BerandaDaerahGubernur Koster Tegaskan Sinergi PKK, Posyandu, dan Dekranasda Kunci Pemberdayaan Masyarakat

Gubernur Koster Tegaskan Sinergi PKK, Posyandu, dan Dekranasda Kunci Pemberdayaan Masyarakat

Pertemukan Delegasi Indonesia Bagian Tengah, Koster Harapkan Gagasan Konkret Pemberdayaan Keluarga

Foto: Gubernur Koster bersama Ny. Putri Koster dalam acara Jamuan Makan Malam Penguatan Tata Kelola Lembaga TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda se-Indonesia Bagian Tengah Tahun 2026 di Gedung Kertha Sabha, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026) malam.

Denpasar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara Tim Penggerak (TP) PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dalam mempercepat pembangunan daerah serta memberdayakan masyarakat hingga tingkat tapak.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Jamuan Makan Malam Penguatan Tata Kelola Lembaga TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda se-Indonesia Bagian Tengah Tahun 2026 di Gedung Kertha Sabha, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026) malam.

Acara yang mempertemukan perwakilan pengurus dari berbagai wilayah Indonesia bagian tengah—seperti Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Barat—tersebut turut dihadiri Ketua Umum TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Pusat, Tri Suswanti Tito Karnavian.

Dalam sambutannya, Koster menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Bali sebagai tuan rumah agenda strategis berskala regional ini.

Ia menilai ketiga lembaga tersebut memiliki keunggulan komparatif berupa jaringan struktur yang mengakar hingga level paling dasar di desa.

“Kalau kepala daerah memberdayakan tiga organisasi ini dengan baik, programnya betul-betul langsung menyentuh masyarakat. Apa yang belum tentu bisa dijangkau kepala daerah karena kesibukannya, bisa dilaksanakan melalui gerakan PKK, Posyandu, dan Dekranasda,” ujar Gubernur Koster di hadapan para delegasi.

Secara khusus, Gubernur Koster mengapresiasi kiprah Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, beserta jajaran TP PKK kabupaten/kota yang secara konsisten menggerakkan program pemberdayaan di 9 kabupaten/kota, 57 kecamatan, hingga 636 desa di Bali.

Melihat tingginya mobilitas pergerakan PKK Bali, Koster berseloroh bahwa Ny. Putri Koster telah tuntas menjangkau seluruh kecamatan di Bali, sementara dirinya sebagai kepala daerah belum tentu sempat mengunjungi semua titik lokasi tersebut.

Guna memastikan keberlanjutan program pergerakan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen penuh memberikan dukungan anggaran yang memadai sesuai koridor perundang-undangan.

Koster juga mendorong para bupati dan wali kota di seluruh Bali agar memberikan skema dukungan serupa. Namun, ia menyertakan catatan agar penguatan kelembagaan senantiasa dibarengi dengan efektivitas kerja.

“Penguatan kelembagaan harus diikuti dengan pelaksanaan program yang terukur, efektif, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Selain fungsi pemberdayaan ekonomi dan kesehatan keluarga, gerakan PKK di Bali turut mengambil peran aktif dalam penanganan masalah lingkungan hidup, khususnya edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber dan pembatasan plastik sekali pakai.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Pemprov Bali dalam merawat kelestarian alam dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, termasuk mendorong transisi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai guna menekan pencemaran udara.

Komitmen menjaga kearifan lokal dan ekonomi daerah juga ditunjukkan melalui sajian hidangan jamuan makan malam yang sepenuhnya memanfaatkan hasil bumi lokal Bali, seperti pisang, manggis, jambu, dan komoditas pertanian daerah lainnya.

Melalui penggunaan produk lokal, Koster menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi masyarakat, meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap produk dalam negeri.

Sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali juga memanfaatkan momen jamuan ini untuk menampilkan identitas kearifan lokal dan keramahtamahan tradisi. Para tamu disuguhkan sajian seni seperti Tari Puspanjali, Tari Baris Bandana Manggala Yuda, hingga alunan tetabuhan tradisional.

Suasana kebudayaan semakin kental saat Ny. Putri Suastini Koster tampil membawakan puisi bertajuk Sumpah Kumbakarna karya Dhenok Kristianti, yang menyelipkan pesan mendalam tentang kesetiaan, keberanian, pengabdian, dan kecintaan pada tanah air.

Di akhir arahannya, Gubernur Koster berharap forum ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi mampu melahirkan rekomendasi yang dapat dieksekusi secara nyata di daerah masing-masing.

“Keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah dan berbagai unsur kelembagaan masyarakat, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen bersama dalam memberdayakan keluarga, melindungi perempuan dan anak, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian alam dan budaya bangsa,” pungkas Koster. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini