BerandaDaerahHadiri RAKERNAS ke-III dan Perayaan HUT ke-50 HIPPI: HIPPI Bali Borong Dua...

Hadiri RAKERNAS ke-III dan Perayaan HUT ke-50 HIPPI: HIPPI Bali Borong Dua Penghargaan Nasional dan Dua Penghargaan Individual

Gung Tini Gorda Perkuat Ekonomi Hijau Bali, Dari Pertanian Organik hingga Sunday Market

Foto: DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Bali saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III HIPPI Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-50 HIPPI, Senin, 12 Oktober 2026, di Jakarta Theater, Jakarta.

Jakarta, KabarBaliSatu

DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Bali menorehkan prestasi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III HIPPI Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-50 HIPPI, Senin, 12 Oktober 2026, di Jakarta Theater, Jakarta.

Dalam agenda nasional tersebut, HIPPI Bali meraih dua penghargaan untuk organisasi, yakni DPD Teraktif Nasional dan DPD dengan Inovasi Program Unggulan. Selain itu, dua tokoh HIPPI Bali turut menerima penghargaan, yakni AA Gde Agung Wedhatama sebagai Tokoh Muda Inspiratif dan I Dewa Ayu Supartini sebagai Perempuan Tangguh HIPPI.

Mengusung tema “50 Tahun HIPPI: Bangkit, Mandiri, Indonesia Banget”, Rakernas III HIPPI 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian dan daya saing pengusaha nasional. Sejumlah agenda strategis menjadi pembahasan, mulai dari penguatan investasi, ketahanan pangan, transformasi energi, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Wibowo yang mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Acara tersebut turut dihadiri Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet, serta jajaran pengurus DPP, DPD, dan DPC HIPPI dari seluruh Indonesia.

Rakernas III HIPPI 2026 juga menghadirkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai keynote speaker. Kehadirannya menjadi bagian dari forum nasional yang membahas penguatan kemandirian ekonomi, peningkatan daya saing pengusaha nasional, serta peluang pengembangan usaha di tengah dinamika perekonomian Indonesia.

Rakernas menjadi forum bagi para pengusaha untuk mengevaluasi program kerja, membahas rencana strategis organisasi, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi lintas daerah. Bagi HIPPI Bali, agenda nasional tersebut sekaligus menjadi kesempatan memperkuat program pengembangan UMKM dan mendorong ekonomi hijau di Pulau Dewata.

DPD HIPPI Provinsi Bali turut memberikan warna tersendiri dalam rangkaian Rakernas III HIPPI 2026 melalui penampilan Tari Tenun saat acara Gala Dinner. Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi para peserta dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya melestarikan budaya lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Nusantara.

Tari Tenun merepresentasikan proses pembuatan kain tenun yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, kerja keras, dan konsistensi. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi dengan semangat kewirausahaan, khususnya bagi pengusaha pribumi yang terus berproses membangun usaha, menghasilkan produk bernilai tambah, serta memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Dalam konteks organisasi HIPPI, penampilan Tari Tenun juga menjadi simbol pentingnya sinergi, kolaborasi, dan jejaring antarpengusaha dari berbagai daerah. Sebagaimana proses menenun yang menyatukan helai demi helai benang hingga membentuk kain yang utuh, penguatan dunia usaha juga membutuhkan kerja sama dan keterlibatan berbagai pihak untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat.

Kehadiran Tari Tenun dalam Gala Dinner Rakernas III HIPPI 2026 sekaligus menegaskan bahwa pengembangan dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Melalui penampilan tersebut, HIPPI Bali memperkenalkan identitas budaya kepada para peserta nasional sekaligus menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif Indonesia.

Ketua Umum DPD HIPPI Provinsi Bali, Gung Tini Gorda, menilai Rakernas memiliki peran penting dalam menyelaraskan program kerja organisasi sekaligus memperkuat hubungan antarpengusaha.

“Makna tertinggi dari Rakernas adalah bagaimana kita bisa mengevaluasi program kerja setahun dan berdiskusi untuk berbagai rencana strategis. Yang pasti, paling utama adalah membangun networking sesama pengusaha, karena yang berkumpul berasal dari seluruh Indonesia, HIPPI seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Gung Tini, pertemuan tersebut membuka kesempatan bagi anggota HIPPI untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, dan menjajaki peluang kerja sama yang dapat mendukung perkembangan bisnis di daerah masing-masing. Berbagai masukan dari Rakernas juga diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) HIPPI Bali mendatang.

HIPPI Bali Raih Empat Penghargaan Nasional

Dalam Rakernas III HIPPI 2026, HIPPI Bali mencatatkan prestasi melalui dua penghargaan untuk organisasi dan dua penghargaan bagi tokohnya. Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kiprah dan program yang dijalankan HIPPI Bali.

Dua penghargaan untuk organisasi yang diraih HIPPI Bali adalah DPD Teraktif Nasional dan DPD dengan Inovasi Program Unggulan.

Sementara itu, AA Gde Agung Wedhatama menerima penghargaan Tokoh Muda Inspiratif. Ia merupakan Ketua Petani Muda Keren yang juga menjabat sebagai pengurus bidang pertanian dan UMKM di DPD HIPPI Bali.

Penghargaan lainnya diberikan kepada I Dewa Ayu Supartini, Ketua Umum DPC HIPPI Bangli, yang menerima penghargaan Perempuan Tangguh HIPPI.

Gung Tini Gorda menilai penghargaan yang diterima kedua tokoh tersebut sejalan dengan upaya HIPPI Bali mendorong lahirnya generasi wirausaha baru serta memperkuat peran pengusaha lokal dalam pengembangan UMKM.

Menurutnya, sosok yang inspiratif di lingkungan HIPPI tidak hanya berkontribusi melalui keterlibatan dalam organisasi, tetapi juga mampu menginisiasi berbagai generasi untuk terjun ke dunia wirausaha dan menciptakan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan organisasi serta pelaku usaha.

“Artinya, bisa menginisiasi berbagai generasi untuk bisa ikut menjadi wirausaha dan bisa meng-create acara-acara yang memang relevan dengan HIPPI,” ujar Gung Tini.

Ia menilai penghargaan Tokoh Muda Inspiratif yang diraih AA Gde Agung Wedhatama juga sejalan dengan visi HIPPI Bali untuk mengembangkan ekonomi hijau, terutama melalui penguatan sektor pertanian dan UMKM.

“Jadi, inline banget dengan visi dari DPD HIPPI Bali terkait untuk menuju ekonomi hijau,” ujarnya.

Gung Tini menegaskan, penghargaan bukanlah tujuan utama organisasi dalam menjalankan berbagai program. Apresiasi dari pengurus pusat justru menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat peran HIPPI Bali sebagai wadah pengembangan UMKM lokal.

“Jadi, kami bukan berkegiatan untuk mendapatkan suatu penghargaan, tetapi apa yang sudah kami kerjakan diapresiasi oleh pusat. Bagi kami, itu menjadi motivasi untuk bisa lebih baik lagi ke depannya dan menjadikan HIPPI Bali sebagai wadah yang membangun ekosistem UMKM lokal,” ungkapnya.

Selain memboyong empat penghargaan nasional, HIPPI Bali juga mendapat kepercayaan melalui Ketua DPC HIPPI Bangli, I Dewa Ayu Supartini, yang terpilih sebagai pimpinan sidang dalam Rakernas III HIPPI 2026. Kepercayaan tersebut melengkapi capaian HIPPI Bali dalam forum nasional yang dihadiri jajaran pengurus HIPPI dari berbagai daerah di Indonesia.

Petani Muda Keren Dorong Regenerasi Petani

Peraih penghargaan Tokoh Muda Inspiratif, AA Gde Agung Wedhatama, menyampaikan apresiasi kepada DPP HIPPI atas penghargaan yang diberikan kepada dirinya dan kiprah Petani Muda Keren dalam mengembangkan sektor pertanian di Bali.

Gung Wedha, sapaan akrabnya, menilai penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.

