BerandaDaerahGandeng BSKDN Kemendagri, Bupati Satria Targetkan Setiap OPD dan Sekolah Melahirkan Minimal...

Gandeng BSKDN Kemendagri, Bupati Satria Targetkan Setiap OPD dan Sekolah Melahirkan Minimal Satu Inovasi Konkret

Cetak Agen Inovasi hingga Jenjang Sekolah

Foto: Bupati Satria membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para Agen Inovasi Daerah Tahun 2026 di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Jumat (6/11).

Klungkung, KabarBaliSatu

Pemerintah Kabupaten Klungkung menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan melalui budaya inovasi. Komitmen tersebut mengemuka saat Bupati Klungkung, I Made Satria, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para Agen Inovasi Daerah Tahun 2026 di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Jumat (6/11).

Kegiatan yang dirancang untuk membangun ekosistem inovasi dari satuan pendidikan hingga perangkat daerah ini turut mendapat pendampingan dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri guna meningkatkan kapasitas para agen inovasi daerah.

Dalam arahannya, Bupati Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pendampingan yang diberikan BSKDN Kemendagri. Ia menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tingginya tuntutan pelayanan publik, inovasi saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Inovasi tidak harus selalu dimulai dengan sesuatu yang besar atau teknologi yang canggih. Saya mendorong seluruh pihak untuk memulai dari permasalahan sehari-hari, seperti menyederhanakan birokrasi, membenahi prosedur pelayanan, meningkatkan efektivitas kerja, hingga memanfaatkan teknologi informasi dan metode pembelajaran yang lebih kreatif,” tegas Bupati Satria.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Satria turut menyoroti pentingnya keterlibatan dunia pendidikan mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga lingkungan yang menumbuhkan kreativitas, karakter, berpikir kritis, serta keberanian peserta didik dalam menemukan solusi. Penguatan budaya inovasi ini secara khusus menyasar kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik.

“Setiap unit kerja harus menjadikan inovasi sebagai budaya kerja, budaya belajar, dan budaya melayani. Upaya penguatan budaya inovasi ini sejalan dengan visi Kabupaten Klungkung, yaitu ‘Terwujudnya Klungkung yang Unggul dan Sejahtera’ melalui tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, santun, dan inovatif,” ujarnya.

Bupati Satria juga berharap seluruh peserta bimtek tidak hanya menyerap materi, tetapi juga mampu melahirkan komitmen serta gagasan nyata yang dapat segera diterapkan di unit kerja maupun satuan pendidikan masing-masing. “Dengan semangat berbenah dan berinovasi secara berkelanjutan, Kabupaten Klungkung optimis mampu membangun ekosistem inovasi yang makin kuat demi kemajuan pembangunan daerah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Klungkung, I Ketut Budiarta, menjelaskan bahwa bimtek ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah dan tenaga pendidik dalam mengolah ide kreatif menjadi inovasi yang bermanfaat, terukur, serta dapat diterapkan secara konkrit. Melalui bimtek ini, setiap perangkat daerah (OPD) dan satuan pendidikan ditargetkan mampu menghasilkan minimal satu rancangan inovasi yang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Semoga melalui kegiatan bimtek ini tercipta komitmen bersama untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Klungkung yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Ketut Budiarta. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini