Foto: Suasana kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertema “Wujudkan Kehamilan Sehat Dalam Menyiapkan Generasi Emas Bebas Stunting” yang berlangsung di Chic n Cozy Pesagi, Karangasem, Senin 22 Juni 2026.
Karangasem, KabarBaliSatu
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, menegaskan pentingnya penguatan pemahaman Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal tersebut disampaikan Demer saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertema “Wujudkan Kehamilan Sehat Dalam Menyiapkan Generasi Emas Bebas Stunting” yang berlangsung di Chic n Cozy Pesagi, Karangasem, Senin 22 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari ibu hamil, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga generasi muda yang menjadi sasaran utama penguatan wawasan kebangsaan.
Dalam kesempatan itu, Demer menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia dan penguatan nilai-nilai kebangsaan harus berjalan beriringan. Menurutnya, upaya menciptakan generasi emas Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kesehatan fisik dan kecukupan gizi, tetapi juga oleh karakter, moral, serta semangat kebangsaan yang kuat.
“Ketika kita berbicara tentang generasi emas, maka yang kita siapkan bukan hanya anak-anak yang sehat dan bebas stunting, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat, cinta tanah air, menghargai perbedaan, dan memiliki semangat gotong royong,” ujar politisi berlatar belakang pengusaha sukses itu.
Ia menjelaskan, Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan pedoman dasar yang harus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Keempat pilar tersebut menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat solidaritas nasional, serta memastikan keberagaman yang dimiliki Indonesia tetap menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Menurut Demer, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini semakin kompleks. Selain persoalan ekonomi dan sosial, masyarakat juga dihadapkan pada derasnya arus informasi di era digital yang tidak semuanya membawa dampak positif. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan dapat mengancam persatuan apabila tidak disikapi dengan bijak.
Karena itu, Demer yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, menilai sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan menjadi semakin relevan untuk memperkuat ketahanan ideologi masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih mampu menyaring informasi, menghormati perbedaan pendapat, dan menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga persatuannya. Perbedaan suku, agama, adat, dan budaya yang kita miliki harus menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia, bukan justru menjadi alasan untuk terpecah belah,” kata politisi yang pernah menjadi ketua Kadin Bali itu.
Demer juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tetapi harus dimulai dari rumah melalui keteladanan orang tua.
Ia menilai keluarga yang harmonis, sehat, dan memiliki pemahaman kebangsaan yang baik akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
Lebih lanjut, Demer mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia. Di tengah perkembangan teknologi dan gaya hidup yang semakin individualistis, nilai gotong royong dinilai tetap relevan sebagai modal sosial dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
“Gotong royong adalah kekuatan bangsa kita sejak dahulu. Semangat saling membantu, saling menghormati, dan bekerja bersama harus terus dijaga agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis,” ujar politisi senior Partai Golkar Bali yang sudah 5 periode di DPR RI itu.
Dalam konteks pembangunan nasional, Demer menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang unggul, sehat, berpendidikan, serta memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. Oleh karena itu, program pencegahan stunting dan penguatan wawasan kebangsaan harus menjadi bagian dari investasi jangka panjang bangsa.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Demer berharap masyarakat tidak hanya memahami Empat Pilar Kebangsaan secara teoritis, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, persatuan dan kesatuan bangsa dapat terus terjaga, sementara cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, dan berdaulat dapat tercapai secara bersama-sama.
“Jika generasi muda tumbuh sehat, berkarakter, dan memahami nilai-nilai kebangsaan, maka Indonesia akan memiliki modal yang sangat kuat untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Itulah esensi dari pembangunan manusia dan penguatan Empat Pilar Kebangsaan yang terus kita dorong,” pungkas politisi Golkar asal desa Kubutambahan itu.

