BerandaDaerahTak Hanya Pendidikan, Bupati Satria Soroti Kebersihan Kampung Toyapakeh sebagai Wajah Nusa...

Tak Hanya Pendidikan, Bupati Satria Soroti Kebersihan Kampung Toyapakeh sebagai Wajah Nusa Penida

Foto: Bupati Klungkung, I Made Satria saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) TK Negeri Desa Kampung Toyapakeh, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (4/9/2026).

Klungkung, KabarBaliSatu

Pemerataan akses pendidikan anak usia dini di Kabupaten Klungkung terus diperkuat. Pemerintah Kabupaten Klungkung resmi memulai pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) TK Negeri Desa Kampung Toyapakeh, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (4/9/2026).

Pembangunan sekolah dengan nilai anggaran mencapai Rp1,38 miliar tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Klungkung, I Made Satria.

Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah melanjutkan program prioritas di bidang pendidikan, khususnya dalam memperluas akses pendidikan anak usia dini hingga ke tingkat desa.

Pembangunan USB TK Negeri Kampung Toyapakeh bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui program Bantuan Revitalisasi/USB PAUD Angkatan 2 yang digulirkan Direktorat PAUD, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan setempat secara swakelola. Proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 135 hari kalender, mulai 31 Agustus hingga 15 Desember 2026.

Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan, pembangunan sekolah tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan, terutama bagi anak-anak usia dini.

“Ini merupakan salah satu program unggulan untuk melanjutkan komitmen kepemimpinan sebelumnya, yaitu ‘Satu Desa Satu TK Negeri’. Langkah ini adalah upaya nyata pemerintah daerah dalam menyiapkan kualitas generasi penerus sejak usia dini,” ujar Satria dalam sambutannya.

Ia berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target waktu. Selain ketepatan waktu, Satria menekankan pentingnya kualitas konstruksi agar bangunan sekolah dapat digunakan secara aman dan nyaman dalam jangka panjang.

Menurutnya, perhatian terhadap fasilitas pendidikan tidak berhenti setelah pembangunan selesai. Pemeliharaan bangunan secara berkala juga diperlukan agar sarana tersebut tetap terawat dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Satria turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan keteraturan lingkungan Desa Kampung Toyapakeh. Ia menilai kawasan tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pintu utama sekaligus wajah pariwisata Nusa Penida.

Keberadaan Kampung Toyapakeh, lanjutnya, juga memiliki kontribusi terhadap perkembangan pariwisata yang pada akhirnya berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Klungkung.

“Desa Kampung Toyapakeh adalah wajah Nusa Penida. Mari kita jaga bersama agar tidak semrawut, tetap tertata rapi, dan bersih,” tegasnya.

Satria menambahkan, perkembangan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh daya tarik destinasi, tetapi juga kualitas lingkungan dan kondisi sosial yang mendukung. Karena itu, kebersihan, ketertiban, serta situasi yang kondusif harus menjadi tanggung jawab bersama.

“Pariwisata Klungkung dapat berkembang maju, berkualitas, dan berkelanjutan jika didukung oleh lingkungan yang terawat serta situasi yang kondusif. Pemerintah daerah butuh kolaborasi dan sinergi dari pemerintah desa hingga seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini