BerandaDaerahSuwirta Dorong Perusahaan Tak Hanya Cari Tenaga Kerja Siap Pakai, tapi Ikut...

Suwirta Dorong Perusahaan Tak Hanya Cari Tenaga Kerja Siap Pakai, tapi Ikut Cetak Profesional

Foto: Ilustrasi menggambarkan dorongan agar perusahaan tidak hanya merekrut tenaga kerja siap pakai, tetapi turut memberikan pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan kompetensi pekerja hingga menjadi tenaga profesional.

Denpasar, KabarBaliSatu

Perusahaan di Bali didorong tidak hanya merekrut tenaga kerja yang telah memiliki keterampilan dan pengalaman. Dunia usaha juga diharapkan ikut mengambil peran dalam meningkatkan kompetensi pekerja yang sudah berada di lingkungan perusahaan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Nyoman Suwirta dalam rapat Pembahasan Anggaran dan Program Prioritas Bidang Ketenagakerjaan bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Bali Ir. Ida Bagus Setiawan, ST., M.Si., beserta jajaran OPD Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (28/9/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri anggota Komisi IV DPRD Bali Ni Made Sumiati.

Suwirta menilai, perusahaan memiliki posisi strategis dalam membentuk tenaga kerja profesional karena proses peningkatan kemampuan dapat dilakukan langsung di lingkungan kerja. Pekerja yang telah memahami sistem, budaya, serta pola operasional perusahaan dapat dikembangkan melalui pelatihan dan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan.

“Termasuk masalah perusahaan tadi juga, saya berharap perusahaan-perusahaan tidak hanya langsung mengambil tenaga-tenaga yang sudah jadi. Mendidik tenaga yang sudah ada menjadi profesional itu kan jauh lebih efisien,” ujar Suwirta.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat memberikan manfaat ganda. Perusahaan memperoleh tenaga kerja yang kompetensinya dibentuk sesuai kebutuhan internal, sementara pekerja mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan jenjang karier.

Pengembangan kompetensi dapat dilakukan secara bertahap melalui pelatihan teknis, peningkatan keterampilan kerja, pendampingan, maupun pemberian tanggung jawab yang lebih besar. Dengan demikian, peningkatan kapasitas tidak hanya bergantung pada pendidikan atau pelatihan sebelum seseorang masuk ke dunia kerja.

Suwirta juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun kualitas tenaga kerja. Pemerintah dapat memperkuat kebijakan serta menyediakan program pelatihan, sedangkan perusahaan memberikan ruang bagi pekerja untuk menerapkan dan mengembangkan kompetensi tersebut secara langsung.

Pola pembinaan yang berkelanjutan, lanjut dia, juga dapat membuka lebih banyak peluang bagi pekerja lokal untuk mengisi posisi yang membutuhkan keterampilan dan profesionalitas lebih tinggi.

“Pekerja yang ada juga harus diberikan kesempatan untuk berkembang. Dengan begitu, perusahaan tidak hanya mendapatkan tenaga kerja, tetapi juga ikut menciptakan sumber daya manusia yang semakin kompeten,” ujarnya.

Ia berharap komitmen tersebut dapat menjadi bagian dari strategi ketenagakerjaan di Bali, sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia berjalan seiring dengan kebutuhan dunia usaha dan perkembangan lapangan kerja. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini