Foto: Gubernur Koster menerima kunjungan kerja BKSAP DPR RI di Gedung Kerta Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (19/6).
Denpasar, KabarBaliSatu
Pemerintah Provinsi Bali bersama Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI memperkuat sinergi dalam mendorong transformasi pariwisata Bali menuju destinasi yang berkelanjutan, berkualitas, dan berdaya saing global. Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja BKSAP DPR RI yang diterima Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Kerta Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (19/6).
Rombongan BKSAP yang dipimpin Wakil Ketua BKSAP DPR RI Bramantyo Suwondo bersama Wakil Ketua BKSAP Irine Yusiana Roba Putri mengangkat tema “Diplomasi Parlemen untuk Transformasi Bali Menuju Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, Berkualitas, dan Berdaya Saing Global”.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata Bali harus tetap berlandaskan budaya sebagai identitas utama Pulau Dewata. “Budaya Bali harus tetap menjadi roh pariwisata. Jangan sampai perkembangan sektor ini justru merendahkan martabat dan citra Bali,” ujar Koster.
Menurutnya, arah pembangunan pariwisata Bali saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga pada upaya menjaga kelestarian budaya dan lingkungan. Salah satu langkah yang sedang dipercepat adalah pembangunan sistem pengelolaan sampah modern, termasuk proyek waste to energy dengan kapasitas sekitar 1.200 ton sampah per hari. Program tersebut ditargetkan mampu menjadi solusi signifikan terhadap persoalan sampah di Bali pada tahun 2028.
Selain itu, dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur transportasi juga terus diperkuat guna mengurangi kemacetan dan meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Bali.
Sementara itu, Wakil Ketua BKSAP DPR RI Bramantyo Suwondo menegaskan bahwa Bali memiliki posisi strategis sebagai wajah Indonesia di mata dunia. Karena itu, transformasi pariwisata Bali menjadi kepentingan nasional yang perlu didukung bersama.
“Keberhasilan Bali dalam mengelola pariwisata berkelanjutan akan menjadi keberhasilan Indonesia secara keseluruhan,” katanya.
Bramantyo menjelaskan, BKSAP memiliki jaringan kerja sama bilateral dengan 102 negara yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi Bali di berbagai forum internasional. Jaringan tersebut dinilai berpotensi membuka peluang pasar wisatawan berkualitas dari kawasan Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Latin.
Ia juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang lebih menekankan kualitas wisatawan dibandingkan sekadar mengejar tingginya jumlah kunjungan.
“Yang paling penting bukan hanya banyaknya wisatawan yang datang, tetapi bagaimana mereka memberikan nilai ekonomi yang lebih besar sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya. Bali memiliki keunikan yang harus terus dipertahankan sebagai kekuatan utamanya,” pungkas Bramantyo.
Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan BKSAP DPR RI diharapkan semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan. (kbs)

