Foto: Bupati Satria menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) uji coba proyek percontohan dan operasional kendaraan listrik yang berlangsung di Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali, Banjarangkan, Rabu (30/9/2026).
Klungkung, KabarBaliSatu
Pemerintah Kabupaten Klungkung mempertegas komitmennya dalam mempercepat transisi energi bersih dan mendorong pariwisata berkelanjutan di wilayahnya. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) uji coba proyek percontohan dan operasional kendaraan listrik yang berlangsung di Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali, Banjarangkan, Rabu (30/9/2026).
Kerja sama ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PT INAKO Kreta Udhaya dengan dua lembaga asal Korea Selatan, yakni Korea Smart e-Mobility Association (KEMA) dan Korea Automotive Technology Institute (KATECH). Inisiatif tersebut menjadi pijakan awal dalam mendukung program ambisius Nusa Penida Green Island 2030.
Bupati Klungkung, I Made Satria, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini bukan sekadar agenda seremonial semata. Kehadiran pemerintah daerah merupakan wujud komitmen aktif untuk mengawal investasi hijau serta inovasi berbasis lingkungan di Kabupaten Klungkung.
“Jadi Pemkab Klungkung menyambut baik langkah konkret berupa uji coba kendaraan listrik roda tiga ini. Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan dukungan penuh dan memastikan kolaborasi ini berjalan lancar, yang selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan secara lebih luas sesuai kebutuhan dan potensi daerah,” ujar Bupati Satria.
Program percepatan transisi energi ini terbagi ke dalam beberapa tahapan pelaksanaan dan pengembangan teknologi terintegrasi. Adapun ruang lingkup utama dari inisiatif strategis ini meliputi : Uji Coba Skala Kecil (Oktober 2026): Pengoperasian 5 unit kendaraan listrik roda tiga untuk fungsi khusus (Special Purpose Vehicle). Penyempurnaan dan Ekspansi (Mulai 2027): Perluasan uji coba dengan menghadirkan lebih dari 30 unit kendaraan listrik roda tiga untuk fungsi khusus, serta kendaraan pertanian listrik roda tiga dan roda empat berbasis Standar Korea (Korean Standard / KS). Integrasi Energi Terbarukan: Penerapan stasiun baterai dengan sistem Battery as a Service (BaaS) serta Virtual Power Plant (VPP) berbasis penukaran baterai (battery swapping).
Bupati Satria memaparkan bahwa proyek percontohan ini dirancang lebih dari sekadar inovasi teknologi transportasi. Program ini diyakini mampu mendongkrak pariwisata berkelanjutan, membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal, sekaligus memperkuat posisi Nusa Penida sebagai destinasi wisata hijau berstandar global.
“Semoga kerja sama ini dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta menjadi langkah bersama dalam mewujudkan Klungkung yang semakin hijau, inovatif, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (kbs)

