Foto: Suasana Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi dan Fraksi Golkar DPRD Kabupaten/Kota se-Bali di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, Denpasar pada Minggu 6 September 2026.
Denpasar, KabarBaliSatu
DPD Partai Golkar Provinsi Bali memperkuat kapasitas dan kompetensi kader yang duduk di lembaga legislatif melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali.
Kegiatan yang berlangsung di Aston Denpasar Hotel & Convention Center pada 5–6 September 2026 tersebut mengusung tema “Transformasi Pelayanan Menuju Kebermanfaatan yang Berkelanjutan”.
Bimtek dilaksanakan bekerja sama dengan Pusat Studi Pengembangan Kompetensi (PUSPEKOM). Acara resmi dibuka oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer.
Turut hadir Wakil Ketua DPRD Bali dari Fraksi Golkar IGK Kresna Budi, Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali Anak Agung Bagus Tri Candra Arka, yang akrab disapa Gung Cok, bersama seluruh Anggota Dewan dari Fraksi Golkar.
Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD Partai Golkar Provinsi Bali sekaligus Ketua Panitia, Putu Yuda Suparsana, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya partai meningkatkan sumber daya, kapasitas, kompetensi, serta kinerja anggota Fraksi Partai Golkar yang duduk di DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali.
Menurut Yuda, tema yang diangkat sangat relevan dengan tanggung jawab anggota DPRD sebagai representasi masyarakat.
Sebagai wakil rakyat, anggota DPRD tidak hanya dituntut memahami fungsi dan tugas kelembagaan, tetapi juga harus mampu menghadirkan kebijakan, pelayanan, komunikasi politik, serta pengelolaan aspirasi masyarakat yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
“Sebagai wakil rakyat, kita dituntut tidak hanya memahami fungsi dan tugas kelembagaan, tetapi juga mampu menghadirkan kebijakan, pelayanan, komunikasi politik, serta pengelolaan aspirasi masyarakat yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” ujar Yuda.
Empat Materi untuk Perkuat Kompetensi Legislator
Yuda menjelaskan, Bimtek tersebut menghadirkan sejumlah materi strategis yang berkaitan langsung dengan tugas anggota DPRD.
Materi pertama adalah “Pemetaan Perilaku Pemilih pada Pemilu Legislatif dan Strategi Kampanye Berbasis Data (Data-Driven Campaign)” yang disampaikan Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting.
Materi ini diharapkan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya data dan pemetaan perilaku masyarakat dalam membaca dinamika politik serta aspirasi masyarakat.
Materi kedua membahas “Pertanggungjawaban Dana Reses dan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD” dengan narasumber Kepala BPK Perwakilan Bali.
Menurut Yuda, materi tersebut penting untuk memperkuat pemahaman anggota DPRD mengenai aspek pertanggungjawaban, tata kelola, serta pelaksanaan fungsi dan kewenangan DPRD secara tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.
Selanjutnya, materi ketiga mengangkat tema “Public Speaking dan Retorika Politik yang Efektif untuk Pimpinan dan Anggota DPRD” yang disampaikan I Gede Benny Subawa, tokoh muda yang pernah menjadi Tenaga Ahli Deputi Otorita Ibu Kota Nusantara dan saat ini menjabat Chairman “Dua Sisi Project”.
Materi ini diharapkan meningkatkan kemampuan komunikasi publik anggota DPRD agar mampu menyampaikan gagasan, kebijakan maupun aspirasi masyarakat secara efektif, komunikatif, dan bertanggung jawab.
Sementara materi keempat membahas “Pemanfaatan Ruang Digital untuk Kepentingan Politik Elektoral” dengan narasumber Yus Priyanata Sudibya, Founder Info Denpasar.
Yuda mengatakan materi tersebut diharapkan memberikan wawasan mengenai pemanfaatan ruang digital secara efektif, produktif, dan bertanggung jawab untuk membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan aktivitas dan kinerja kelembagaan.
