Foto : Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra dan Ketua TP. PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria menghadiri Peresmian Dimulainya Pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 Periode 2025-2030 di Gedung Ksiarnawa, Art Center, Denpasar, Senin (22/12/2025).
Klungkung, KabarBaliSatu
Komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan visi besar Provinsi Bali kembali ditegaskan. Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menghadiri peresmian dimulainya pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan: 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, periode awal 2025–2030.
Kegiatan strategis ini berlangsung di Gedung Ksiarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Senin (22/12/2025), dan menjadi tonggak awal perencanaan pembangunan Bali lintas generasi. Turut mendampingi, Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, sebagai representasi sinergi pembangunan yang juga melibatkan peran keluarga dan sosial masyarakat.
Haluan Pembangunan Bali Masa Depan diresmikan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, dengan disaksikan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, para bupati dan wali kota se-Bali, serta jajaran pimpinan daerah, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana.
Dokumen haluan pembangunan ini menjadi fondasi ideologis dan teknokratis pembangunan Bali selama satu abad ke depan, berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal, keberlanjutan lingkungan, serta penguatan jati diri budaya Bali di tengah tekanan globalisasi.
Kehadiran pimpinan daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Klungkung, menegaskan komitmen politik daerah untuk berjalan seiring dengan visi Bali Era Baru. Tidak sekadar seremoni, peresmian ini menjadi penanda keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan arah pembangunan yang berkesinambungan, terukur, dan berpihak pada masa depan generasi Bali.
Dengan dimulainya pelaksanaan haluan pembangunan ini, pemerintah daerah diharapkan mampu menerjemahkan visi besar Bali 100 tahun ke depan ke dalam kebijakan konkret yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat, tanpa meninggalkan identitas dan roh kebudayaan Bali. (kbs)

