BerandaDaerahHIPPI Bali Gandeng Fame Hotel Gelar Sunday Market, Jadi Laboratorium UMKM Naik...

HIPPI Bali Gandeng Fame Hotel Gelar Sunday Market, Jadi Laboratorium UMKM Naik Kelas

Banjir Apresiasi dan Dukungan dari Wakil Rakyat di DPR RI dan DPD RI

Foto: Suasana keseruan Sunday Market HIPPI Bali di Fame Hotel Sunset Road, Kuta, Minggu (31/5/2026).

Badung, KabarBaliSatu

DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Bali berkolaborasi Fame Hotel kembali menggelar Sunday Market HIPPI Bali bertajuk “Calling For All Community Vespa Bali, Sunday Market HIPPI Bali, Pribumi Berkarya Indonesia Jaya” di Fame Hotel Sunset Road, Kuta, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan yang mempertemukan pelaku UMKM, komunitas Vespa, pihak perbankan, dan berbagai mitra strategis ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang sehat sekaligus mendorong UMKM Bali agar semakin berkembang dan berdaya saing.

Acara yang dihadiri langsung Ketua DPD HIPPI Provinsi Bali, Dr. Gung Tini Gorda, tersebut merupakan kolaborasi antara HIPPI Bali, Fame Hotel, GTS Institute, Sekretariat Nasional Keris Indonesia (SNKI) Provinsi Bali, serta komunitas Vespa Bali.

Istimewanya acara juga dihadiri Anggota DPD RI Perwakilan Bali Arya Wedakarna (AWK) dan Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih (Demer).

Selain menghadirkan puluhan UMKM, Sunday Market HIPPI Bali juga diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti Senam Janger Emas Perdikas dari Guru SMP Nasional dan Guru SMK Teknologi Nasional, Talk Show Kesehatan, Talkshow Keris, UMKM Talks, Fashion Show dari Jegeg Bagus Undiknas serta penampilan Line Dance dari ILDI Bali yang memberikan nuansa edukatif sekaligus hiburan bagi para pengunjung.

Acara ini juga menjadi kesempatan emas bagi UMKM untuk mempromosikan produk mereka dan membangun jejaring relasi bisnis dengan Business Matching bersama Anggota DPD RI dan Anggota DPR RI.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD HIPPI Provinsi Bali, Dr. Gung Tini Gorda menegaskan bahwa Sunday Market merupakan salah satu program unggulan HIPPI Bali yang dirancang sebagai wadah ekosistem UMKM untuk belajar, bertumbuh, dan menguji kesiapan produk mereka di pasar.

“Sunday Market menjadi wadah bagi UMKM untuk menguji pasar. Mereka belajar bagaimana menampilkan produk dengan baik, memahami kebutuhan konsumen, hingga menerima masukan langsung dari pengunjung. Dengan begitu, produk-produk yang dihasilkan akan semakin terkurasi dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berjualan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan penguatan jejaring usaha. Konsep penyelenggaraan yang berpindah-pindah lokasi sengaja dilakukan untuk memperluas kolaborasi dan membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para pelaku UMKM.

“Sunday Market di Bali terus berpindah tempat sesuai dengan mitra yang kami ajak berkolaborasi. Kali ini kami bekerja sama dengan Fame Hotel dan SNKI Bali sehingga semakin banyak UMKM yang bisa terlibat. Ke depan, kami akan terus melakukan klasterisasi UMKM agar mereka dapat saling belajar, saling mendukung, dan berkembang bersama,” katanya.

Gung Tini juga menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Menurutnya, peluang usaha sebenarnya sangat terbuka lebar, namun banyak pelaku usaha yang belum mendapatkan edukasi dan advokasi yang memadai untuk bisa berkembang secara optimal.

“Sering kali ketika produk UMKM belum memenuhi standar pasar, tidak ada kesabaran untuk mendampingi dan mengedukasi mereka. Akibatnya, pelaku UMKM kehilangan motivasi. Padahal yang mereka butuhkan adalah pendampingan, akses pasar, dan dukungan agar transaksi bisa terjadi. Dari situlah semangat untuk terus memperbaiki kualitas usaha akan tumbuh,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa salah satu agenda penting dalam Sunday Market kali ini adalah pelaksanaan business matching yang melibatkan lembaga keuangan dan para pelaku usaha. Melalui program tersebut, HIPPI Bali berharap tercipta lebih banyak kolaborasi dan transaksi antar tenant yang hadir.

“Kami ingin ekonomi bergerak dari dan untuk UMKM itu sendiri. Tenant yang hadir tidak hanya menunggu pembeli datang, tetapi juga bisa saling berinteraksi, berkolaborasi, bahkan melakukan business matching. Harapannya lahir kerja sama baru yang saling menguntungkan dan memperkuat ekosistem usaha lokal,” ungkapnya.

Gung Tini Gorda mengibaratkan proses membangun UMKM seperti membesarkan seorang anak yang membutuhkan perhatian, pembinaan, dan investasi jangka panjang.

“Membangun UMKM itu seperti membesarkan anak. Pada fase awal dibutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit agar mereka siap menghadapi pasar dan perubahan yang terjadi. Karena itu, berbicara tentang UMKM naik kelas tanpa pendampingan yang serius akan sulit diwujudkan. Kami ingin membangun semangat dan jiwa kewirausahaan mereka secara bertahap dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sunday Market, Ayu Evita Sari, menjelaskan bahwa kegiatan kali ini menghadirkan 26 UMKM dari berbagai sektor usaha. Produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari makanan dan minuman, fesyen, sandal, hingga berbagai aksesori karya pelaku usaha lokal Bali.

“Sunday Market kali ini menghadirkan 26 UMKM dengan berbagai produk unggulan. Ada UMKM food and beverage, produk pakaian, sandal, aksesori, dan berbagai produk kreatif lainnya. Kami juga menggandeng sejumlah perbankan seperti J Trust Bank dan BPR Utama untuk memperluas dukungan terhadap pelaku UMKM,” ujarnya.

Menurut Ayu, kolaborasi dengan komunitas Vespa menjadi salah satu daya tarik utama dalam pelaksanaan Sunday Market kali ini. Tidak hanya menghadirkan komunitas pecinta skuter klasik tersebut, panitia juga mengemas kegiatan dengan konsep kreatif melalui peragaan busana yang melibatkan Jegeg Bagus dan komunitas Vespa.

“Komunitas Vespa bersama Jegeg Bagus akan memfashion show-kan produk-produk UMKM yang ada di sini. Kami ingin memberikan ruang promosi yang lebih menarik sehingga produk-produk UMKM bisa lebih dikenal oleh masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Sunday Market merupakan program rutin HIPPI Bali yang digelar secara berpindah-pindah lokasi untuk memperluas jangkauan promosi UMKM.

“Setiap bulan kami mengadakan Sunday Market sebanyak dua kali dan lokasinya selalu berpindah-pindah. Kali ini kami berkolaborasi dengan Fame Hotel. Jadi di mana ada peluang kolaborasi dan dukungan, di situlah kami hadir untuk mengadakan Sunday Market,” ungkap Ayu.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah membantu UMKM Bali naik kelas melalui promosi, pendampingan, dan perluasan jaringan usaha.

“Harapan kami tentu agar UMKM Bali bisa naik kelas. Melalui Sunday Market ini kami ingin memberikan ruang promosi, memperkuat jejaring, sekaligus membantu memperkuat keberadaan UMKM lokal agar semakin berkembang,” ujarnya.

Dukungan terhadap pengembangan UMKM lokal juga datang dari pihak tuan rumah. General Manager Fame Hotel Sunset Road Bali, Nika Aristya Puji Astuti, mengatakan Sunday Market menjadi momentum pertama bagi Fame Hotel untuk berkolaborasi secara langsung dengan para pelaku UMKM dan pengusaha produk lokal Bali.

“Sunday Market ini merupakan yang pertama kali kami adakan di Fame Hotel Sunset Road Bali. Tujuannya adalah membangun kolaborasi dengan UMKM dan para pelaku usaha produk lokal. Ke depan kami berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut sehingga produk-produk lokal Bali semakin dikenal oleh para tamu hotel maupun masyarakat luas,” ujar Nika.

Ia menjelaskan, keberadaan Sunday Market di lingkungan hotel diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung untuk mengenal sekaligus menikmati berbagai produk unggulan Bali.

“Kami berharap masyarakat dari kawasan Kuta, Legian, hingga Seminyak dapat datang, menyaksikan berbagai pertunjukan yang ditampilkan, sekaligus mencicipi dan membeli produk-produk lokal yang dipamerkan. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan pelaku UMKM, tetapi juga memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi lokal,” katanya.

Lebih lanjut, Nika mengungkapkan bahwa komitmen Fame Hotel terhadap produk lokal sebenarnya telah diterapkan dalam operasional sehari-hari. Berbagai kebutuhan hotel, khususnya untuk sektor kuliner, selama ini telah melibatkan produk dan pemasok lokal Bali.

“Selama ini kami sudah menggunakan berbagai produk lokal, mulai dari beras hingga sayuran yang kami peroleh dari petani lokal. Untuk welcome snack tamu, kami juga menggunakan pie susu dan berbagai produk khas Bali lainnya. Produk-produk tersebut juga kami pasarkan melalui store hotel sebagai bagian dari upaya memperkenalkan produk lokal kepada wisatawan,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan yang lebih konkret, Fame Hotel juga berencana menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya secara bergantian di area hotel.

“Kami ingin membantu teman-teman UMKM tidak hanya saat ada event seperti Sunday Market, tetapi juga secara berkelanjutan. Nantinya kami akan menyediakan area khusus di lobi hotel sehingga para pelaku usaha bisa bergantian memasarkan produk kerajinan maupun produk makanan mereka kepada para tamu yang menginap,” ungkap Nika.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari kontribusi nyata Fame Hotel dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Bali melalui penguatan dan promosi produk-produk lokal.

“Harapan kami, Fame Hotel bisa semakin berkontribusi kepada masyarakat Bali dengan mengangkat dan memperkenalkan produk-produk lokal kepada pasar yang lebih luas. Kami percaya UMKM adalah salah satu kekuatan utama ekonomi Bali yang perlu terus didukung bersama,” tutupnya.

Partisipasi dalam Sunday Market juga datang dari Sekretariat Nasional Keris Indonesia (SNKI) Korwil Bali. Ketua SNKI Korwil Bali, Pande Made Sabar, mengatakan keterlibatan pihaknya merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM berbasis kerajinan dan warisan budaya lokal.

“Dalam kegiatan ini, SNKI Bali diajak ikut berpartisipasi meramaikan pameran sekaligus memasarkan produk-produk yang kami hasilkan. Kebetulan saya sendiri juga merupakan pengrajin keris di Bali. Kami berharap ke depan dapat terus dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan seperti ini untuk memamerkan produk UMKM Bali, khususnya keris,” ujarnya.

Menurutnya, Bali memiliki banyak pengrajin keris yang masih aktif melestarikan tradisi pembuatan pusaka tersebut. Karena itu, kehadiran SNKI dalam Sunday Market juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai proses pembuatan keris yang sarat nilai seni, budaya, dan spiritualitas.

“Di sini kami mengedukasi masyarakat tentang bagaimana proses pembuatan keris. Bahan-bahan yang digunakan antara lain besi, nikel, dan baja yang kemudian diolah melalui teknik penempaan hingga menghasilkan karya yang indah dan bernilai tinggi,” katanya.

Pande Made Sabar menjelaskan bahwa pembuatan keris di Bali tidak hanya mengandalkan keterampilan teknis, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.

“Dalam tradisi Bali, pembuatan keris dilakukan berdasarkan hari baik. Mulai dari proses penempaan, penyepuhan hingga tahap akhir dilakukan pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Setelah selesai, keris juga didoakan kembali. Karena bagi kami, keris tidak bisa dipisahkan dari nilai spiritualitas yang menyertainya,” jelasnya.

Ia menambahkan, minat masyarakat terhadap keris terus meningkat, termasuk di kalangan generasi muda. Indonesia sendiri memiliki tiga rumpun besar keris, yakni rumpun Jawa, Melayu, dan Bali-Lombok yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri.

“Yang menggembirakan, generasi muda di Bali mulai banyak yang menyukai keris, baik sebagai bagian dari busana adat maupun sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya. Melalui pameran ini kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang filosofi keris sekaligus bagaimana cara merawatnya dengan benar,” ungkapnya.

Dukungan terhadap program Sunday Market yang diinisiasi oleh HIPPI Bali mendapat dukungan dari DPR RI, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Sunday Market HIPPI Bali. Menurut Demer, kegiatan tersebut membuktikan bahwa sinergi antara pelaku usaha pariwisata dan UMKM dapat menciptakan ruang ekonomi baru yang saling menguntungkan.

“Di sini terjadi kreativitas kolaborasi antara pengelola hotel dengan UMKM kita. Ini yang saya harapkan sejak lama, bagaimana sektor pariwisata tidak berjalan sendiri, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha lokal,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Bali tersebut.

Demer mengungkapkan, beberapa waktu lalu dirinya telah menyampaikan gagasan agar pemerintah daerah mendorong kebijakan yang mewajibkan hotel menyediakan ruang khusus bagi UMKM lokal untuk memamerkan produknya.

Menurutnya, hotel bintang tiga dapat menyediakan area minimal 2×2 meter, hotel bintang empat seluas 2×3 meter, dan hotel bintang lima sekitar 2×4 meter di area lobi atau bagian depan hotel.

“Tujuannya agar kepedulian terhadap UMKM tidak berhenti sebagai wacana. Produk-produk lokal dan nasional harus mendapatkan ruang yang layak untuk diperkenalkan kepada wisatawan,” tegas politisi berlatar belakang pengusaha itu.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada manajemen Fame Hotel yang telah membuka ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM melalui penyelenggaraan Sunday Market HIPPI Bali.

Demer menilai langkah tersebut akan memberikan manfaat timbal balik. Kehadiran UMKM tidak hanya membantu promosi produk lokal, tetapi juga berpotensi meningkatkan kunjungan dan aktivitas ekonomi di lingkungan hotel.

“Saya datang ke sini karena ada UMKM. Dari kegiatan seperti ini saya jadi mengenal lebih jauh Fame Hotel. Artinya, kolaborasi ini bersifat mutualistik dan menguntungkan semua pihak,” kata politisi senior Golkar dari Desa Kubutambahan itu.

Lebih jauh, Demer mendorong para pelaku UMKM Bali untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya. Menurutnya, Bali memiliki posisi strategis sebagai destinasi wisata internasional yang membuka peluang besar bagi UMKM untuk berkembang dan naik kelas.

“Bali adalah wilayah internasional. Kesempatan kita sangat besar. Mudah-mudahan UMKM kita bisa berkembang ke seluruh Bali, menembus pasar nasional, bahkan mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar politisi senior Partai Golkar itu.

Di akhir sambutannya, Demer mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus bekerja keras dan tidak berhenti berkreasi. Ia berharap setiap usaha yang dilakukan dapat membawa manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.

“Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, memberkati setiap langkah kita. Apa yang menjadi cita-cita pribadi maupun cita-cita bangsa dapat berjalan seiring dengan usaha dan kerja keras yang kita lakukan,” pungkasnya.

Dukungan juga terhadap Sunday Market ini juga datang dari DPD RI, Anggota DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa II atau yang akrab disapa AWK, menyatakan dukungan penuhnya terhadap program Sunday Market yang diselenggarakan DPD HIPPI Bali. Kehadiran AWK dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya HIPPI Bali dalam membangun ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali.

Dalam kesempatan itu, AWK mengaku terkesan dengan konsistensi HIPPI Bali yang terus menghadirkan ruang promosi dan pemasaran bagi para pengusaha lokal. Menurutnya, keberadaan HIPPI sebagai organisasi yang menghimpun pengusaha pribumi memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi nasional dan sejalan dengan program-program yang tengah didorong oleh negara maupun DPD RI.

“Saya sangat mendukung eksistensi HIPPI sebagai himpunan pengusaha pribumi. Ini juga selaras dengan program negara dan program DPD RI. Saya melihat HIPPI Bali merupakan organisasi yang sangat konsisten untuk terus eksis dan bergerak,” ujar AWK.

Ia mengungkapkan bahwa kehadirannya pada Sunday Market kali ini merupakan yang kedua kalinya. AWK bahkan memastikan akan terus mendukung berbagai agenda yang digelar HIPPI Bali di masa mendatang karena melihat perkembangan yang positif dari kegiatan tersebut.

“Ini kali kedua saya hadir dan saya yakin masih banyak event-event berikutnya yang akan digelar. Saya melihat ada perkembangan yang sangat baik dari kegiatan ini,” katanya.

Lebih jauh, AWK menilai produk-produk yang dipamerkan dalam Sunday Market memiliki karakter yang berbeda dibandingkan pameran pada umumnya. Selain berkualitas, banyak produk yang mengusung konsep organik serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya melihat kualitas produknya berbeda. Banyak yang organik dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Jadi meskipun harganya terjangkau, kualitasnya premium. Itu yang membedakan,” ungkapnya.

Menurut AWK, pengalaman menghadiri berbagai pameran di berbagai daerah membuatnya mampu melihat kualitas sebuah event dari produk-produk yang ditampilkan. Karena itu, ia menilai Sunday Market HIPPI Bali memiliki standar yang cukup tinggi.

“Saya sering sekali datang ke berbagai pameran, tetapi di sini produknya cukup berkualitas. Ini menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi pengembangan UMKM Bali,” tegasnya.

Selain mengapresiasi penyelenggaraan Sunday Market, AWK juga menegaskan komitmen DPD RI dalam mengawal berbagai kebijakan yang berpihak kepada UMKM. Menurutnya, sektor UMKM merupakan fondasi utama perekonomian nasional yang harus terus diperkuat melalui dukungan regulasi, akses pembiayaan, serta kemudahan perizinan usaha.

“UMKM kita dari DPD RI tentu kita dukung melalui berbagai regulasi dan kebijakan yang berpihak kepada UMKM. Banyak paket-paket kebijakan yang telah dan akan terus dikeluarkan negara untuk memperkuat sektor ini,” ujarnya.

AWK menjelaskan, pemerintah telah menghadirkan sejumlah program yang memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, salah satunya melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang membantu permodalan UMKM. Selain itu, berbagai kebijakan juga terus disiapkan untuk memberikan kemudahan di bidang perpajakan maupun legalitas usaha.

“Sudah sejak lama ada berbagai kebijakan seperti kredit KUR. Kemudian juga ada kemudahan pajak, serta regulasi yang kini semakin memudahkan pembentukan badan hukum, baik badan hukum perseorangan maupun badan usaha seperti CV dan PT,” jelasnya.

Menurut AWK, kemudahan tersebut menjadi langkah penting agar pelaku UMKM dapat naik kelas, memiliki legalitas yang jelas, serta lebih mudah mengakses pasar dan pembiayaan yang lebih luas.

Karena itu, ia mengajak para pelaku usaha untuk tetap optimistis dalam mengembangkan bisnisnya. Ia memastikan DPD RI bersama HIPPI akan terus mengawal aspirasi para pengusaha agar mendapatkan perhatian dalam setiap kebijakan yang dilahirkan pemerintah.

“Jadi tetap semangat. Kami akan terus mengawal dan memperjuangkan kepentingan UMKM bersama HIPPI, baik di tingkat pusat maupun di Bali. Kami ingin UMKM semakin kuat, semakin maju, dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” tegas AWK.

Melalui kegiatan seperti Sunday Market, AWK optimistis UMKM Bali akan semakin berkembang dan mampu menghadirkan produk-produk unggulan yang berkualitas, ramah lingkungan, serta memiliki daya saing tinggi. Dengan sinergi antara pemerintah, HIPPI, dan para pelaku usaha, UMKM Bali diyakini dapat terus tumbuh menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah maupun nasional.

Dengan semangat sinergi Pang Pade Payu, HIPPI Bali berharap Sunday Market tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mampu melahirkan UMKM tangguh, inovatif, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini