BerandaDaerahDemer Dorong UMKM Karangasem Go Digital, Pemasaran Online Dinilai Kunci Perluasan Pasar

Demer Dorong UMKM Karangasem Go Digital, Pemasaran Online Dinilai Kunci Perluasan Pasar

Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dari Dapil Bali yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer.

Karangasem, KabarBaliSatu

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dari Dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, menegaskan pentingnya edukasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali, khususnya Karangasem, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar digital. Menurutnya, pelaku UMKM tidak bisa lagi hanya menjadi konsumen di platform online, tetapi juga harus mulai aktif menjual produknya melalui kanal digital.

Pernyataan itu disampaikan Demer saat menghadiri podcast Koplar belum lama ini. Dalam forum tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali itu menekankan bahwa transformasi digital menjadi salah satu jalan paling realistis untuk memperluas pasar UMKM, terutama bagi masyarakat di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Demer mengatakan, dukungan terhadap UMKM di Karangasem tidak cukup hanya sebatas penyediaan bantuan modal, tetapi juga harus dibarengi dengan edukasi yang tepat. Karena itu, dalam sejumlah kunjungan lapangan, ia mengaku kerap membawa program pendampingan yang melibatkan PNM atau Permodalan Nasional Madani, BUMN yang memberikan akses permodalan tanpa jaminan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu pelaku usaha.

Selain permodalan, Demer juga mendorong pelatihan digital marketing sebagai bekal penting bagi UMKM agar mampu naik kelas. Ia melihat fenomena yang cukup menarik di berbagai daerah di Bali: masyarakat sudah sangat akrab dengan belanja online, tetapi masih sangat sedikit yang berani memanfaatkan internet sebagai sarana berjualan.

“Hampir semua orang sudah pernah belanja online, tetapi yang jualan online sangat sedikit. Ini artinya ada peluang besar yang belum dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku UMKM,” ujar wakil rakyat yang sudah lima periode berjuang di DPR RI itu.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap berjualan harus dilakukan secara konvensional, seperti membuka lapak di pasar sejak pagi hingga siang. Padahal, pola usaha semacam itu kini bisa dilengkapi dengan model bisnis yang lebih fleksibel melalui media online.

Demer menilai, berjualan secara digital tidak selalu menuntut pelaku usaha memiliki stok barang dalam jumlah besar atau waktu penuh sepanjang hari. Dengan memanfaatkan waktu luang di sela aktivitas rumah tangga, pelaku UMKM tetap bisa menjalankan usaha, menerima pesanan, hingga mendistribusikan produk ke konsumen.

Bahkan, model bisnis digital juga memungkinkan seseorang menjual produk tanpa harus memproduksi sendiri, melainkan cukup menjadi penghubung antara pemasok dan pembeli.

Ia menyebut, peluang seperti inilah yang seharusnya mulai dibaca oleh masyarakat Karangasem. Wilayah yang luas, semangat masyarakat yang kuat, serta keterbatasan interaksi langsung dengan pasar luar justru bisa dijawab melalui pemanfaatan internet. Dengan koneksi digital, pelaku UMKM di desa-desa terpencil pun berpeluang menjangkau pembeli yang lebih luas, bahkan hingga ke luar daerah dan luar negeri.

Dalam pandangan Demer, internet membuka ruang interaksi baru bagi masyarakat yang selama ini terhalang oleh rendahnya infrastruktur fisik. Karena itu, selama persoalan infrastruktur belum sepenuhnya teratasi, ia mendorong masyarakat untuk memaksimalkan apa yang sudah tersedia lebih dulu, terutama akses internet dan pasar digital.

Ia mencontohkan produk-produk sederhana dari Karangasem yang sebenarnya memiliki daya saing kuat, seperti rempeyek dan keripik singkong. Menurutnya, produk lokal seperti itu bisa berkembang jauh lebih besar jika dipasarkan secara konsisten melalui media sosial atau platform digital, lengkap dengan informasi kontak yang memudahkan konsumen untuk memesan ulang.

Demer bercerita, ia pernah menemukan keripik singkong asal Kubu, Karangasem, di sebuah restoran di Denpasar. Setelah mencicipinya dan mengetahui nomor kontak produsennya, ia langsung memesan dalam jumlah besar. Bagi Demer, kisah sederhana itu menunjukkan bahwa produk desa memiliki peluang pasar yang besar, selama mampu membangun interaksi dengan konsumen secara lebih luas.

“Kalau produk seperti ini dipasarkan lagi lewat Facebook atau media online lainnya, peluang pesanan bisa jauh lebih besar. Artinya, kesempatan meningkatkan pendapatan keluarga sebenarnya terbuka lebar,” kata politisi senior Golkar asal Desa Tajun, Kabupaten Buleleng itu.

Ia menegaskan, kegiatan reses yang dijalankannya tidak ingin berhenti pada pola bantuan sesaat. Menurut Demer, masyarakat justru membutuhkan bekal jangka panjang yang bisa mendorong kemandirian ekonomi, salah satunya melalui pembukaan akses pasar baru bagi UMKM.

Lebih jauh, Demer juga menekankan bahwa tugas utama pemerintah adalah mensejahterakan rakyat serta menciptakan keseimbangan pembangunan di tengah masyarakat. Ia menyebut pemimpin tidak boleh membiarkan ketimpangan terus terjadi, terutama di daerah yang pertumbuhannya masih tertinggal dibanding wilayah lain.

Karena itu, ia mengaku terus memperjuangkan perhatian yang lebih besar bagi wilayah timur dan utara Bali. Menurutnya, kepemimpinan sejati terlihat dari keberanian mengatur pembangunan agar daerah dengan pertumbuhan rendah bisa didorong menjadi lebih maju. Itulah yang ia sebut sebagai bentuk keadilan.

Demer juga menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan selama ini bukan sekadar kritik tanpa arah, melainkan dorongan agar kebijakan publik lebih berpihak pada masyarakat yang membutuhkan. Ia percaya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang peduli pada kelompok masyarakat yang kurang beruntung dan berupaya menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.

Dengan mendorong UMKM Karangasem masuk ke pasar digital, Demer berharap masyarakat tidak hanya bertahan dengan pola usaha lama, tetapi mampu membaca peluang ekonomi baru yang lebih terbuka. Baginya, penguatan UMKM melalui edukasi, modal, dan pemasaran online dapat menjadi jalan nyata untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi daerah dari bawah. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini