Foto: DPD Partai Golkar Provinsi Bali menggelar pendidikan politik di aula kampus STIE Satya Dharma Singaraja, Kabupaten Buleleng pada Minggu 6 juli 2025 yang diikuti antusias ratusan peserta.
Buleleng, KabarBaliSatu
Suasana berbeda terasa di aula STIE Satya Dharma Singaraja, Minggu, 6 Juli 2025. Di tengah libur akhir pekan, ratusan mahasiswa justru antusias mengikuti pendidikan politik (Dikpol) yang digelar DPD Partai Golkar Bali. Tak kurang dari 400 peserta, termasuk 200 mahasiswa, kader muda, serta jajaran pengurus Golkar dari berbagai tingkatan hadir aktif berdiskusi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda berkelanjutan DPD Golkar Bali di bawah kepemimpinan Dr. Nyoman Sugawa Korry untuk mencetak kader-kader berkualitas melalui peningkatan literasi politik. Namun, Dikpol kali ini terasa istimewa—bukan hanya karena tingginya antusiasme generasi muda, tetapi juga karena dibarengi dengan gelombang apresiasi atas langkah besar Sugawa Korry yang memilih meninggalkan kursi empuk Wakil Ketua DPRD Bali demi membesarkan partainya.
Dalam pidato pengarahannya, Sugawa menyampaikan kebanggaan atas capaian Golkar di Buleleng pada Pileg 2024. Perolehan kursi DPRD Kabupaten Buleleng melonjak dari 7 menjadi 11, dengan kemenangan gemilang di Kecamatan Banjar dan Desa Banyuatis—kampung halaman Sugawa Korry—yang mencatat dukungan 80 persen untuk Golkar, sebuah rekor tersendiri di Bali.
Sugawa juga berbagi cerita tentang keputusannya maju sebagai caleg DPR RI Dapil Bali demi mempertahankan target dua kursi Golkar di Senayan. Langkah ini ia ambil setelah beberapa figur kuat Golkar seperti Wayan Geredeg, Made Wijaya, dan Ketut Sudikerta memilih tidak maju lagi, berpotensi menyebabkan hilangnya sekitar 150 ribu suara. Keputusan itu membuatnya harus merelakan jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Bali yang sudah diemban sejak 2014.
Meski akhirnya hanya meraih satu kursi DPR RI karena menurunnya suara dua petahana, Sugawa tetap tampil elegan. “Itu kehendak Hyang Maha Kuasa. Tidak perlu menyalahkan siapa pun,” ujarnya bijak. Sikap negarawan ini pun menuai pujian luas, terutama dari kalangan kader muda Golkar.
Untuk menjaga soliditas internal, Sugawa tetap mendukung IGK Kresna Budi sebagai Wakil Ketua DPRD Bali, serta Ajus Linggih sebagai Ketua Komisi II.
Sementara itu, Kresna Budi dalam sambutannya mengajak generasi muda, terutama mahasiswa, untuk berani masuk ke dunia politik dan menepis stigma negatif yang melekat. Sesi diskusi pun berlangsung hangat dan kritis. Mahasiswa berharap Golkar terus membuka ruang-ruang dialog yang inklusif dan membumi.
Dikpol ini bukan sekadar agenda partai, tapi panggung pembelajaran demokrasi dan pembuktian bahwa politik bisa dijalankan dengan akal sehat, komitmen, dan ketulusan. (kbs)