“Terima kasih kepada teman-teman DPP HIPPI Pusat yang sudah memberikan apresiasi kepada kami di HIPPI Bali melalui Petani Muda Keren,” ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu fokus utama Petani Muda Keren adalah mendorong regenerasi petani dengan mengajak lebih banyak anak muda terjun ke sektor pertanian. Upaya tersebut dilakukan dengan membangun kolaborasi antarpelaku pertanian muda sekaligus membentuk mata rantai pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Kami berusaha terus mendorong teman-teman petani muda untuk bisa bergerak bersama membentuk mata rantai pertanian terintegrasi. Fokus kami adalah membangun anak-anak muda agar regenerasi petani bisa terjadi,” kata Gung Wedha.

Menurutnya, minimnya minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian. Padahal, pertanian merupakan sektor strategis yang harus terus dikembangkan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus membuka peluang usaha baru.

Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai penting, baik dalam kegiatan pertanian di sektor hulu maupun pengolahan, distribusi, dan pemasaran produk di sektor hilir.

Gung Wedha menjelaskan, sejumlah program yang dijalankan Petani Muda Keren turut menjadi bagian dari upaya tersebut. Salah satunya adalah keberhasilan mengekspor salak Bali, termasuk salak gula pasir, ke pasar luar negeri sejak 2024.

Selain memperluas akses pasar, Petani Muda Keren juga mendorong penerapan smart farming dan pemanfaatan teknologi untuk mempermudah aktivitas petani. Penggunaan telepon pintar, mekanisasi, dan teknologi pertanian diharapkan dapat meningkatkan efisiensi serta mendukung produktivitas usaha tani.

“Kami juga berusaha memastikan produk-produk pertanian petani Bali dapat terserap pasar, baik lokal maupun melalui skema business-to-business (B2B), termasuk hotel, restoran, hingga ekspor,” ungkapnya.

Ke depan, Gung Wedha berharap HIPPI Bali dapat terus melahirkan generasi muda inspiratif yang mampu memberikan perubahan positif bagi Bali, Indonesia, hingga dunia. Ia juga berharap HIPPI menjadi wadah yang mendorong pengusaha lokal dan pengusaha pribumi meningkatkan kapasitas usaha serta berani bersaing di pasar internasional.

Ia turut mengapresiasi peran Gung Tini Gorda yang dinilainya konsisten mendorong pengusaha lokal untuk berkembang dan memperluas jangkauan pasar.

“Semoga HIPPI Bali bisa menjadi mercusuar bagi teman-teman pengusaha pribumi dan pengusaha lokal untuk naik kelas, untuk berani bersaing sampai ke kancah internasional,” ujarnya.

Dewa Ayu Supartini Dorong UMKM Pribumi Naik Kelas

Selain Gung Wedha, penerima penghargaan Perempuan Tangguh HIPPI, I Dewa Ayu Supartini, juga mengungkapkan rasa bangganya atas apresiasi yang diberikan kepadanya.

Ketua Umum DPC HIPPI Bangli tersebut menilai penghargaan itu menjadi pengakuan atas dedikasi dan keterlibatannya dalam berbagai kegiatan organisasi selama ini.

“Saya merasa bangga sekali karena apa yang selama ini saya lakukan dan kecintaan saya terhadap HIPPI mendapatkan apresiasi,” ungkapnya.

Ayu Supartini mengatakan, sejak dipercaya menjadi pengurus HIPPI, dirinya berupaya mencurahkan pikiran dan tenaga untuk mendukung berbagai program organisasi, baik di tingkat daerah maupun pusat. Ia berusaha terlibat secara maksimal dalam kegiatan yang diselenggarakan HIPPI.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan Sunday Market HIPPI di Kabupaten Bangli. Program tersebut merupakan pengembangan inisiatif HIPPI Bali untuk memberikan ruang pemasaran bagi pelaku UMKM lokal.

Menurut Ayu, pelaksanaan Sunday Market HIPPI di Bangli mendapat respons positif dari para pelaku usaha yang berpartisipasi. Ia menyebut para peserta UMKM merasa puas dengan hasil kegiatan tersebut. Kegiatan itu juga dihadiri jajaran pimpinan daerah Bangli.

“Saya mengajak UMKM di Bangli untuk berpartisipasi dalam Sunday Market tersebut. Para pelaku UMKM merasa puas dan hasilnya maksimal. Kegiatan itu juga dihadiri pimpinan daerah Bangli, sehingga bisa membawa nama HIPPI dengan baik,” katanya.

