BerandaPolitikMalu Dicap Negatif, Tutik Kusuma Wardhani Minta Dihipnotis, Disugesti Jadi Wakil Rakyat...

Malu Dicap Negatif, Tutik Kusuma Wardhani Minta Dihipnotis, Disugesti Jadi Wakil Rakyat yang Setia pada Rakyat

Foto: Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Demokrat Dapil Bali, Tutik Kusuma Wardhani.

Denpasar, KabarBaliSatu

Perayaan HUT ke-24 Partai Demokrat sekaligus menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Bali berlangsung berbeda. Alih-alih hanya menggelar acara seremonial, Demokrat Bali mengadakan donor darah bertema “Setetes Darah Anda, Nyawa Bagi Sesama” di Banjar Belong Menak, Jalan Sutomo No. 58/62, Denpasar, Sabtu (9/8/2025).

Demokrat Bali juga menggandeng Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) Provinsi Bali untuk memberikan terapi kesehatan mental. Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, I Komang Nova Sewi Putra, dan Bendahara DPD Demokrat Bali, Utami Dwi Suryadi.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Demokrat Dapil Bali, Tutik Kusuma Wardhani, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia meluruskan kesalahpahaman publik tentang hipnotis yang kerap disamakan dengan tindak kriminal seperti pembegalan.

“Tidak akan dikorak korek masalah pribadi, tidak dipermalukan, tidak akan dibuka aibnya. Jangan salah kaprah. Seperti mau dibegal, harta kita diambil. Itu penipuan, jangan salah kaprah,” tegasnya.

Tutik kemudian menceritakan pengalamannya saat mengikuti kelas terapi hipnotis. Saat itu dirinya meminta diberikan sugesti hipnotis agar tetap menjadi wakil rakyat yang setia mengabdi dan tidak pernah mengkhianati konstituennya.

Baginya, menjadi wakil rakyat bukan sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus dijaga dengan integritas.

“Saya malu kalau nanti dicap oleh masyarakat bahwa saya berperilaku yang negatif,” tegasnya.

Menurut Tutik, sugesti yang diberikan melalui hipnotis bisa menjadi pengingat batin untuk selalu konsisten berpihak pada rakyat, tidak menyimpang dari jalur pengabdian, dan menjauhkan diri dari perilaku yang merugikan kepercayaan publik. Ia meyakini, kesehatan mental yang terjaga akan membentuk karakter pemimpin yang bijak dan berintegritas.

Ketua PKHI Provinsi Bali, Anak Agung Lanang Agung Ananda atau Lan Ananda, yang memandu sesi tersebut, mengungkapkan bahwa Tutik adalah contoh “korban hipnotis” dalam arti positif. Sugesti yang ditanamkan kepadanya saat pelatihan, menurut Lan Ananda, kini tercermin dari konsistensinya hadir di berbagai kesempatan untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Beliau waktu itu di dalam kelas yang kita tanamkan kepada beliau sampai beliaunya kayak gini, jangan pernah khianati rakyatmu, hadir selalu di hadapan konstituenmu. Ternyata hasil hipnotis itu seperti Bunda Tutik saat ini yang selalu hadir di mana-mana,” ujarnya.

Dengan komitmen yang ia tanamkan melalui sugesti hipnotis, Tutik Kusuma Wardhani ingin membuktikan bahwa integritas seorang wakil rakyat bukan sekadar janji, tetapi tekad yang harus dijaga seumur hidup. Perayaan HUT Demokrat di Bali kali ini pun menjadi lebih dari sekadar ajang syukuran, melainkan pesan kuat bahwa pengabdian kepada rakyat harus dimulai dari niat tulus, mental yang sehat, dan konsistensi hadir di tengah masyarakat. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini