BerandaDaerahTembus Rp1 Triliun, Penyaluran Kredit Perumahan di Bali Capai Realisasi 99,9 Persen

Tembus Rp1 Triliun, Penyaluran Kredit Perumahan di Bali Capai Realisasi 99,9 Persen

Gubernur Koster Puji Dukungan Pemerintah Pusat Usai BPD Bali Catat Kinerja Impresif

Foto: Gubernur Koster saat mengikuti Koordinasi Progres Program APBN dan Non-APBN Kementerian PKP secara virtual, pada Rabu (30/9) malam.

Denpasar, KabarBaliSatu

Penyaluran Pembiayaan Bersubsidi Kredit Program Perumahan (KPP) di Provinsi Bali mencatatkan kinerja impresif dengan tingkat realisasi mencapai 99,9 persen. Nilai penyaluran kredit tersebut telah menembus angka Rp1,003 triliun.

Keberhasilan penyaluran KUR Perumahan di Bali mendapat apresiasi langsung dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. Ia menyoroti peran aktif lembaga keuangan lokal yang menjadi motor penggerak utama.

“Bali menjadi salah satu daerah dengan penyaluran KUR Perumahan yang tinggi. Bahkan, BPD Bali berada di posisi kedua secara nasional dalam penyaluran KUR Perumahan,” ungkap Maruarar saat Rapat Koordinasi Progres Program APBN dan Non-APBN Kementerian PKP, Rabu (30/9) malam.

Maruarar menjelaskan, tingginya minat warga Bali terhadap KPP tidak lepas dari skema pembiayaan bersubsidi yang ramah bagi masyarakat. Program ini dirancang untuk membantu warga dalam memiliki maupun merenovasi rumah dengan suku bunga tetap (fixed) sebesar 5 persen sejak awal tenor hingga lunas.

Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan bahwa keunggulan penyaluran KUR di Bali tidak hanya terbatas pada sektor perumahan, tetapi juga menunjang sektor-sektor perekonomian lainnya.

“Capaian Bali tidak hanya terlihat pada KUR Perumahan, tetapi juga pada penyaluran KUR untuk sektor lainnya. Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas program perumahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali,” puji Koster.

Di samping pembiayaan KPP, skema perumahan non-APBN Kementerian PKP di Bali juga didukung oleh program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi, yang menargetkan penyaluran sebanyak 1.114 unit hunian sepanjang tahun 2026. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini