Foto : Wali Kota Jaya Negara saat melepas secara resmi kontingen Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Denpasar yang akan berlaga mewakili Provinsi Bali di Pekan Nasional (Penas) XVII Tahun 2026 di Kantor Walikota Denpasar, Jumat (19/6).
Denpasar, KabarBaliSatu
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, secara resmi melepas kontingen Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Denpasar yang akan mewakili Provinsi Bali pada Pekan Nasional (Penas) XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo. Pelepasan berlangsung di Kantor Wali Kota Denpasar, Jumat (19/6).
Kontingen KTNA Kota Denpasar akan mengikuti sejumlah cabang kegiatan dan lomba dalam ajang nasional tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan semangat para peserta yang akan berlaga membawa nama Bali di tingkat nasional.
“Terima kasih atas kerja keras dan semangat seluruh kontingen KTNA Kota Denpasar. Tampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas agar dapat meraih hasil yang membanggakan,” ujar Jaya Negara.
Ia menambahkan, selain mengejar prestasi, pelaksanaan Penas juga diharapkan menjadi sarana bertukar informasi dan pengalaman dengan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami berharap melalui Penas ini para peserta dapat memperluas wawasan dan membawa pulang berbagai inovasi yang dapat dikembangkan di Kota Denpasar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KTNA Kota Denpasar, I Wayan Merta Jiwa, menjelaskan bahwa kontingen Kota Denpasar berjumlah delapan orang yang dipercaya mewakili Provinsi Bali pada Penas XVII Tahun 2026 di Gorontalo.
Adapun cabang yang diikuti meliputi lomba peragaan hasil olahan kakul, asah terampil, dan unjuk tangkas.
“Kami berharap Penas ini menjadi momentum penguatan kapasitas anggota KTNA Kota Denpasar, baik dalam pengembangan teknologi, usaha pertanian, peternakan, perikanan, maupun pengolahan hasil, sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan KTNA di seluruh Indonesia,” ungkap Wayan Merta.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi wadah pertukaran informasi mengenai pengembangan tanaman, peternakan, dan perikanan yang berpotensi diterapkan di wilayah Kota Denpasar. (arm/humasdps)

