Foto: Wali Kota Jaya Negara, menghadiri rangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, Lan Mupuk Pedagingan di Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10).
Denpasar, KabarBaliSatu
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, Lan Mupuk Pedagingan di Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10). Kehadiran ini merupakan wujud dukungan nyata Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang menjadi pondasi kehidupan masyarakat.
Rangkaian prosesi diawali dengan persembahan Tari Pendet oleh ibu-ibu Desa Adat Serangan. Alunan tetabuhan yang menggema sejak pagi turut menambah khidmat suasana. Turut hadir dalam prosesi tersebut para Anggota DPRD Kota Denpasar, jajaran Kecamatan Denpasar Selatan, Kelurahan Serangan, prajuru desa adat, serta krama pengempon pura.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi bentuk bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.
“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Selain meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan karya juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, gotong royong, serta menjaga keharmonisan kehidupan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.
Ia mengimbuhkan harapan agar seluruh rangkaian karya berjalan lancar hingga prosesi penyineban, serta mampu memberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh krama pengempon maupun masyarakat Kota Denpasar secara umum.
Sementara itu, Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha, menjelaskan bahwa puncak karya akan digelar bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat pada Redite Kliwon, Minggu (25/10) mendatang.
Pihaknya turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Wali Kota Denpasar beserta jajaran Pemkot Denpasar yang senantiasa memberikan perhatian serta dukungan terhadap kegiatan adat dan keagamaan masyarakat. Kehadiran jajaran pemerintah dinilai menjadi penyemangat bagi krama dalam menjaga kelestarian tradisi dari generasi ke generasi.
“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Adat Serangan, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan seluruh jajaran, atas perhatian kepada kami di Desa Adat Serangan ini,” katanya. (kbs)

