BerandaDaerahLayanan Bandara I Gusti Ngurah Rai Melonjak Signifikan, Gubernur Koster Tegaskan Bali...

Layanan Bandara I Gusti Ngurah Rai Melonjak Signifikan, Gubernur Koster Tegaskan Bali Harus Terapkan Standar Berkelas Dunia

Evaluasi Bertahap Sejak 2025 Membuah Hasil, Waktu Tunggu Bagasi Dipangkas Hingga 13 Menit dan Antrean Imigrasi Makin Cepat Berkat Auto Gate

Foto: Gubernur Koster memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026. 

Denpasar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali, Wayan Koster, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pertemuan ini merupakan forum evaluasi strategis guna memastikan kualitas pelayanan pintu utama pariwisata Indonesia tersebut memenuhi standar internasional.

Rakor tersebut dihadiri secara komprehensif oleh seluruh jajaran instansi penyelenggara pelayanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, meliputi General Manager (GM) PT Angkasa Pura, Kepala Kantor Imigrasi, Kepala Otoritas Bandara, Kepala Kantor Bea Cukai, serta unsur terkait lainnya.

Dalam Rakor tersebut, seluruh instansi melaporkan hasil konkret pasca perbaikan sistem pelayanan yang direkomendasikan sebelumnya. Terjadi peningkatan efisiensi operasional yang sangat signifikan di Terminal Kedatangan Internasional.

Untuk pesawat kategori sedang dan kecil, waktu tunggu pengambilan bagasi berhasil dipangkas drastis menjadi antara 13 hingga 30 menit. Sementara untuk pesawat berbadan lebar (wide-body) dengan penumpang padat, waktu tunggu berkurang menjadi 18 hingga 40 menit.

Selain itu, Antrean imigrasi kini berlangsung jauh lebih cepat berkat optimalisasi fasilitas Auto Gate dan penggunaan paspor elektronik (e-passport), meski masih ada beberapa negara seperti India yang sebagian besar penumpangnya masih menggunakan paspor biasa.

Untuk fasilitas, seluruh area bandara dipastikan bersih, peremajaan toilet tua berjalan sesuai program, pengadaan furniture baru di ruang Bea Cukai terealisasi, serta adanya penambahan petugas pelayanan lapangan.

Atas pencapaian tersebut, Gubernur Koster memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh instansi. Namun demikian, beliau menegaskan agar layanan yang sudah baik wajib dipertahankan, sementara kekurangan yang masih ada harus segera diperbaiki.

Rakor pada 15 Agustus 2026 ini merupakan puncak dari rangkaian evaluasi berkelanjutan yang diinisiasi Gubernur Koster sejak tahun sebelumnya. Untuk Rakor Pertama (23 Agustus 2025), diilaksanakan setelah Gubernur menerima laporan langsung dari penumpang terkait lamanya waktu tunggu bagasi (lebih dari 1 jam), antrean imigrasi yang mengular, dan durasi pemeriksaan Bea Cukai. Gubernur Koster memberikan instruksi tegas untuk memangkas waktu bagasi menjadi 30–45 menit, mempercepat pemeriksaan Bea Cukai, mengganti ban berjalan (conveyor belt) serta toilet tua, menambah kursi tunggu bagasi, menyediakan fasilitas komunikasi, serta meningkatkan kebersihan dan kualitas penerangan. Seluruh instansi diwajibkan menyusun model dan langkah pembenahan sistem.

Sementara Rakor Kedua (28 Desember 2025), seluruh instansi penyelenggara pelayanan memaparkan rencana perbaikan sistem pelayanan kepada Gubernur Bali. Gubernur Koster menyetujui usulan perbaikan tersebut dan memerintahkan agar seluruh langkah perbaikan dijalankan secara konsisten dan bertanggung jawab.

Gubernur Koster menegaskan bahwa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai adalah pintu terdepan yang mempunyai peran sangat penting dan strategis dalam pelayanan wisatawan mancanegara maupun domestik.

Sebagai gambaran, pada tahun 2025 Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatatkan pelayanan kedatangan sebanyak 7,05 juta wisatawan mancanegara—atau menyumbang sekitar 45,8% dari total 15,39 juta wisman ke Indonesia—serta melayani lebih dari 9 juta wisatawan domestik.

“Sebagai destinasi wisata utama dunia sekaligus etalase utama Indonesia di dunia, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai harus berkelas dunia dengan menerapkan standar kualitas pelayanan berkelas dunia, karena akan menentukan citra Bali dan Indonesia di mata dunia,” tegas Gubernur Koster.

Koster memaparkan bahwa keberadaan dan kualitas pelayanan bandara sangat menentukan keberlangsungan pariwisata Bali yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. Pariwisata Bali berkontribusi amat besar tidak hanya bagi pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga terhadap devisa pariwisata dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, Gubernur Koster menegaskan bahwa selaku wakil pemerintah pusat di daerah, beliau akan terus melakukan rapat koordinasi secara rutin untuk meningkatkan serta mempertahankan kualitas pelayanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini