BerandaDaerahDorong Desa Digital dan Kaderisasi Muda, Pemprov Bali dan Forgas Perkuat Sinergi...

Dorong Desa Digital dan Kaderisasi Muda, Pemprov Bali dan Forgas Perkuat Sinergi Pembangunan

Tata Kelola Dana Keagamaan yang Transparan dan Penguatan Identitas Muda Jadi Fokus Utama Kolaborasi Lintas Sektor

Foto: Wagub Giri Prasta saat menghadiri HUT ke-3 Forgas Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (9/9/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Pemerintah Provinsi Bali mendorong pemanfaatan teknologi digital di tingkat desa adat serta penguatan kaderisasi generasi muda guna memperkokoh tata kelola kemasyarakatan dan pelestarian budaya. Pesan tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat Peringatan HUT ke-3 Forum Gerakan Adat Se-Nusantara (Forgas) Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Rabu (9/9/2026).

Giri Prasta mendorong pemanfaatan teknologi melalui penerapan konsep desa digital untuk mendukung transparansi tata kelola di tingkat banjar maupun desa. Langkah ini dinilai penting untuk keterbukaan publik, termasuk dalam hal pengelolaan dana kegiatan keagamaan.

“Digitalisasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung transparansi berbagai kegiatan di tingkat banjar maupun desa, termasuk dalam pengelolaan dana kegiatan keagamaan, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memantau penggunaan serta peruntukannya secara jelas,” ungkap Wagub Giri Prasta.

Selain mendorong transparansi berbasis digital, Giri Prasta mengajak seluruh jajaran dan anggota Forgas di tingkat kabupaten/kota untuk terus bergandengan tangan dengan Pemprov Bali. Kolaborasi yang telah terbangun selama tiga tahun terakhir diharapkan menjadi fondasi untuk memperkuat kerja sama yang lebih luas dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Forgas Bali Kadek Arya Bagiastra menyampaikan bahwa di usia yang memasuki tiga tahun, Forgas berkomitmen tampil semakin solid, dewasa, dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kedamaian serta toleransi.

“Ke depan, Forgas berencana memperkuat sinergi dengan desa adat sekaligus mendorong kaderisasi generasi muda agar tetap mengenal, menggunakan, dan melestarikan bahasa serta aksara Bali sebagai bagian dari warisan leluhur, ” ujarnya.

Arya Bagiastra menambahkan bahwa Forgas hadir bukan untuk menolak arus modernisasi, melainkan memastikan bahwa kemajuan zaman tidak menghapus identitas bangsa. Dengan menjaga akar budaya dan tetap terbuka terhadap perkembangan, Forgas berkomitmen terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan nilai-nilai kebangsaan. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini