Foto: Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional masuk dalam publikasi “100 Alumni ITB Kebanggaan Almamater”, sebuah daftar bergengsi yang memuat alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).
Denpasar, KabarBaliSatu
Ada nama-nama yang tumbuh dari ruang kelas, lalu melangkah jauh hingga jejaknya tercatat dalam perjalanan sebuah bangsa. Salah satunya adalah Gubernur Bali dua periode, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M.
Kiprahnya memimpin Bali kini kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Nama Wayan Koster resmi tercantum dalam publikasi “100 Alumni ITB Kebanggaan Almamater”, sebuah daftar yang menghimpun para lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dinilai memberikan kontribusi penting bagi kemajuan Indonesia.
Bagi Wayan Koster, pengakuan tersebut bukan sekadar deretan nama dalam sebuah publikasi. Di baliknya terdapat perjalanan panjang pengabdian, gagasan, kebijakan, dan kerja pembangunan yang selama ini diarahkan untuk membawa Bali tumbuh tanpa kehilangan akar budayanya.
Nama Wayan Koster berada dalam jajaran sejumlah tokoh nasional yang juga merupakan alumni ITB. Di antaranya Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Zulfan Zain, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jamhur Hidayat, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Hatta Rajasa, Basuki Hadimuljono, serta sejumlah pimpinan BUMN dan perusahaan nasional.
Masuknya Wayan Koster dalam jajaran tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kiprah dan kepemimpinannya, khususnya dalam mendorong berbagai agenda pembangunan di Bali.
Selama memimpin Pulau Dewata, Koster dikenal mendorong pembangunan yang tidak semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur terus diperkuat, ekonomi daerah berbasis budaya dikembangkan, adat dan tradisi ditempatkan sebagai bagian penting dari identitas Bali, sementara isu lingkungan dan energi bersih menjadi bagian dari arah pembangunan jangka panjang.
Di titik inilah gagasan pembangunan Bali menemukan wajahnya: modern, tetapi tidak tercerabut dari akar; bertumbuh, tetapi tetap berusaha menjaga keseimbangan.
Berbagai kebijakan yang didorong pemerintahannya diarahkan agar pembangunan tidak berhenti pada angka-angka pertumbuhan. Pariwisata, ekonomi, infrastruktur, budaya, lingkungan, hingga energi bersih ditempatkan dalam satu kerangka pembangunan yang berkelanjutan.
Bali pun terus didorong untuk tumbuh sebagai daerah yang memiliki daya saing ekonomi sekaligus tetap menjaga kekayaan budaya dan lingkungan yang menjadi napas kehidupan masyarakatnya.
Publikasi “100 Alumni ITB Kebanggaan Almamater” sendiri merupakan bentuk penghormatan kepada para alumni ITB yang dinilai telah memberikan kontribusi signifikan melalui karya, kepemimpinan, inovasi, maupun pengabdian di berbagai bidang. Mulai dari pemerintahan, pendidikan, industri, teknologi, energi, hingga sektor strategis lainnya.
Karena itu, tercantumnya nama Wayan Koster dalam publikasi tersebut menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan seorang putra Bali yang pernah menempuh pendidikan di ITB, kemudian mengabdikan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya untuk membangun daerah asalnya.
Bersanding dengan Tokoh-Tokoh Nasional
Dalam publikasi tersebut, Wayan Koster hadir bersama sejumlah tokoh yang memiliki peran penting dalam pembangunan Indonesia.
Deretan nama itu antara lain Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Ketua Umum METI Zulfan Zain, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jamhur Hidayat, Hatta Rajasa, Basuki Hadimuljono, hingga Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria.
Kehadiran nama-nama tersebut memperlihatkan luasnya kontribusi alumni ITB di berbagai lini pembangunan nasional.
Di antara para tokoh tersebut, Wayan Koster membawa cerita dari Bali. Sebuah cerita tentang bagaimana pembangunan daerah berusaha dipadukan dengan adat, budaya, lingkungan, dan keberlanjutan.
Pengakuan atas Jejak Pengabdian
Bagi Bali, pembangunan bukan hanya tentang jalan yang terbentang, gedung yang berdiri, atau angka ekonomi yang meningkat. Pembangunan juga menyangkut bagaimana tradisi tetap hidup, lingkungan tetap terjaga, dan masyarakat memiliki ruang untuk tumbuh di tanah leluhurnya sendiri.
Prinsip itulah yang selama ini menjadi salah satu warna dalam arah pembangunan Bali di bawah kepemimpinan Wayan Koster.
Penguatan infrastruktur berjalan beriringan dengan upaya menjaga budaya. Pengembangan ekonomi dilakukan dengan tetap mengedepankan karakter Bali. Sementara agenda lingkungan dan energi bersih mulai ditempatkan sebagai bagian penting dalam menjawab tantangan masa depan.
Pengakuan melalui “100 Alumni ITB Kebanggaan Almamater” pada akhirnya menjadi semacam cermin dari perjalanan tersebut.
Dari bangku ITB, gagasan dibawa pulang. Dari Bali, gagasan itu diterjemahkan menjadi kebijakan. Dan dari kebijakan, lahirlah berbagai ikhtiar pembangunan yang diharapkan meninggalkan manfaat bagi masyarakat.
Selain profil para alumni, publikasi edisi khusus tersebut juga menampilkan berbagai gagasan dan inisiatif pembangunan nasional, termasuk komitmen dunia usaha dalam mendukung pengembangan infrastruktur dan energi berkelanjutan di Indonesia.
Salah satunya melalui materi promosi APCA Tirta Engineering, perusahaan yang bergerak di bidang Engineering, Procurement, Construction (EPC) dan investasi pembangkit energi. Dengan slogan “Building Energy Infrastructure, Creating Long-Term Value”, perusahaan tersebut menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi berkelanjutan di Indonesia.
Pada akhirnya, sebuah penghargaan bukan hanya tentang nama yang tercetak di atas kertas. Ia adalah pengingat bahwa setiap perjalanan memiliki jejak.
Dan bagi Wayan Koster, masuk dalam “100 Alumni ITB Kebanggaan Almamater” menjadi bagian dari jejak panjang itu—jejak seorang alumni ITB yang memilih membawa pengetahuan dari kampusnya untuk kembali bekerja bagi tanah kelahirannya, Bali. (kbs)