66 Anggota Fraksi Hadir
Dalam laporannya, Yuda menyampaikan dari total 67 anggota Fraksi Partai Golkar di DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali, sebanyak 66 orang hadir dan mengikuti kegiatan Bimtek.
Satu anggota lainnya adalah almarhum I Wayan Gede Sudarta, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Gianyar.
Tingginya tingkat kehadiran tersebut, menurut Yuda, menunjukkan komitmen dan kesungguhan anggota Fraksi Partai Golkar dalam meningkatkan kapasitas serta kualitas pelaksanaan tugas sebagai anggota legislatif.
Namun, Yuda menegaskan bahwa Bimtek tidak boleh berhenti pada peningkatan pengetahuan semata. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Kita ingin seluruh Anggota Fraksi Partai Golkar di Bali memiliki kapasitas yang semakin kuat, mampu menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan dengan baik, sekaligus semakin dekat dengan masyarakat yang telah memberikan mandat kepada kita,” katanya.
Menurut Yuda, ukuran keberhasilan seorang anggota DPRD bukan semata-mata dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi dari seberapa besar keberadaan dan kerja politiknya memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang anggota DPRD bukan hanya dilihat dari seberapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi dari seberapa besar keberadaan dan kerja kita mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap Bimtek tersebut dapat membangun kesamaan pemahaman, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat koordinasi seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali.
Dengan penguatan kapasitas tersebut, Yuda berharap para kader legislatif Golkar semakin mampu menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing.
Demer Tekankan Soliditas Partai
Dalam arahannya saat membuka kegiatan, Ketua DPD Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer juga menyinggung dinamika politik ke depan, termasuk kemungkinan adanya perubahan aturan terkait parliamentary threshold hingga tingkat kabupaten/kota.
Demer menilai jika wacana tersebut benar-benar terealisasi, hal itu dapat menjadi peluang bagi Partai Golkar untuk semakin memperkuat basis politiknya di Bali.
“Kira-kira parliamentary threshold juga akan sampai kepada kabupaten/kota. Ini angin segar bagi Partai Golkar kalau rancangan tersebut sampai ke kabupaten/kota,” kata Demer yang juga Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI itu.
Ia meyakini Partai Golkar memiliki kekuatan elektoral yang cukup signifikan di masing-masing kabupaten/kota di Bali.
“Karena saya meyakini di Partai Golkar tidak ada yang kurang dari 5 persen di masing-masing kabupaten/kota,” ujar Demer yang juga Anggota Komisi VI DPR RI itu.
Menurut Demer, kondisi tersebut sekaligus membuka ruang bagi kader untuk memperluas basis dukungan dengan menjalin komunikasi kepada kelompok maupun individu yang merasa aspirasi politiknya belum terakomodasi.
“Ini juga kesempatan untuk teman-teman nantinya mencari atau mendekati orang-orang tertentu yang kiranya saluran aspirasi politiknya kurang terakomodasi,” katanya.
Ia mendorong kader untuk menyampaikan bahwa Partai Golkar merupakan partai yang terbuka dan menjadi rumah bersama bagi masyarakat.
“Partai Golkar ini adalah partai yang milik bersama,” tegasnya.
Namun, di tengah upaya memperbesar kekuatan partai, Demer mengingatkan seluruh kader agar tidak justru melemahkan organisasi dari dalam.
“Jangan ada lagi yang mendayung ke belakang. Kita sama-sama mau membesarkan Partai Golkar, tapi ada juga yang mendayung ke belakang. Ini jangan lagi,” ujar Demer.
Ia menekankan bahwa soliditas dan solidaritas menjadi modal penting bagi Partai Golkar dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
“Saya berharap solidaritas kita ini penting untuk ke depan. Tanpa solidaritas, pasti kita akan menurun terus,” katanya.
Demer pun mengajak seluruh kader untuk mengutamakan kebersamaan dan kepentingan membesarkan Partai Golkar.
Pesan tersebut ditutup dengan semangat yang menjadi yel-yel kader Partai Golkar, “Golkar Solid, Indonesia Jaya!” (kbs)

