Foto: Ilustrasi Bank BPD Bali dorong UMKM naik kelas.
Denpasar, KabarBaliSatu
Komitmen Bank BPD Bali dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus ditunjukkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Mei 2026, bank milik daerah tersebut telah menyalurkan KUR senilai Rp960,51 miliar guna mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, mengatakan penyaluran KUR difokuskan pada sektor-sektor produktif nonperdagangan yang sejalan dengan program prioritas nasional Asta Cita serta visi pembangunan daerah melalui Ekonomi Kerthi Bali.
Menurutnya, pembiayaan yang diberikan tidak hanya bertujuan meningkatkan akses modal bagi pelaku usaha, tetapi juga mendorong terciptanya nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat daya saing UMKM lokal.
“Kami terus mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. KUR menjadi instrumen penting dalam memperkuat fondasi ekonomi Bali,” ujarnya.
Pada tahun 2026, Bank BPD Bali menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp1,8 triliun. Hingga akhir Mei, realisasi penyaluran menunjukkan perkembangan positif, dengan 62,49 persen pembiayaan mengalir ke sektor produksi.
Dari seluruh sektor yang menerima pembiayaan, sektor jasa menjadi penyerap terbesar dengan porsi mencapai 40,74 persen dari total KUR yang telah disalurkan. Selain itu, pembiayaan juga diarahkan ke sektor pertanian, kelautan dan perikanan, serta industri pengolahan yang banyak melibatkan pelaku UMKM dan pengrajin lokal.
Sepanjang pelaksanaan program KUR, Bank BPD Bali telah menyalurkan pembiayaan secara kumulatif sebesar Rp11,25 triliun dengan baki debet mencapai Rp3,58 triliun. Khusus tahun 2026, penyaluran dilakukan melalui tiga skema utama, yakni KUR Kecil sebesar Rp776,36 miliar, KUR Mikro Rp183,88 miliar, dan KUR Super Mikro sebesar Rp270 juta.
Nyoman Sudharma menegaskan bahwa akses permodalan yang tepat sasaran menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan kapasitas produksi para pelaku UMKM.
“Dengan dukungan modal yang memadai, kami berharap UMKM Bali semakin berkembang, produktif, dan mampu bersaing di tengah dinamika pasar yang terus berubah,” katanya.
Bank BPD Bali juga mencatat keberhasilan dalam memperluas akses pembiayaan kepada pelaku usaha yang sebelumnya belum pernah memperoleh fasilitas KUR. Hingga Mei 2026, sebanyak 73,28 persen penyaluran KUR diberikan kepada debitur baru, sedangkan 26,72 persen sisanya disalurkan kepada debitur yang telah menerima fasilitas serupa sebelumnya.
Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan layanan perbankan kepada masyarakat produktif, termasuk pelaku usaha di wilayah pedesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pembiayaan formal.
Untuk memperkuat penetrasi layanan hingga ke tingkat desa, Bank BPD Bali menjalankan program “Bank BPD Bali Goes To Banjar”. Program ini dirancang untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM di desa-desa.
Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kedua lembaga ini berperan sebagai mitra strategis dalam mengidentifikasi pelaku usaha potensial yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.
Selain itu, Bank BPD Bali juga menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis komunitas dan klaster usaha, khususnya pada sektor pertanian dan peternakan. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas penyaluran kredit sekaligus memperkuat pengelolaan risiko pembiayaan.
Sinergi dengan LPD dilakukan melalui skema linkage program atau sistem rujukan untuk menjaring UMKM potensial. Sementara BUMDes tidak hanya dilibatkan dalam penyaluran pembiayaan, tetapi juga berperan sebagai offtaker yang membantu menyerap hasil produksi masyarakat penerima KUR.
Dengan kombinasi strategi ekspansi pembiayaan, penguatan ekonomi desa, serta pendekatan berbasis komunitas dan budaya lokal, Bank BPD Bali optimistis target penyaluran KUR sebesar Rp1,8 triliun pada 2026 dapat tercapai.
Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata Bank BPD Bali dalam memperkuat UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah serta mendorong terwujudnya pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan, merata, dan berkeadilan hingga ke tingkat desa. (kbs)

