Foto: Komunitas Nusa Penida For Tomorrow kembali menggelar Clean Up Campaign awal bulan bersama para Hospitality Leader, yang dipadukan dengan program edukasi Nusa Penida Mengajar.
Nusa Penida, KabarBaliSatu
Bertepatan dengan perayaan Banyu Pinaruh, sehari setelah Hari Raya Saraswati, Komunitas Nusa Penida For Tomorrow kembali menggelar Clean Up Campaign awal bulan bersama para Hospitality Leader, yang dipadukan dengan program edukasi Nusa Penida Mengajar.
Bagi umat Hindu di Bali, Banyu Pinaruh dimaknai sebagai hari penyucian diri—membersihkan tubuh dan pikiran dengan air kehidupan (tirta amerta), sekaligus meneguhkan tekad dalam menimba ilmu pengetahuan. Terinspirasi dari nilai tersebut, kegiatan kali ini tidak hanya sekadar aksi kebersihan, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan semangat edukasi, kepedulian, dan spiritualitas.
Aksi Clean Up dilaksanakan di tiga titik serentak, yakni Pasar Toya Pakeh, area parkir selatan Pelabuhan Banjar Nyuh, dan Pantai Bias Muntig. Di dua titik pertama kegiatan diikuti para Hospitality Leader dan peserta umum, sementara di Bias Muntig berlangsung bersama anak-anak SaMaNa Seedling (Nusa Penida Mengajar) serta siswa-siswi SMP Negeri 2 Nusa Penida.
Kegiatan di Bias Muntig mendapat perhatian khusus dengan hadirnya Bupati Klungkung, I Made Satria, yang memberikan motivasi kepada anak-anak peserta. Kehadiran Bupati menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah dalam membentuk generasi muda yang peduli lingkungan sejak dini.
Usai kegiatan, Bupati meninjau Bank Sampah Nusa Penida For Tomorrow, bagian dari ekosistem pengelolaan sampah terintegrasi mulai dari Teba Modern hingga TPS Hybrid. Beliau mengapresiasi inisiatif ini sebagai visi dan misi luar biasa yang layak dijadikan percontohan bagi desa dan banjar lain di Klungkung. Bupati menegaskan, apabila gerakan ini dijalankan secara kolektif, maka setiap desa dapat memiliki TPS Hybrid dan Teba Modern sebagai titik pengumpulan komunal, sehingga persoalan sampah dapat ditangani lebih sistematis dan berkelanjutan.
Selanjutnya, Bupati menyaksikan secara langsung kegiatan Nusa Penida Mengajar di Amarta Penida. Ia memberikan apresiasi atas konsistensi komunitas Nusa Penida For Tomorrow, serta menegaskan komitmen untuk mendukung dan membuka ruang kolaborasi agar program-program edukasi ini dapat terus di-scale up demi membentuk generasi unggul dan menjaga masa depan Nusa Penida.
Ketua Nusa Penida For Tomorrow, I Wayan Yadnya, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Bupati Klungkung. “Kehadiran Bapak Bupati hari ini menjadi energi tambahan bagi kami untuk terus bergerak. Kami juga berbahagia mendapat dukungan dari Nomad Nol Plastik, yang tidak hanya bersinergi dalam aksi hari ini, tetapi juga hadir sebagai guest teacher di Nusa Penida Mengajar. Di akhir kegiatan, kami juga menyediakan makan siang bergizi bagi anak-anak, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap tumbuh kembang mereka. Kami percaya edukasi yang baik harus berjalan beriringan dengan pemenuhan gizi yang seimbang,” ungkapnya.
Wayan Yadnya menambahkan, “Banyu Pinaruh mengajarkan kita bahwa kebersihan dan pengetahuan adalah dua hal yang saling melengkapi: membersihkan lingkungan berarti menjaga tubuh bumi, dan belajar berarti menjaga cahaya jiwa. Bersama anak-anak Nusa Penida, kami percaya masa depan pulau dapat ditata dengan baik jika kita bergerak secara kolektif. Dukungan dan kolaborasi dari semua pihak adalah kunci agar mimpi besar menjaga bumi dan generasi tetap hidup.”
Momentum Banyu Pinaruh mengingatkan bahwa setiap tetes air dan setiap ilmu yang ditanam akan melahirkan kehidupan. Dari pantai, sekolah, hingga komunitas, semangat kecil yang tumbuh hari ini diyakini akan menjadi gelombang besar perubahan di masa depan.
Sampai jumpa di kegiatan rutin berikutnya bersama Nusa Penida For Tomorrow. (kbs)

