Foto: Wali Kota Jaya Negara mendampingi Wamenkes RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus kala meninjau Pustu Dauh Puri/Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat, Jumat (28/8).
Denpasar, KabarBaliSatu
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR dan Direktur Dekonsentrasi Tugas Pembantuan dan Kerja Sama Kemendagri, Dr. Elvin Elyas, S.Sos., M.Si beserta jajaran ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Dauh Puri/Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat, Jumat (28/8).
Sejumlah pejabat turut mendampingi kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. A.A. Ayu Agung Candrawati, M.Kes., Camat Denpasar Barat I Putu Eka Pertama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar Komang Lestari Kusuma Dewi, perwakilan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, serta undangan terkait lainnya. Hadir pula Kepala Puskesmas II Denpasar Barat dr. Ni Komang Suarjati dan Kepala Pustu Dauh Puri Made Ardani.
Dalam peninjauan tersebut, Wamenkes meninjau langsung sejumlah fasilitas layanan kesehatan di Pustu Dauh Puri. Fasilitas yang ditinjau meliputi Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut, Ruang Kesehatan Ibu dan KB, Kelas Ibu Hamil, Ruang Kesehatan Anak dan Imunisasi, serta Ruang Damakesmas.
Usai peninjauan, Wamenkes mengapresiasi kualitas pelayanan di lokasi tersebut yang dinilai memiliki standar baik serta fasilitas lengkap untuk kelas Pustu. Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang mendalami keberhasilan penanganan kesehatan dan penekanan angka stunting di Bali.
“Lewat perbincangan saya dengan Bapak Wali Kota, saya mengetahui bahwa angka stunting di Bali merupakan salah satu yang terendah di Indonesia, yakni sekitar 8,2 persen, sementara angka nasional masih berada di 19,8 persen. Karena itu, saya datang ke sini untuk melihat dan mempelajari secara langsung bagaimana di Bali bisa mencapai angka tersebut, serta strategi apa yang telah dilakukan sehingga nantinya dapat dibagikan dan diterapkan di daerah lain,” ungkapnya.
Benjamin menambahkan, capaian ini membuktikan efektifnya intervensi yang dijalankan pemerintah daerah bersama masyarakat. Selain penanganan stunting, ia turut menyoroti inovasi pelayanan darurat yang dimiliki Pemkot Denpasar.
“Hal lain yang menurut saya sangat menakjubkan adalah Kota Denpasar memiliki sebuah terobosan yang sudah berjalan selama lebih dari tujuh tahun, yaitu Damakesmas. Terlebih lagi, layanan ini didukung dengan Call Center 112 yang beroperasi selama 24 jam,” katanya.
Menurut Benjamin, terobosan Pemkot Denpasar tidak hanya inovatif tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara langsung.
“Saya kira, apa yang kita lihat di Denpasar hari ini menjadi contoh bahwa ketika pemerintah memiliki komitmen, inovasi, dan kolaborasi yang kuat bersama masyarakat, maka capaian yang luar biasa dapat diwujudkan. Semoga praktik-praktik baik dari Denpasar ini bisa direplikasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyambut positif kedatangan rombongan Kemenkes dan Kemendagri sebagai momentum berbagi pengalaman pengelolaan layanan kesehatan primer.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Wakil Menteri Kesehatan ke Pustu Dauh Puri. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk melalui penguatan pelayanan kesehatan tingkat pertama,” ucap Jaya Negara.
Jaya Negara menegaskan komitmen Pemkot Denpasar untuk terus memperkuat peran Pustu agar dapat menghadirkan layanan yang cepat, mudah, dan dekat dengan warga, sekaligus mengoptimalkan fungsi promotif, preventif, dan deteksi dini.
“Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi ruang bertukar pengalaman dan masukan. Apa yang sudah baik di Denpasar tentu akan terus kami tingkatkan, dan sebaliknya kami juga terbuka untuk menerima arahan serta kebijakan dari pemerintah pusat agar pelayanan kesehatan di Kota Denpasar semakin baik,” ungkap Jaya Negara. (kbs)

