Foto: Ilustrasi kebencanaan di Bali. BPBD Bali mencatat 16 kejadian sepanjang 28 September hingga 4 Oktober 2026, dengan kebakaran hutan dan lahan menjadi kejadian paling dominan. Selain penanganan bencana, BPBD juga menyalurkan 164.000 liter air bersih ke lima kabupaten.
Denpasar, KabarBaliSatu
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat 16 kejadian kebencanaan sepanjang 28 September hingga 4 Oktober 2026. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi kejadian paling dominan dengan sembilan kasus.
Selain karhutla, BPBD Bali mencatat lima kejadian kebakaran gedung dan permukiman serta dua kejadian cuaca ekstrem. Meski jumlah kejadian cukup tinggi, seluruhnya telah mendapatkan penanganan dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun dampak masif.
Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Teja mengatakan kondisi kebencanaan di Bali selama periode tersebut masih terkendali.
“Terjadi 16 kejadian, terdiri dari sembilan kebakaran hutan dan lahan, lima kebakaran gedung dan pemukiman, serta dua cuaca ekstrem. Situasi terkendali dan tidak berdampak masif,” kata Gede Teja, Senin (5/10/2026).
Buleleng Catat Kejadian Terbanyak
Dari 16 kejadian tersebut, Buleleng menjadi wilayah dengan laporan terbanyak, yakni enam kejadian. Disusul Karangasem dengan tiga kejadian dan Badung dua kejadian.
Sementara Tabanan, Denpasar, Gianyar, Klungkung dan Bangli masing-masing mencatat satu kejadian.
Di Buleleng, sejumlah kebakaran lahan terjadi di Banjar Dinas Juwuk Manis, Desa Alasangker; sekitar Perumahan Paramitha, Desa Pemaron; Toya Andakan II, Desa Baktiseraga; Banjar Dinas Labuan Aji, Desa Temukus; serta Banjar Dinas Kelodan, Desa Bengkala.
Selain kebakaran lahan, angin kencang juga melanda Banjar Dinas Brahmana, Desa Sawan. Angin menyebabkan kerusakan pada atap rumah warga. Seluruh kejadian tersebut dilaporkan nihil korban.
Di Karangasem, tiga kejadian yang tercatat seluruhnya berupa kebakaran lahan. Lokasinya berada di Banjar Dinas Kayu Aya, Desa Sukadana; Banjar Dinas Munti, Desa Tianyar Timur; dan Banjar Dinas Munti, Desa Tianyar Tengah.
Pada salah satu kejadian, kebakaran melanda semak dan rumpun bambu di lahan warga dengan luas sekitar tujuh are. Seluruh kejadian telah ditangani tanpa korban.
Kebakaran Terjadi di Sejumlah Wilayah
Di Badung, dua kejadian kebakaran dilaporkan terjadi di kandang ayam di Banjar Gria, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, dan sebuah bangunan di Jalan Kubu Anyar, Kelurahan Kuta. Penyebab kebakaran bangunan di Kuta masih dalam penyelidikan.
Kebakaran juga terjadi di tempat olahraga Will Fitness, Jalan Hayam Wuruk, Sumerta Kelod, Denpasar Timur. Saat laporan disusun, proses penanganan masih berlangsung.
Di Gianyar, kebakaran melanda sebuah gudang di Jalan Setra, Banjar Salak, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang. Sementara di Tabanan, kebakaran terjadi pada gudang kayu di Banjar Abianlalang Celebuh, Desa Wanasari.
Kebakaran lahan bambu juga dilaporkan terjadi di Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Seluruh kejadian tersebut telah mendapatkan penanganan dan tidak dilaporkan menimbulkan korban.
Untuk cuaca ekstrem, selain angin kencang di Buleleng, BPBD mencatat pohon tumbang akibat angin kencang di Banjar Pucangan, Desa Kayubihi, Bangli. Kejadian tersebut juga telah ditangani dan nihil korban.
Air Bersih Masih Jadi Perhatian
Di tengah penanganan berbagai kejadian kebencanaan, BPBD Bali juga masih menghadapi persoalan kebutuhan air bersih. Sepanjang periode yang sama, distribusi air bersih mencapai 164.000 liter untuk masyarakat di lima kabupaten.
Distribusi tersebut mencakup Jembrana, Buleleng, Tabanan, Klungkung dan Badung.
Jembrana menjadi daerah dengan distribusi terbesar, yakni 74.000 liter. Air disalurkan ke sejumlah wilayah di Kecamatan Mendoyo, Negara, Melaya dan Jembrana melalui BPBD Jembrana bersama PMI Jembrana.
Selanjutnya, Buleleng menerima 35.000 liter yang disalurkan ke sejumlah wilayah, antara lain Desa Tejakula, Desa Cempaga dan Desa Sinabun. Distribusi melibatkan BPBD Buleleng, PMI dan PDAM Buleleng.
Di Tabanan, sebanyak 30.000 liter air bersih disalurkan terutama kepada masyarakat di Kecamatan Selemadeg Barat dan Selemadeg.
Sementara Klungkung memperoleh 20.000 liter, seluruhnya disalurkan ke Dusun Pendem, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida.
Adapun Badung menerima 5.000 liter melalui PMI Badung untuk warga Perumahan Nusa Puti Kampial, Banjar Menesa, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan.
Penyaluran air di Badung dilakukan menyusul perbaikan pipa PDAM yang berdampak terhadap pasokan air bagi masyarakat di kawasan tersebut.
Karhutla Jadi Perhatian Utama
Gede Teja mengatakan distribusi air bersih menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang masih mengalami keterbatasan pasokan air. Penanganan dilakukan dengan melibatkan BPBD, PMI dan unsur PUPR sesuai kondisi di lapangan.
Di sisi lain, BPBD Bali terus meningkatkan pemantauan terhadap potensi kebakaran lahan. Hal ini menjadi perhatian karena karhutla tercatat sebagai jenis bencana yang paling banyak terjadi selama sepekan terakhir.
Meski demikian, secara keseluruhan kondisi kebencanaan Bali masih berada dalam situasi terkendali.
Seluruh kejadian yang dilaporkan selama 28 September hingga 4 Oktober 2026 telah mendapatkan penanganan. Tidak terdapat korban jiwa maupun dampak masif akibat kejadian kebencanaan tersebut. (kbs)

