BerandaTokohNgurah Aryawan Serahkan Kursi Roda untuk Lansia, Dorong Akses Kesehatan bagi Warga...

Ngurah Aryawan Serahkan Kursi Roda untuk Lansia, Dorong Akses Kesehatan bagi Warga yang Membutuhkan

Denpasar, KabarBaliSatu

Di tengah padatnya aktivitas masyarakat perkotaan, kepedulian terhadap sesama tetap menjadi nilai yang penting untuk dijaga. Hal itu ditunjukkan Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Partai Gerindra, Ketut Ngurah Aryawan, S.H., yang turun langsung mengunjungi warga lanjut usia yang tengah mengalami gangguan kesehatan di Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat, Kamis (4/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ngurah Aryawan didampingi Babinsa Padangsambian Kaja, I Nyoman Anom Muliana. Bersama mereka turut hadir Owner dan Founder PT Arsa Mandiri, I Nyoman Sura Wibawa, yang memfasilitasi bantuan kursi roda untuk I Nyoman Rawa, warga kelahiran 1952 yang kini mengalami penurunan kondisi kesehatan dan keterbatasan mobilitas.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh keluarga. Di rumah sederhananya, I Nyoman Rawa tampak lebih banyak beristirahat di tempat tidur akibat kondisi fisik yang membuatnya sulit berjalan maupun berdiri secara mandiri.

Menurut keluarga, kondisi tersebut bermula sekitar dua bulan lalu ketika I Nyoman Rawa mengalami gangguan kesehatan akibat sakit asam lambung dan sempat menjalani perawatan di RSUD Wangaya, Denpasar. Meski telah mendapatkan penanganan medis, pemulihan kesehatannya belum berjalan optimal. Bahkan dalam sepekan terakhir, kemampuan fisiknya semakin menurun hingga tidak lagi mampu berjalan sendiri.

Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga yang selama ini merawatnya. Aktivitas sehari-hari yang sebelumnya dapat dilakukan secara mandiri kini harus dibantu oleh anggota keluarga. Karena itu, keberadaan kursi roda menjadi kebutuhan penting untuk membantu mobilitasnya.

Ngurah Aryawan mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi persoalan kesehatan. Ia menilai kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat tidak hanya untuk mendengar aspirasi, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi warga yang membutuhkan.

“Kami hadir untuk membantu semampu yang kami bisa. Mudah-mudahan kursi roda ini dapat membantu mobilitas Bapak Nyoman Rawa sehingga tidak terus-menerus berada di tempat tidur dan bisa lebih nyaman beraktivitas di rumah,” ujar Ngurah Aryawan.

Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus terus dipelihara sebagai bagian dari nilai-nilai yang telah lama mengakar di masyarakat Bali. Menurutnya, jabatan publik yang diemban tidak hanya mengandung tanggung jawab politik, tetapi juga tanggung jawab kemanusiaan.

Selain menyerahkan bantuan, Ngurah Aryawan juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan I Nyoman Rawa. Ia meminta keluarga untuk segera membawa yang bersangkutan kembali ke rumah sakit apabila kondisi kesehatannya belum menunjukkan perkembangan yang baik.

“Kalau kondisi sakitnya masih berlanjut atau semakin memburuk, saya sarankan segera dibawa kembali ke RSUD Wangaya untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. Jangan menunggu terlalu lama,” katanya.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk membantu memfasilitasi proses pengobatan apabila diperlukan, terutama bagi warga yang mengalami kendala dalam mengakses layanan kesehatan.

“Saya siap membantu dan memfasilitasi jika memang diperlukan. Yang terpenting warga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan penanganan yang cepat. Jangan sampai karena keterbatasan tertentu akhirnya pengobatan menjadi terhambat,” tegasnya.

Perhatian tersebut mendapat apresiasi dari keluarga yang selama ini berjuang merawat I Nyoman Rawa. Mereka mengaku merasa terbantu dan mendapatkan semangat baru di tengah kondisi yang sedang dihadapi.

Sementara itu, I Nyoman Sura Wibawa menyampaikan bahwa kegiatan sosial merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, keberhasilan dalam dunia usaha semestinya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar, khususnya bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab sosial. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, sudah sepatutnya kita bergerak bersama. Mudah-mudahan bantuan sederhana ini bisa memberikan manfaat bagi Bapak Nyoman Rawa dan keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus tetap dijaga di tengah perkembangan zaman, karena kepedulian dan kebersamaan menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.

Rasa haru juga disampaikan putra I Nyoman Rawa, I Wayan Wahyu Wirawan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Ngurah Aryawan, I Nyoman Anom Muliana, dan I Nyoman Sura Wibawa yang telah meluangkan waktu datang langsung ke rumah sekaligus memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan keluarganya.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ngurah Aryawan, Bapak I Nyoman Anom Muliana, dan Bapak I Nyoman Sura Wibawa. Bantuan kursi roda ini sangat membantu keluarga kami karena kondisi bapak saat ini memang mengalami kesulitan untuk bergerak dan beraktivitas,” katanya.

Menurut Wahyu Wirawan, selama beberapa waktu terakhir ayahnya lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur karena keterbatasan fisik yang dialami. Dengan adanya kursi roda tersebut, keluarga berharap mobilitas sang ayah dapat meningkat dan kualitas hidupnya menjadi lebih baik.

Di sisi lain, Babinsa Padangsambian Kaja, I Nyoman Anom Muliana, menilai sinergi antara pemerintah, wakil rakyat, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membantu warga yang sedang menghadapi kesulitan. Ia berharap semangat kepedulian seperti ini terus tumbuh sehingga bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara cepat dan tepat.

Kunjungan sosial tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui program berskala besar. Kehadiran langsung, perhatian, dan bantuan yang tepat sasaran sering kali menjadi hal yang paling berarti bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.

Bagi keluarga I Nyoman Rawa, bantuan kursi roda yang diterima bukan sekadar alat bantu mobilitas. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian, perhatian, dan semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat—sebuah pengingat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi cobaan yang sedang dijalani. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini