Foto: Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan XIV Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (27/10/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas dan kompetensi kader Posyandu agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Kader kini tidak hanya dituntut memahami pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga berperan sebagai edukator, motivator, dan fasilitator dalam berbagai bidang pembangunan.
Penegasan tersebut disampaikan Putri Koster saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan XIV Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (27/10/2026).
Dalam arahannya, Putri Koster menjelaskan bahwa Posyandu saat ini mengalami perluasan peran. Jika sebelumnya lebih dikenal sebagai tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk penimbangan bayi dan balita, kini Posyandu diarahkan untuk mendukung pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Keenam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Menurut Putri Koster, perubahan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama kader yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kader diharapkan mampu mengenali berbagai kebutuhan keluarga sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam mengakses pelayanan dasar.
“Kader Posyandu tidak cukup hanya memahami pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga harus mampu menjadi edukator, motivator, sekaligus fasilitator bagi masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kader Posyandu memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat, pemenuhan gizi keluarga, pelestarian lingkungan, pentingnya pendidikan anak, hingga penguatan kepedulian dan solidaritas sosial.
Selain itu, kader diharapkan mampu mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah.
Putri Koster mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada ketersediaan program dan fasilitas pemerintah. Kesadaran, kepedulian, serta partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam memastikan program tersebut memberikan manfaat nyata.
Karena itu, kader Posyandu diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan berlandaskan semangat gotong royong.
“Melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan gizi keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Putri Koster juga mengajak seluruh peserta mengikuti bimtek dengan sungguh-sungguh. Ia berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana menambah pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga ruang untuk bertukar pengalaman serta memperkuat kerja sama antarkader.
Ia menekankan agar seluruh ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di wilayah masing-masing sehingga Posyandu benar-benar hadir sebagai pusat pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ilmu yang diperoleh selama Bimtek ini agar dapat diterapkan di wilayah masing-masing. Jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ni Komang Sriani, melaporkan bahwa Bimtek Bina Posyandu Angkatan XIV Tahun 2026 diikuti 111 kader Posyandu dari Kabupaten Buleleng. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (27/10/2026) hingga Kamis (29/10/2026), di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Sriani menjelaskan, bimtek tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan keterampilan teknis kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Materi pelatihan juga difokuskan pada penguatan pemahaman mengenai transformasi Posyandu dalam mendukung pemenuhan enam bidang SPM.
Tak hanya meningkatkan kompetensi individu, kegiatan ini diharapkan memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara kader Posyandu dengan pemerintah desa. Dengan demikian, peran Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa dapat semakin optimal dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan dasar.
Melalui bimtek ini, para kader diharapkan semakin siap memberikan pelayanan secara terpadu, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Penguatan kapasitas kader menjadi langkah penting untuk menghadirkan Posyandu yang semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan dasar di tingkat desa. (kbs)