Selain menjalankan program pemasaran UMKM, Ayu Supartini juga terlibat dalam sejumlah kegiatan HIPPI lainnya, termasuk kegiatan yang diselenggarakan di pendopo. Dalam kegiatan tersebut, ia dipercaya menjadi ketua panitia dan turut memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan. Ia menyebut kegiatan tersebut bahkan dapat berlangsung hingga tiga kali, melampaui target awal yang ditentukan.

Ke depan, ia berharap HIPPI semakin solid dan konsisten memperkuat peran pengusaha lokal dalam mendorong UMKM naik kelas. Khusus untuk HIPPI Bali, penguatan kepengurusan dan perluasan keanggotaan dinilai menjadi langkah penting agar semakin banyak UMKM pribumi memperoleh manfaat dari program organisasi.

“Harapan saya ke depan, HIPPI tetap solid dan terus mendorong UMKM pribumi untuk naik kelas. Khusus HIPPI Bali, kepengurusan perlu semakin dimaksimalkan, anggota UMKM pribumi diperbanyak, dan kegiatan terus ditingkatkan agar HIPPI semakin besar,” ujarnya.

Ia berharap UMKM binaan HIPPI Bali tidak hanya mampu memperkuat pasar lokal, tetapi juga berkembang ke tingkat nasional dan internasional.

“Harapannya, UMKM pribumi Bali bisa terus berkembang, naik kelas, go national, dan go international,” tutupnya.

HIPPI Bali Perkuat Komitmen Ekonomi Hijau

Gung Tini Gorda menegaskan HIPPI Bali akan terus mendorong terwujudnya Bali sebagai pusat ekonomi hijau. Komitmen tersebut diterjemahkan melalui sejumlah program unggulan yang menyasar sektor pertanian, kuliner, fesyen, dan berbagai bidang usaha UMKM lainnya.

Salah satu fokus utama adalah mengedukasi dan mengadvokasi petani agar semakin banyak menggunakan pupuk organik. Langkah ini diharapkan dapat mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat keterkaitan antara sektor pertanian dan rantai usaha UMKM.

“Jadi, kami tetap berkomitmen kepada visi kami bahwa HIPPI Bali itu menjadikan Bali sebagai pusat ekonomi hijau. Program unggulan kami memang dari sektor pertanian. Kami berharap dapat terus mengedukasi dan mengadvokasi para petani agar menggunakan pupuk organik,” kata Gung Tini.

Upaya tersebut juga menyasar pelaku UMKM, terutama di sektor kuliner. HIPPI Bali mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan bahan baku yang mendukung prinsip ekonomi hijau, termasuk hasil pertanian organik, dalam pengembangan produk mereka.

Selain kuliner, sektor fesyen dan bidang usaha UMKM lainnya yang berkaitan dengan ekonomi hijau juga akan menjadi bagian dari program unggulan HIPPI Bali.

“Semua bidang UMKM yang berkaitan dengan ekonomi hijau akan kami dorong menjadi program unggulan,” tegasnya.

Menurut Gung Tini, pengembangan ekonomi hijau membutuhkan keterlibatan berbagai sektor usaha. Prinsip keberlanjutan diharapkan tidak hanya diterapkan dalam pertanian, tetapi juga dalam pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pemasaran produk UMKM.

Kembangkan Sunday Market dan Pusat Kuliner Nusantara

Selain mendorong ekonomi hijau, HIPPI Bali berkomitmen membantu UMKM naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat wadah pemasaran melalui penyelenggaraan Sunday Market.

Gung Tini menjelaskan, HIPPI Bali telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) dengan Istana Taman Jepun dan Ruang Bersama Indonesia. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka ruang bagi pelaku UMKM dalam memperoleh edukasi, pendampingan, serta kesempatan memperkenalkan dan memasarkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

“Dari sisi penguatan wadah UMKM, kami mengembangkan Sunday Market melalui kerja sama dengan dua stakeholder besar, yakni Istana Taman Jepun dan Ruang Bersama Indonesia. Kami sudah menandatangani MoU sebagai bentuk komitmen untuk mengedukasi dan mengadvokasi UMKM agar secara bertahap berani naik kelas,” ungkapnya.

Melalui wadah tersebut, HIPPI Bali berharap pelaku UMKM tidak hanya mampu memasarkan produk, tetapi juga semakin siap meningkatkan kualitas usaha, memperluas jaringan, dan menjangkau pasar yang lebih besar.

Gung Tini menilai pendampingan dan ruang pemasaran yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM berkembang. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk mempertemukan pelaku usaha dengan peluang pasar yang lebih luas.

HIPPI Bali juga menjajaki kerja sama dengan pemilik Pasar Galang Ayu di Pemogan untuk mengoptimalkan potensi pasar tersebut sebagai ruang pengembangan usaha lokal, khususnya di sektor kuliner.

Gung Tini menjelaskan, Pasar Galang Ayu memiliki gagasan dan potensi besar yang masih dapat dikembangkan. HIPPI Bali berupaya membangun kolaborasi agar pasar tersebut menjadi salah satu wadah bagi UMKM untuk mengeksplorasi peluang usaha dan memaksimalkan penjualan.

“Terus yang ketiga, kami akan meng-create kerja sama dengan Pasar Galang Ayu yang di Pemogan. Pemiliknya mempunyai ide besar, tetapi belum bisa maksimal. Kami mencoba bekerja sama dengan HIPPI agar bisa menjadi wadah untuk mengeksplorasi berbagai UMKM, dengan menawarkan gagasan menghadirkan pusat kuliner Nusantara HIPPI di sana,” jelasnya.

Gagasan menghadirkan pusat kuliner Nusantara HIPPI di Pasar Galang Ayu diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha kuliner untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen yang lebih luas, serta memperkuat aktivitas ekonomi lokal.

Bali Siap Jadi Tuan Rumah Rakernas ke-IV

Keberhasilan meraih empat penghargaan nasional dalam Rakernas III HIPPI 2026 menjadi modal positif bagi DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Bali untuk melangkah lebih jauh. Tidak hanya memperkuat program organisasi di daerah, HIPPI Bali juga menyatakan kesiapan untuk menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV HIPPI Tahun 2027.

Kesiapan tersebut menjadi peluang bagi HIPPI Bali untuk menunjukkan kapasitas organisasi sekaligus memperkenalkan potensi pengusaha lokal, produk UMKM, dan berbagai program unggulan Bali kepada jaringan pengusaha HIPPI dari seluruh Indonesia.

Apabila terealisasi, penyelenggaraan Rakernas IV di Bali diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperluas jejaring bisnis, membuka peluang kolaborasi lintas daerah, serta mendorong produk UMKM lokal menjangkau pasar yang lebih luas. Forum nasional tersebut juga berpotensi menjadi ruang pertukaran gagasan dan pengalaman dalam mengembangkan kewirausahaan, memperkuat sektor pertanian, serta mendorong penerapan prinsip ekonomi hijau dalam dunia usaha.

Bagi HIPPI Bali, kepercayaan menjadi tuan rumah Rakernas bukan semata-mata tentang penyelenggaraan kegiatan nasional, melainkan juga kesempatan untuk memperkuat peran organisasi sebagai wadah pengembangan pengusaha pribumi dan UMKM lokal agar semakin berdaya saing.

Dengan berbagai capaian dan program yang telah dijalankan, HIPPI Bali berharap momentum Rakernas IV HIPPI Tahun 2027 dapat memperkuat sinergi antarpengusaha sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen HIPPI Bali untuk mendorong UMKM naik kelas, memperluas akses pasar hingga tingkat internasional, serta menjadikan ekonomi hijau sebagai salah satu arah pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Melalui program ekonomi hijau, penguatan jejaring pengusaha, perluasan akses pemasaran, regenerasi petani, serta kolaborasi lintas sektor, HIPPI Bali berupaya meningkatkan kontribusi pengusaha daerah terhadap perekonomian Bali.

Bagi HIPPI Bali, empat penghargaan nasional tersebut menjadi motivasi untuk terus berinovasi. Sementara itu, pengembangan ekonomi hijau dan penguatan UMKM menjadi langkah yang diharapkan mampu mendorong Bali menuju pusat ekonomi yang berkelanjutan, inovatif, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini