Foto: Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Indonesia Timur Gelombang II yang digelar di Hotel Bintang Bali Resort, Kuta, Kabupaten Badung, pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Badung, KabarBaliSatu
Wakil Ketua Umum PP Wilayah Indonesia Timur DPP Partai Golkar yang juga Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa Fraksi Partai Golkar di DPRD tidak boleh sekadar menjadi etalase partai. Seluruh anggota fraksi harus mampu menerjemahkan visi dan misi partai, kebijakan organisasi, serta aspirasi masyarakat ke dalam kerja nyata sebagai wakil rakyat.
Penegasan tersebut disampaikan Melkiades saat mewakili Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Indonesia Timur Gelombang II di Hotel Bintang Bali Resort, Kuta, Kabupaten Badung, pada Jumat, 23 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai dari tanggal 23-25 Oktober 2026.
Menurut Melkiades, keberadaan fraksi di lembaga legislatif memiliki peran strategis dalam memastikan arah perjuangan partai berjalan sejalan dengan kebutuhan masyarakat di setiap daerah.
Ia menekankan, visi dan misi partai, pemikiran Ketua Umum, serta garis kebijakan DPP hingga DPD Partai Golkar harus dapat dijalankan secara efektif oleh seluruh anggota fraksi, dengan tetap memperhatikan karakteristik wilayah, tantangan pembangunan, dan aspirasi masyarakat.
“Anggota Fraksi Partai Golkar bukan cuma sebagai etalase partai, tetapi harus mampu memastikan bahwa visi misi partai, pikiran-pikiran Ketua Umum, dan garis-garis kebijakan partai bisa dijalankan dengan baik di berbagai daerah sesuai kebutuhan masyarakat,” tegas Melkiades.
Soliditas Internal Jadi Modal Menghadapi Pemilu 2029
Selain menyoroti peran fraksi, Melkiades mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal Partai Golkar sebagai modal menghadapi persaingan politik, termasuk Pemilu 2029.
Ia menilai, persaingan politik merupakan hal yang tidak terhindarkan. Namun, menurutnya, kekompakan pengurus, anggota legislatif, kepala daerah dari Partai Golkar, fungsionaris, hingga para calon legislatif menjadi faktor penting dalam perjuangan politik partai.
“Partai Golkar ini, sepanjang saya ada di partai ini, tidak pernah kalah sejauh partainya solid. Sejauh pengurus partai solid, DPRD dan pemerintah daerah yang berasal dari Partai Golkar solid, seluruh fungsionaris solid, dan calegnya juga solid,” ujarnya.
Sebaliknya, Melkiades mengingatkan bahwa persoalan internal yang merusak kekompakan dapat menjadi tantangan serius bagi organisasi. Karena itu, ia mengapresiasi upaya Ketua Umum Bahlil Lahadalia yang dinilainya aktif mengunjungi berbagai daerah untuk memperkuat konsolidasi internal partai.
Menurut Melkiades, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi dengan para senior Partai Golkar di daerah, termasuk mereka yang selama ini jarang mendapat ruang untuk berinteraksi dengan pengurus pusat.
Ia mendorong seluruh kader untuk menjaga komunikasi, memperkuat kebersamaan, dan memastikan perbedaan dalam dinamika organisasi tidak mengganggu soliditas partai.
Bimtek Diperluas ke Daerah, Sesuaikan Kebutuhan Wilayah
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PP Wilayah Indonesia Timur DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Steering Committee (SC), Umar A. Lessy, menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek di daerah merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi partai dengan menyesuaikan program kerja terhadap karakteristik, kebutuhan, serta dinamika politik di setiap wilayah.
Umar menjelaskan, jika sebelumnya Bimtek lebih banyak dilaksanakan di Jakarta, kini kegiatan tersebut diarahkan agar lebih terkonsentrasi di wilayah kerja masing-masing pengurus pusat. Pendekatan ini diharapkan membuat pembahasan lebih relevan dengan persoalan pembangunan dan tantangan politik di daerah.
“Sesuai arahan Ketua Umum Bapak Bahlil Lahadalia, kegiatan Bimtek yang selama ini dilaksanakan di Jakarta diarahkan untuk lebih terkonsentrasi di wilayah masing-masing. PP Sumatera telah melaksanakan kegiatan di Batam dan Palembang, sedangkan PP Jawa-Kalimantan di Yogyakarta dan Bandung. Untuk PP Indonesia Timur, Gelombang II dilaksanakan di Bali setelah sebelumnya digelar di Makassar,” kata Umar.
Diikuti 318 Anggota Fraksi Golkar DPRD
Ketua Panitia Penyelenggara, Hakim Kamarudin, mengatakan Rakornis dan Bimtek tersebut dirancang untuk memperkuat kelembagaan partai, meningkatkan kapasitas anggota DPRD, sekaligus mempersiapkan strategi pemenangan Pemilu 2029 di kawasan Indonesia Timur.
Menurut Hakim, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada strategi elektoral, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas anggota Fraksi Partai Golkar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
“Bimtek ini tidak hanya membahas strategi pemenangan Pemilu, tetapi juga peningkatan kapasitas anggota FPG DPRD dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat. Penguatan kelembagaan partai juga menjadi perhatian agar organisasi semakin solid dan mampu bekerja secara terkoordinasi,” ujar Hakim.
Sekretaris Penyelenggara, Putri Komarudin, melaporkan bahwa Rakornis dihadiri anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI dari daerah pemilihan terkait, unsur BSMPG Pusat, serta jajaran DPD Partai Golkar dari Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Jumlah peserta Rakornis tercatat sekitar 60 orang. Sementara itu, Bimtek diikuti 318 anggota Fraksi Partai Golkar DPRD tingkat provinsi serta kabupaten/kota. Sebanyak 43 anggota lainnya tidak dapat hadir karena izin dan alasan lainnya.
Kegiatan ini turut dihadiri anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer. Seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Bali dan kabupaten/kota juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Putri menambahkan, pelaksanaan Rakornis dan Bimtek merupakan bagian dari arahan Ketua Umum untuk menyosialisasikan kebijakan dan rencana strategis Partai Golkar kepada seluruh jajaran fraksi di daerah.
Para anggota fraksi diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjalankan program partai, memperkuat koordinasi, serta menerjemahkan aspirasi masyarakat menjadi bahan perjuangan di lembaga legislatif.
Melalui kegiatan ini, Partai Golkar menargetkan penguatan konsolidasi organisasi sekaligus peningkatan kapasitas kader dalam menghadapi agenda politik mendatang. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen jajaran Golkar Indonesia Timur untuk memperjuangkan penambahan kursi pada Pemilu 2029, dengan tetap menekankan pentingnya soliditas internal dan pelaksanaan fungsi wakil rakyat. (kbs)

