BerandaDaerahGubernur Koster Diundang Jadi Pembicara di Forum Iklim Dunia, Bali Dinilai Sukses...

Gubernur Koster Diundang Jadi Pembicara di Forum Iklim Dunia, Bali Dinilai Sukses Terapkan Pembangunan Berkelanjutan

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster.

Denpasar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali Wayan Koster bertolak ke London, Inggris, untuk menghadiri London Climate Action Week (LCAW) 2026, salah satu forum perubahan iklim paling bergengsi dan berpengaruh di dunia. Dalam ajang internasional yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 tersebut, Koster mendapat kehormatan sebagai pembicara untuk mempresentasikan berbagai kebijakan pembangunan berkelanjutan yang diterapkan di Bali.

Keberangkatan itu disampaikan langsung Koster saat menghadiri rangkaian Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 yang digelar di Gedung Kerta Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Sabtu (20/6) malam. Dalam kesempatan tersebut, Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang, turut menampilkan Rekasadana Fashion Show Kimono sebagai bagian dari rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Di hadapan para undangan, Koster mengungkapkan dirinya harus meninggalkan Bali pada malam itu juga untuk memenuhi undangan forum iklim internasional tersebut.

“Kami harus pamit malam ini karena berangkat ke London menghadiri London Climate Action Week. Kami diundang sebagai pembicara untuk menyampaikan pengalaman pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang diterapkan di Provinsi Bali,” ujar Koster.

London Climate Action Week dikenal sebagai forum tahunan yang mempertemukan para pemimpin dunia, kepala daerah, pelaku usaha, akademisi, investor, hingga organisasi masyarakat sipil untuk membahas berbagai solusi menghadapi krisis iklim. Ajang ini menjadi salah satu forum iklim independen terbesar di dunia dengan ratusan agenda dan puluhan ribu peserta dari berbagai negara.

Koster mengaku bangga sekaligus terkejut karena Bali menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dari penyelenggara. Dari delapan gubernur yang diundang sebagai pembicara dalam forum tersebut, salah satunya adalah Gubernur Bali.

“Dari delapan gubernur di dunia yang diundang, salah satunya Gubernur Bali dari Indonesia. Tentu ini menjadi kehormatan sekaligus kebanggaan bagi Bali,” katanya.

Menurut Koster, pengakuan internasional tersebut tidak lepas dari berbagai kebijakan lingkungan yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi Bali dalam kerangka visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menempatkan keseimbangan alam, manusia, dan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan.

Sejumlah regulasi yang menjadi perhatian dunia antara lain kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai melalui Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018, pengembangan energi bersih melalui Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019, serta penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai yang diatur dalam Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 sebagai upaya menekan emisi karbon.

Selain itu, Bali juga terus mendorong pengembangan pertanian ramah lingkungan dan pertanian organik melalui berbagai kebijakan yang mendukung pemanfaatan produk lokal sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Komitmen tersebut diperkuat melalui sejumlah regulasi strategis lainnya, termasuk Perda Desa Adat, Perda Ketenagakerjaan, hingga Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 yang menjadi arah pembangunan jangka panjang Pulau Dewata.

Koster menilai berbagai kebijakan tersebut menjadi alasan kuat mengapa Bali mendapat perhatian dari komunitas internasional. Menurutnya, Bali dianggap memiliki model pembangunan yang terintegrasi dan konsisten dalam mengedepankan prinsip keberlanjutan.

“Yang dilihat dunia adalah Bali memiliki kebijakan yang lengkap dan jelas untuk membangun daerah dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam forum di London nanti, Koster dijadwalkan memaparkan pengalaman Bali dalam mengembangkan energi bersih, transportasi rendah emisi, pertanian organik, hingga berbagai program pengurangan emisi karbon yang telah diterapkan pemerintah daerah.

Keikutsertaan Bali dalam London Climate Action Week 2026 menjadi pengakuan internasional terhadap arah pembangunan Pulau Dewata yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata, tetapi juga pada upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini