Foto: Suasana Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi dan Fraksi Golkar DPRD Kabupaten/Kota se-Bali di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, Denpasar pada Minggu 6 September 2026.
Denpasar, KabarBaliSatu
Fenomena politik transaksional dan pragmatisme pemilih dinilai masih menjadi tantangan berat bagi para politisi, khususnya petahana, dalam menjaga basis elektoralnya. Kondisi ini membuat biaya politik kian membengkak dan memicu risiko kekalahan bagi anggota legislatif yang hanya mengandalkan rekam jejak program kerja tanpa strategi kampanye yang terukur.
Hal tersebut dikupas tuntas oleh Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali yang diselenggarakan oleh DPD Partai Golkar Provinsi Bali berkolaborasi dengan PUSPEKOM pada Minggu (6/9/2026).
Pangi memaparkan bahwa pergeseran perilaku pemilih kerap membuat bantuan atau program pemerintah yang telah disalurkan petahana dianggap sebagai hal biasa pada hari pemungutan suara. Akibatnya, pemilih mudah tergiur oleh insentif politik jangka pendek (vote buying).
“Banyak petahana mengalami masalah karena terlalu percaya diri dengan program yang disalurkan selama masa jabatan. Ternyata, pada hari H, segmentasi pemilih bergeser akibat politik transaksional Rp100 ribu atau Rp200 ribu. Ini membuat kampanye model lama gagal dan proses pemilu kita menjadi kian mahal,” ungkap Pangi.
Lebih lanjut, Pangi menjelaskan dinamika politik uang sangat dipengaruhi oleh besaran daerah pemilihan (dapil). Di tingkat DPRD Kabupaten/Kota yang wilayah dapilnya lebih kecil, praktik vote buying cenderung meningkat tajam dibandingkan di tingkat nasional atau provinsi yang menuntut pendekatan programatik dan strategis.
Di sisi lain, Pangi memuji ketahanan Partai Golkar sebagai partai politik yang matang dan memiliki keunggulan ideologis dalam mengusung narasi pembangunan. Keunggulan ini dinilai menjadi modal besar Golkar untuk dapat diterima di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
“Golkar adalah partai yang sudah mapan dan memiliki kemampuan diterima di mana saja. Mazhab Golkar adalah pembangunan, dan ini adalah isu yang paling sedikit memicu sentimen sektarian. Namun tantangannya adalah bagaimana memenangkan pertarungan, baik antarpartai maupun internal kader, dengan strategi berbasis data yang terukur,” jelasnya.
Sementara itu Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam kerja-kerja politik. Menurutnya, era pergerakan secara otodidak harus mulai ditinggalkan dan beralih ke pendekatan modern berbasis teknologi mutakhir.
“Selama ini, kalau boleh dibilang, hampir semua kita sadari otodidak dalam mencari suara. Ke depan, kita akan membuat semacam database di DPD yang digabungkan dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI),” ujar Demer dalam kegiatan Bimtek pada Minggu 6 September 2026.
Anggota Komisi VI DPR RI tersebut menjelaskan bahwa integrasi AI akan memberikan gambaran pemetaan yang presisi di lapangan, mulai dari pemetaan pemilih solid swing voter, hingga segmentasi isu daerah yang kian spesifik.
“Belum tentu isu di Singaraja atau Buleleng timur sesuai dengan daerah barat. Melalui pendekatan data dan AI, strategi penyerapan simpati masyarakat dapat diramu secara jauh lebih efisien, efektif, dan berbasis kerja nyata,” tambah Demer yang juga Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI itu.
Selain peningkatan kualitas pelayanan publik, Demer menekankan pentingnya menjaga soliditas internal dan keberanian bersaing antar kader di tiap Daerah Pemilihan (Dapil).
“Jangan ada lagi yang mendayung ke belakang, apalagi mencoba membocorkan perahu sendiri. Jangan takut bersaing di internal Dapil untuk mengamankan kursi—bahkan mengejar dua kursi. Tanpa soliditas, suara kita pasti akan menurun,” cetus Demer mengimbau seluruh jajarannya.
Mengangkat tema “Transformasi Pelayanan Menuju Kebermanfaatan yang Berkelanjutan,” Bimtek ini dirancang untuk menjawab tantangan kedewanan secara komprehensif. Wakil Ketua Bidang OKK DPD Partai Golkar Provinsi Bali, I Putu Yuda Suparsana, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan DPD Partai GOLKAR Provinsi Bali bekerja sama dengan Pusat Studi Pengembangan Kompetensi (PUSPEKOM) sebagai bagian dari upaya meningkatkan sumber daya, kapasitas, kompetensi, serta kinerja Anggota Fraksi Partai GOLKAR yang duduk di lembaga legislatif di Provinsi Bali maupun Kabupaten/Kota se-Bali.
Yuda melaporkan, dari total 67 anggota fraksi di seluruh Bali, sebanyak 66 peserta hadir secara langsung. Satu anggota lainnya, yakni almarhum I Wayan Gede Sudarta (mantan Ketua DPD Golkar Gianyar), telah berpulang.
“Tingkat kehadiran peserta yang mencapai lebih dari 100 persen dari total anggota yang ada menunjukkan komitmen tinggi para kader,” tegas Yuda saat menyampaikan laporan panitia.
Yuda menambahkan, wakil rakyat dituntut tidak hanya memahami fungsi dan tugas kelembagaan, tetapi juga mampu menghadirkan kebijakan, pelayanan, komunikasi politik, serta pengelolaan aspirasi masyarakat yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
“Ukuran keberhasilan seorang anggota DPRD bukan hanya dilihat dari seberapa banyak kegiatan yang dilakukan, melainkan seberapa besar keberadaan dan kerja kita mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”
Pada hari kedua pelaksanaan, Minggu (6/9/2026), Bimtek menghadirkan empat pemateri ahli guna membedah aspek teknis dan akademis.
Materi pertama terkait Pemetaan Perilaku Pemilih pada Pemilu Legislatif dan Strategi Kampanye Berbasis Data (Data-Driven Campaign)”, yang akan disampaikan oleh narasumber kita Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting.
Materi kedua, “Pertanggungjawaban Dana Reses dan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD”, dengan narasumber dari Kepala BPK Perwakilan Bali.
Materi ketiga, “Public Speaking dan Retorika Politik yang Efektif untuk Pimpinan dan Anggota DPRD”, yang akan disampaikan oleh I Gede Benny Subawa, tokoh muda yang pernah menjadi Tenaga Ahli Deputi Otorita Ibu Kota Nusantara dan saat ini sebagai Chairman “Dua Sisi Project”.
Materi 4, “Pemanfaatan Ruang Digital untuk Kepentingan Politik Elektoral”, dengan narasumber Yus Priyanata Sudibya, Founder Info Denpasar.
Melalui rangkaian materi yang disampaikan oleh narasumber ahli kader Golkar diharapkan mampu menjalankan fungsi anggaran pengawasan dan legislasi secara transparan akuntabel serta responsif terhadap dinamika aspirasi publik. (kbs)

