Foto: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri HLM TP2DD serta TPID Kota Denpasar yang digelar di Aston Denpasar Hotel and Convention Center, Rabu (24/6/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui percepatan digitalisasi penerimaan daerah dan pengendalian inflasi. Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar yang berlangsung di Aston Denpasar Hotel and Convention Center, Rabu (24/6).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan, Kepala Bulog Provinsi Bali Simon Melki Sedek, Direktur Teknologi Informasi BPD Bali IB Gede Setia Yasa, perwakilan Kadin Bali, Ketua IPPAT Denpasar, serta sejumlah pemangku kepentingan dari instansi vertikal dan perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Jaya Negara menegaskan bahwa digitalisasi menjadi salah satu instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga harus mampu memberikan kemudahan, kecepatan, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Digitalisasi penerimaan daerah menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Jaya Negara.
Ia menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar yang terus menunjukkan performa positif di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
Jaya Negara juga memberikan apresiasi kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar atas berbagai inovasi yang berhasil mendorong peningkatan pendapatan asli daerah, khususnya dari sektor pajak daerah.
Menurutnya, inovasi menjadi kunci penting di tengah semakin terbatasnya ruang fiskal daerah akibat penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Berbagai terobosan yang dilakukan Bapenda terbukti mampu mengoptimalkan penerimaan daerah dan menjadi solusi di tengah tantangan fiskal yang ada,” katanya.
Denpasar Berperan Penting dalam Pengendalian Inflasi Bali
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan, mengapresiasi sinergi yang dibangun Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.
Ia menjelaskan bahwa Kota Denpasar memiliki kontribusi signifikan terhadap pembentukan Indeks Harga Konsumen (IHK) Bali. Karena itu, keberhasilan Denpasar menjaga kestabilan harga turut memengaruhi capaian inflasi Provinsi Bali secara keseluruhan.
Meski demikian, Ronald mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai faktor yang berpotensi mendorong kenaikan harga, terutama pada sektor pangan yang masih menjadi komponen utama penyumbang inflasi.
Pembayaran Pajak Digital Capai 95 Persen
Ketua Harian TP2DD dan TPID Kota Denpasar yang juga menjabat Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, didampingi Plt. Kepala Bapenda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Adi Merta, melaporkan bahwa TPID terus mengoptimalkan strategi 4K dalam pengendalian inflasi.
Strategi tersebut meliputi menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
Berbagai langkah konkret telah dijalankan, mulai dari operasi pasar, bazar pangan, pemantauan stok komoditas strategis, hingga penguatan kerja sama antar daerah guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Di sisi lain, transformasi digital di sektor perpajakan juga menunjukkan hasil positif. Hingga saat ini, implementasi pembayaran digital untuk seluruh jenis pajak daerah telah mencapai 95 persen.
Capaian tersebut didukung berbagai inovasi digital yang dikembangkan Pemkot Denpasar, seperti Reditia, Melodi Sanur, Paon Gatsu, KLADI 5B, Pagi Bersinar BPHTB, SIPARKIR, hingga SIPERDI.
“Melalui kolaborasi yang kuat dan inovasi yang terus berkembang, kami optimistis dapat menjaga stabilitas harga, mempercepat digitalisasi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” ujar Eddy Mulya.
Luncurkan Kedai Pasar dan SMALDING
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Jaya Negara juga meresmikan dua inovasi terbaru Pemkot Denpasar.
Inovasi pertama adalah Kedai Pasar (Kawasan Ekonomi Digital Terintegrasi) yang dikembangkan sebagai klaster ekonomi digital di kawasan Panjer, Sesetan, dan Sidakarya.
Sementara inovasi kedua adalah SMALDING (Smart Building Dharma Negara Alaya), sebuah sistem tata kelola aset pemerintah yang modern, efisien, dan berbasis data.
Kehadiran kedua inovasi tersebut diharapkan mampu memperluas ekosistem transaksi digital sekaligus meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan di Kota Denpasar.
Berikan Penghargaan untuk Perangkat Daerah Terbaik
Sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen perangkat daerah dalam mendukung digitalisasi keuangan, Pemkot Denpasar juga menyerahkan penghargaan kepada instansi dengan penggunaan transaksi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) tertinggi.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Sekretariat Daerah Kota Denpasar, Dinas Kesehatan Kota Denpasar, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan, UPTD Puskesmas III Denpasar Selatan, dan UPTD Puskesmas I Denpasar Timur atas capaian tertinggi dalam implementasi transaksi keuangan digital.
Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Kota Denpasar terus mempertegas posisinya sebagai salah satu daerah terdepan dalam transformasi digital pemerintahan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah demi mendukung kesejahteraan masyarakat. (kbs)

