Foto: Gubernur Koster saat mengunjungi dan menyapa masyarakat yang mengantri BBM di SPBU pada tengah malam.
Denpasar, KabarBaliSatu
Di tengah keresahan masyarakat akibat antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM), Gubernur Bali Wayan Koster memilih turun langsung ke Lapangan. Koster mendatangi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hingga larut malam untuk menemui warga dan memantau kondisi secara langsung.
Langkah ini diambil di tengah situasi yang tidak nyaman, di mana sebagian pejabat mungkin berpikir dua kali untuk hadir karena khawatir menghadapi potensi kemarahan warga yang aktivitasnya terganggu.
Koster menegaskan keberadaannya di lapangan bertujuan untuk melihat persoalan dari dekat, menyerap aspirasi warga, sekaligus memastikan penanganan serta pemulihan pasokan BBM berjalan dengan baik tanpa hanya mengandalkan laporan birokrasi.
“Bagi seorang pemimpin, menemui masyarakat ketika keadaan sedang baik tentu bukan perkara sulit. Ujian sesungguhnya muncul ketika warga gelisah, aktivitas terganggu, dan pertanyaan tentang kepastian pelayanan mulai bermunculan,” ujar Koster di sela-sela peninjauannya.
Kehadiran Gubernur di tengah antrean menjadi sinyal penting bahwa keluhan masyarakat tidak diabaikan. Meski demikian, pihak pemerintah menyadari bahwa kehadiran fisik di lapangan harus ditindaklanjuti dengan bukti nyata yang dibutuhkan masyarakat.
“Warga tetap membutuhkan bukti nyata berupa distribusi yang lancar, antrean yang semakin pendek, dan BBM yang mudah diperoleh. Namun, kehadiran pemimpin di tengah persoalan merupakan langkah penting untuk menunjukkan bahwa keluhan masyarakat tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Melalui peninjauan hingga larut malam ini, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal kelancaran distribusi BBM hingga situasi kembali normal dan kenyamanan masyarakat pulih sepenuhnya.
“Pemimpin tidak hanya diuji dari kemampuannya memberikan janji, tetapi juga dari keberaniannya berdiri di tengah masyarakat ketika situasi sedang tidak nyaman,” tutup Koster. (kbs)

