Foto: Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar M. Sarmuji (tengah), Ketua DPD Partai Golkar Bali periode 2020-2025 Dr. Nyoman Sugawa Korry (kiri), Calon Ketua DPD Golkar Bali periode 2025-2030 Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer (kanan) sebelum pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Provinsi Bali pada Minggu sore, 13 Juli 2025 di Hotel The Meru, Sanur, Kota Denpasar.
Denpasar, KabarBaliSatu
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar M. Sarmuji mewakili Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia mengapresiasi sikap dan keputusan politik Ketua DPD Partai Golkar Bali periode 2020-2025 Dr. Nyoman Sugawa Korry yang dengan tegas menyatakan tidak maju mencalonkan diri sebagai Calon Ketua Golkar Bali periode 2025-2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Provinsi Bali yang resmi dibuka pada Minggu sore 13 Juli 2025 di Hotel The Meru, Sanur, Kota Denpasar.
Sarmuji bahkan secara tegas menyebut Sugawa Korry dibutuhkan di kepengurusan DPP Golkar dengan segudang pengalaman dan dedikasinya dalam membesarkan Golkar di Pulau Jakarta “Kita tetap membutuhkan Pak Sugawa Korry dalam proses perjuangan Partai Golkar,” ungkap Sarmuji dalam sambutannya sebelum membuka Musda Golkar Bali mewakili Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
“Tadi Pak Sugawa Korry menyatakan tidak mencalonkan diri, yang benar adalah Pak Sugawa kita butuhkan tenaganya di kepengurusan DPP Partai Golkar, ” ungkapnya.
Dia mengatakan DPP Golkar membutuhkan orang-orang yang punya pengalaman luas di daerah seperti Sugawa Korry untuk mewarnai kepengurusan DPP Partai Golkar agar DPP Partai Golkar mengerti betul dinamika kehidupan masyarakat di daerah.
“Jadi diibaratkan tadi bukan Gatotkaca mati tapi Gatotkacanya (Sugawa Korry) punya tugas lain di Jakarta,” tegas Sarmuji disambut tepuk tangan riuh peserta Musda.
Lebih lanjut Sarmuji mengungkapkan Golkar tetap melanjutkan tradisi Musda sebagai ruang musyawarah partai dan mengambil keputusan strategis untuk arah partai di daerah. “Kita ingin melibatkan semua stakeholder dan share holder Partai Golkar untuk memikirkan nasib Partai Golkar dalam Musda yang kita laksanakan. Kita semua ingin terlibat memberikan kontribusi pemikiran. Kita ingin Golkar Bali semakin maju,” katanya.
“Kita ingin ada musyawarah. Yang kita ambil di Musda adalah madu, pikiran-pikiran terbaik untuk memajukan partai ke depan,” sambutannya seraya mengingatkan Musda harus jadi ajang konsolidasi bukan ajang perpecahan. Setiap ada konflik, dinamika pasti diselesaikan dengan musyawarah.
Secara khusus DPP Golkar juga mengapresiasi kepemimpinan Sugawa Korry yang telah banyak melahirkan program pro rakyat. “Pak Sugawa Korry sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memajukan Golkar Bali. Kalau saya lihat program-programnya luar biasa. Tapi ibarat juga menanam pohon tidak bisa langsung berbuah, diperlukan waktu. Apa yang telah dilakukan dalam karya kekaryaan kalau konsisten dilanjutkan akan kita nikmati dalam lima tahun ke depan,” tuturnya.
Sementara itu Sugawa Korry mengaku siap dengan dengan apapun tugas baru di DPP Partai Golkar. “Saya selaku kader selalu siap dimanapun. Dari awal saya sudah mengatakan bahwa kami ikut arahan DPP Partai,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Bali itu
Sugawa Korry juga menekankan bahwa soliditas partai yang utama. Selain itu, setiap keputusan yang diambil dengan musyawarah dan merangkul semua pihak sehingga Golkar utuh dan tetap solid.
“Kami selalu diajarkan kalau ada kepentingan pribadi tidak boleh mengalahkan kepentingan partai. Kalau ada kepentingan pribadi tidak boleh mengalahkan kepentingan negara,” ungkap kader senior Golkar yang sudah lebih dari 40 tahun bernaung di partai berlambang pohon beringin itu.
Sugawa Korry menegaskan keputusannya tidak maju mencalonkan diri sebagai Ketua Golkar Bali untuk periode kedua datang dari hati nurani dan kesadaran penuh demi soliditas dan kebesaran Partai Golkar di Bali, sama sekali tidak ada tekanan dari pihak manapun.
“Dari hati nurani, tidak ada tekanan. Saya kan sudah lima tahun bekerja jadi tahu seluk beluknya. Kalau kita tidak solid, apapun yang telah kita lakukan tidak ada gunanya,” tegas politisi senior Golkar asal Desa Banyuatis, Kabupaten Buleleng itu.
Sugawa Korry lantas mengajak seluruh jajaran kader untuk mendukung siapapun yang terpilih sebagai Ketua Golkar Bali. Bahkan secara terang-terangan Sugawa Korry mengajak seluruh kader Golkar mendukung Gde Sumarjaya Linggih (Demer) untuk memimpin Golkar.
“Pak Sumarjaya Linggih sebagai calon tunggal mari kita mendukung penuh keikhlasan,” ajak Sugawa Korry.
Dalam Musda kali ini hanya ada satu Calon Ketua DPD Golkar Bali yakni Gde Sumarjaya Linggih (Demer). Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali dari Partai Golkar itu menyerahkan berkas pendaftaran sebagai Calon Ketua DPD Golkar Provinsi Bali pada Sabtu 12 Juli 2025 di Hotel The Meru Sanur atau sehari menjelang Musda.
Demer menyerahkan berkas pendaftaran lengkap dengan 11 surat rekomendasi dukungan dari total 15 pemilik suara sah yang berhak menyalurkan suaranya untuk memilih Ketua DPD Golkar Bali. Artinya Demer sudah mengantongi 73 persen lebih dukungan, sementara syarat untuk menjadi Calon Ketua DPD Golkar Bali harus mendapatkan minimal 30 persen rekomendasi dukungan dari pemilik suara.
Demer yang masih menjabat sebagai Anggota Komisi VI DPR RI itu bahkan optimis dirinya terpilih secara aklamasi dalam Musda Golkar Bali yang mengangkat tema “Momentum Pilih Pemimpin Daerah Yang Siap Menjawab Tantangan Menangkan Golkar. “Kalau calon tunggal ya aklamasi lah,” tegas Demer sebelum pembukaan Musda.
Demer dikenal sebagai kader senior Golkar militan dan telah berdikasi penuh untuk Golkar serta juga dikenal luas dengan pengabdiannya sebagai Anggota DPR RI lima periode yang telah totalitas memperjuangkan kepentingan Bali di pusat.
Di sisi lain dalam pembukaan Musda Golkar Bali ini Sugawa Korry dan Demer tampak mesra dan kompak. (kbs)

