Foto: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Pangdam IX/Udayana dan Bupati Bangli turun langsung meninjau kondisi Danau Batur menggunakan perahu karet di kawasan Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (30/10/2026).
Bangli, KabarBaliSatu
Pemerintah Provinsi Bali bersama TNI memperkuat komitmen penanganan krisis lingkungan di kawasan strategis Pulau Dewata. Gubernur Bali Wayan Koster bersama Pangdam IX/Udayana dan Bupati Bangli turun langsung meninjau kondisi Danau Batur menggunakan perahu karet di kawasan Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (30/10/2026).
Peninjauan lapangan yang dilaksanakan seusai upacara bersama ini merupakan rangkaian kegiatan Pemulihan Ekosistem Danau Batur dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan dalam Rangka Bakti Lingkungan Hidup Menyatu dengan Alam. Langkah ini diambil untuk melihat secara dekat persoalan krusial di lapangan, mulai dari pendangkalan, sedimentasi, pencemaran, hingga tantangan pemulihan ekosistem danau yang menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark Batur
Danau Batur memiliki peran yang sangat strategis bagi kehidupan masyarakat Bali. Selain berfungsi sebagai sumber air utama untuk pertanian, kebutuhan rumah tangga, dan kegiatan ekonomi, danau ini juga menjadi penyangga ekosistem, habitat keanekaragaman hayati, serta destinasi pariwisata berkaliber internasional yang sarat nilai budaya dan spiritual.
Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa pemulihan ekosistem Danau Batur merupakan wujud nyata implementasi visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Fokus utamanya adalah prinsip Danu Kerthi, yang mewajibkan seluruh elemen masyarakat menjaga kesucian dan kelestarian sumber air.
“Menjaga kelestarian Danau Batur bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat,” tegas Gubernur Koster.
Berbagai persoalan seperti sampah, perubahan tata guna lahan, hingga dampak perubahan iklim dinilai tidak bisa diselesaikan secara parsial. Oleh karena itu, Pemprov Bali terus mendorong penguatan tata kelola lingkungan terpadu. Langkah tersebut meliputi pengelolaan sampah berbasis sumber, penerapan ekonomi sirkular, rehabilitasi kawasan tangkapan air dan sempadan danau, pengembangan pertanian ramah lingkungan, serta penguatan peran desa adat.
Di sisi lain, Pangdam IX/Udayana menyatakan bahwa keterlibatan jajaran TNI dalam pelestarian lingkungan adalah bentuk pengabdian nyata kepada bangsa dan negara yang melampaui tugas pertahanan teritorial.
“Pengabdian kepada bangsa dan negara tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ungkap Pangdam IX/Udayana.
Pangdam juga menyoroti pentingnya penanganan sampah, khususnya sampah organik, agar tidak sekadar dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali. Ia mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk bahu-membahu dalam semangat gotong royong, memastikan aksi lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi perubahan perilaku yang dimulai dari diri sendiri.
Sebagai bentuk implementasi di lapangan, kegiatan ini diisi dengan aksi bersih-bersih danau dan kawasan sempadan, pembersihan gulma, pemasangan patok batas sempadan danau, serta pengolahan sampah organik secara mandiri. Rangkaian aksi ini dirancang untuk memulihkan fungsi ekologis sekaligus meningkatkan kesadaran publik.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak boleh ditunda demi menjamin masa depan generasi penerus.
“Setiap tindakan kecil yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan dan kehidupan generasi mendatang,” pesannya.
Melalui sinergi erat antara pemerintah, TNI, dunia usaha, perguruan tinggi, desa adat, dan masyarakat, Danau Batur diharapkan tetap terjaga sebagai sumber kehidupan, warisan alam dan budaya, serta pilar utama keseimbangan ekosistem Bali. (kbs)

