Foto: Bupati Satria didampingi Wabup Tjok Surya membuka Workshop dan Pementasan Seni Tahun 2026, di Pelantaran Pemedal Agung Klungkung, Senin (31/8/2026).
Klungkung, KabarBaliSatu
Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen penuh memfasilitasi dan mengembangkan ekosistem kreatif seni lokal agar makin profesional. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pembukaan Workshop dan Pementasan Seni Tahun 2026 oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, di Pelantaran Pemedal Agung Klungkung, Senin (31/8/2026).
Acara yang digagas Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung ini dirancang sebagai wadah peningkatan kapasitas, kreativitas, dan profesionalisme para siswa serta pelaku seni daerah. Tujuannya agar mereka mampu menciptakan karya seni yang berdaya saing global tanpa melepaskan akar budaya Nusantara.
Bupati I Made Satria memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang menyukseskan acara tersebut. Ia menegaskan bahwa seni memegang peran krusial sebagai media yang efektif untuk merawat nilai-nilai luhur agar tetap hidup dan relevan di tengah pesatnya arus modernisasi.
“Pemkab Klungkung berkomitmen penuh untuk terus memfasilitasi, melindungi, dan mengembangkan ekosistem kreatif ini. Workshop adalah bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mendorong siswa serta seniman lokal agar lebih profesional dan mampu melahirkan karya komersial yang berdaya saing tinggi tanpa kehilangan akar budayanya,” ujar Bupati Satria.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria juga berpesan kepada generasi muda untuk memanfaatkan momentum ini secara maksimal. Ia mendorong mereka menyerap ilmu dari para narasumber, bertukar gagasan, serta memperkuat kolaborasi antarsanggar demi menghidupkan kembali panggung pertunjukan di daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Wayan Suteja, menjelaskan bahwa fungsi seni melampaui sekadar hiburan visual maupun auditori. Menurutnya, seni merupakan cerminan identitas bangsa sekaligus media penyampai pesan moral dan nilai luhur kepada masyarakat.
Pelaksanaan workshop tahun ini berfokus pada tiga elemen seni utama, yaitu Sketsa Wayang Kamasan, Seni Tari Ekspresi, dan Seni Musik Ritme. Pembinaan ini diikuti oleh para pelajar dari tiga sekolah di wilayah Klungkung, yakni SMP Negeri 1 Semarapura, SMA Negeri 1 Semarapura, dan SMK Negeri 1 Klungkung.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan takut bereksperimen dan berkolaborasi agar kelak mampu melahirkan karya seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi serta menginspirasi masyarakat luas,” ucap Suteja. (kbs)

