BerandaDaerahDorong Revolusi Sampah dari Rumah: Tim PSBS Bali Gencarkan Sosialisasi ke Akar...

Dorong Revolusi Sampah dari Rumah: Tim PSBS Bali Gencarkan Sosialisasi ke Akar Rumput di Abiansemal dan Petang

Foto: Tim PSBS Provinsi Bali, melalui Pokja PSP, menggelar sosialisasi intensif di dua kecamatan strategis: Abiansemal dan Petang, Kabupaten Badung, Jumat (4/7).

Badung, KabarBaliSatu

Upaya Provinsi Bali dalam menuntaskan persoalan sampah makin serius dan menyasar hingga ke jantung komunitas desa. Jumat (4/7), Tim Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Provinsi Bali, melalui Kelompok Kerja Percepatan Pengurangan Sampah Plastik (Pokja PSP), menggelar sosialisasi intensif di dua kecamatan strategis: Abiansemal dan Petang, Kabupaten Badung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 yang menekankan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya: rumah tangga.

Koordinator Pokja PSP PSBS, Dr. Luh Riniti Rahayu, mengungkapkan bahwa transformasi pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada teknologi atau kebijakan semata. Kuncinya ada di masyarakat—dan harus dimulai dari rumah.

“Melalui konsep Teba Modern dan Tong Edan, kami ingin mengubah cara pandang masyarakat. Teba bukan lagi tempat buang sampah, tapi bisa jadi pusat edukasi, produksi kompos, bahkan sumber pangan keluarga,” tegasnya.

Teba Modern diperkenalkan sebagai kawasan multifungsi di pekarangan rumah untuk pengelolaan sampah organik dan aktivitas daur ulang, sementara Tong Edan (Tong Edukasi dan Pengumpulan Sampah Anorganik) dirancang sebagai fasilitas edukatif yang mendorong masyarakat memilah dan mengelola sampah non-organik secara bertanggung jawab.

Sosialisasi ini dihadiri oleh para perangkat desa, tokoh adat, kader lingkungan, pengelola TPS3R, dan masyarakat umum. Mereka mendapatkan materi langsung mengenai pemilahan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, hingga praktik lapangan tentang pengelolaan sampah berbasis sumber.

Camat Abiansemal, I.B. Putu Mas Arimbawa, mengapresiasi kehadiran Tim PSBS yang dinilai sangat relevan dalam mendukung upaya desa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Dari 125 banjar di Abiansemal, semuanya telah memiliki perarem (aturan adat) terkait pengelolaan sampah. Ini langkah nyata kami. Maka program ini kami dukung penuh,” tegasnya.

Komitmen serupa disampaikan oleh Plt. Camat Petang, A.A. Ngurah Darma Putra. Menurutnya, sosialisasi PSBS bukan hal baru di wilayahnya. Bahkan, pihaknya secara rutin turun langsung ke desa-desa setiap hari Jumat untuk mengampanyekan pembatasan plastik sekali pakai dan menggalakkan kegiatan resik desa.

“Kami libatkan perangkat desa dan bendesa adat agar masyarakat lebih mudah menerima dan menjalankan perubahan. Kita jadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan kolektif, bukan sekadar imbauan,” ujarnya.

Kecamatan Petang juga mengoptimalkan pemanfaatan TPS3R di masing-masing desa sebagai ujung tombak pengelolaan sampah anorganik. Camat Darma Putra menegaskan dukungan penuh terhadap visi Bali Bersih Sampah yang dicanangkan Gubernur Wayan Koster.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat penting seperti Sekretaris I dan II TP PKK Kabupaten Badung, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Staf Ahli TP PKK Provinsi Bali, Sekretaris Dinas KLH Provinsi Bali, serta unsur Forkopimda Kabupaten Badung.

Langkah ini menunjukkan bahwa revolusi pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan setengah hati. Bali sedang bergerak—dan perubahan itu dimulai dari halaman rumah. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini