mencapai puncak. Adu ide dan gagasan sangat dihargai. Perdebatan itu justru melahirkan ide terbaik untuk membangun bangsa,ā katanya.
Demer sendiri mengaku berasal dari Desa Tajun, dengan latar belakang keluarga sederhana. Namun ia mampu berkiprah hingga empat periode di tingkat pusat. Menurutnya, itu membuktikan bahwa Golkar membuka ruang bagi kader untuk berkembang.
Ia juga menegaskan bahwa di Partai Golkar, jabatan hanya bisa dipegang maksimal dua periode, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten. Sistem itu, kata Demer, menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan agar partai tetap dinamis dan sehat.
Kader Diminta Utamakan Kemanusiaan dan Edukasi Politik
Dalam kesempatan tersebut, Demer mengingatkan para kader agar kegiatan sosial seperti pembagian sembako tidak semata-mata dimaknai sebagai kepentingan politik.
āLebih baik tangan di bawah daripada tangan di atas. Memberi itu lebih baik daripada meminta,ā ujarnya.
Ia berharap kader Golkar memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi serta aktif memberikan edukasi politik yang benar kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat perlu memahami siapa dan bagaimana Partai Golkar, termasuk nilai dan arah perjuangannya, agar tidak sekadar memilih tanpa pemahaman.
āJangan sampai masyarakat asal pilih. Edukasi politik yang benar itu penting,ā tegasnya.
Melalui kegiatan pendidikan politik tersebut, Demer ingin menegaskan komitmen Golkar sebagai partai yang terbuka, kritis, dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat. (kbs)

