Foto: Kegiatan OKK PWI Bali 2026 yang dilaksanakan di Denpasar, 20 Agustus 2026.
Denpasar, KabarBaliSatu
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) 2026 selama dua hari, 20–21 Agustus 2026, di Gedung PWI Bali, Denpasar.
Mengusung tema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berkomitmen terhadap Etika Jurnalistik melalui Penguatan Organisasi PWI”, kegiatan ini menjadi ruang pembekalan bagi para wartawan untuk memperkuat kompetensi jurnalistik sekaligus memahami nilai-nilai organisasi dan etika profesi.
OKK 2026 dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali yang diwakili Ketua Tim Penanganan Konflik Sosial Kesbangpol Provinsi Bali, Anak Agung Surya Pradipta, S.STP., M.AP. Pembukaan turut dihadiri Ketua PWI Provinsi Bali I Wayan Dira Arsana dan Ketua Panitia OKK 2026 Nyoman Winata.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Dewan Penasehat PWI Provinsi Bali serta para Ketua PWI Kabupaten/Kota se-Bali.
Sebanyak 102 wartawan dari berbagai media di Bali mengikuti kegiatan ini. Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama, terlebih OKK menghadirkan sejumlah tokoh dan wartawan senior sebagai narasumber, yakni Widminarko, IGMB Dwikora Putra, Emanuel Dewata Oja, dan Arief Wibisono.
Berita Punya Konsekuensi Sosial
Anak Agung Surya Pradipta menegaskan bahwa profesionalisme wartawan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dan etika jurnalistik.
“Setiap berita memiliki konsekuensi sosial. Karena itu, independensi harus berjalan bersama tanggung jawab. Kebebasan harus berjalan bersama etika, dan kecepatan harus tetap dibarengi dengan ketelitian,” ujarnya.
Ia berharap OKK tidak hanya membuat peserta semakin memahami organisasi dan profesinya, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pekerjaan jurnalistik memiliki dampak luas terhadap masyarakat.
“Manfaatkan kegiatan ini untuk belajar, berdiskusi, membangun jejaring, dan memperkuat karakter sebagai insan pers yang profesional dan berintegritas,” katanya.
Regenerasi Jadi Kunci Masa Depan Pers
Ketua PWI Provinsi Bali I Wayan Dira Arsana mengatakan regenerasi merupakan bagian penting dalam keberlangsungan organisasi dan profesi kewartawanan.
Menurutnya, kehadiran wartawan muda harus menjadi kekuatan baru untuk menjaga kualitas pemberitaan di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial dan kehadiran content creator.
“Banyak wartawan senior, bahkan sangat senior, yang telah lama bergulat dengan dunia jurnalistik di Bali. Hari ini mereka masih meluangkan waktu berkumpul mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian PWI Bali,” kata Dira Arsana.
Di sisi lain, lanjut dia, banyak wartawan muda yang nantinya diharapkan menjadi kader pewarta untuk meneruskan tradisi pemberitaan yang sehat kepada publik.
“Pers tidak boleh kalah dalam menyajikan berita yang akurat dan berimbang untuk dikonsumsi masyarakat luas,” tegasnya.
Dira Arsana menilai fungsi pers semakin penting di tengah banjir informasi yang bergerak cepat di media sosial. Pers, kata dia, harus tetap hadir dengan informasi yang sehat, akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
102 Wartawan Antusias Ikuti OKK
Ketua Panitia OKK 2026 Nyoman Winata menyampaikan, sebanyak 102 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah itu menunjukkan tingginya minat wartawan di Bali untuk meningkatkan wawasan sekaligust memperkuat kapasitas organisasi.
“Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa karena antusiasme sahabat-sahabat wartawan di Provinsi Bali dari berbagai macam media yang sangat bersemangat mengikuti OKK ini,” ujar Winata.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda formalitas organisasi.
“Harapannya, OKK ini betul-betul digunakan sebagai wadah menambah dan menggali wawasan, terutama bagaimana wartawan kita menjadi wartawan yang profesional dan berintegritas,” katanya.
Mengulik Sejarah Pers dan PWI
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta disampaikan Widminarko, mantan Ketua PWI Provinsi Bali periode 1983–1991, mengenai sejarah pers dan perjalanan PWI.
Ia mengingatkan bahwa menjadi wartawan membutuhkan niat dan semangat yang kuat. Dalam pemaparannya, Widminarko menjelaskan PWI berdiri pada 9 Februari 1946, tanggal yang kemudian menjadi dasar peringatan Hari Pers Nasional.
Widminarko juga menguraikan posisi PWI dalam sejarah organisasi pers nasional. Pada masa Orde Baru, terdapat empat organisasi pers yang diakui secara nasional, yakni PWI, Serikat Penerbit Suratkabar (SPS), Serikat Grafika Pers (SGP), dan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI).
“Dari empat itu, PWI-lah yang tertua. Karena itu, ketika pemerintah meresmikan Hari Pers Nasional tahun 1985, yang dijadikan patokan adalah tanggal lahir PWI sebagai organisasi yang tertua,” jelasnya.
Sementara itu, perjalanan PWI di Bali telah dimulai sebelum organisasi tersebut resmi berdiri sebagai PWI Cabang Bali. Widminarko menyebut pada 1957 telah dibentuk PWI Persiapan di Bali. Saat itu, PWI Persiapan Bali berada di bawah naungan PWI Cabang Jember, Jawa Timur.
“Baru tahun 1966 PWI diperbarui dan didirikan secara resmi PWI Cabang Bali,” jelasnya.
Sebagai mantan Ketua PWI Bali yang memimpin organisasi pada periode 1983–1991, Widminarko juga menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan organisasi kewartawanan di Pulau Dewata. Pengalamannya selama puluhan tahun di dunia jurnalistik menjadi salah satu bekal penting yang dibagikan kepada para peserta OKK 2026.
Melalui OKK 2026, PWI Bali berharap lahir kader-kader baru yang tidak hanya memiliki kemampuan jurnalistik, tetapi juga memahami sejarah, organisasi, etika, serta tanggung jawab sosial profesi wartawan.
Melalui materi sejarah pers tersebut, para peserta tidak hanya diajak memahami perjalanan PWI dari masa ke masa, tetapi juga melihat pentingnya menjaga nilai, etika, dan marwah profesi wartawan di tengah perubahan lanskap media.
Di tengah perubahan lanskap media yang semakin cepat, wartawan dituntut tidak sekadar menjadi yang pertama menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi pihak yang memastikan informasi tersebut benar, berimbang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (darren/kbs)

