Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster serangkaian sosialisasi bagi pengusaha di sektor Hotel, Restoran, Kafe/Katering (Horeka) dan Daerah Tujuan Wisata (DTW) untuk mendukung optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Dharma Negara Alaya, Jumat (8/5/2026).
Badung, KabarBaliSatu
Pemerintah Kota Denpasar terus mempercepat langkah penanganan sampah dengan melibatkan seluruh elemen strategis, termasuk pelaku industri pariwisata. Melalui Dinas Pariwisata, Pemkot Denpasar mengumpulkan para pengusaha sektor hotel, restoran, kafe, katering (Horeka), hingga pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) dalam agenda penguatan pengolahan sampah berbasis sumber di Dharma Negara Alaya, Jumat (8/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi penegasan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan pariwisata Bali melalui tata kelola lingkungan yang lebih serius dan berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Kepala Pusdal LH Bali Nusra Ni Nyoman Santi, Kasubdit Penegakan Peraturan Lingkungan Hidup Kementerian LH Antonius Sarjanto, jajaran OPD, stakeholder, serta pelaku usaha pariwisata.
General Manager Prama Sanur Beach Hotel, IGB Surya Candra Sasmita, menegaskan bahwa sektor Horeka dan DTW siap mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurutnya, sebagian besar pelaku industri pariwisata sebenarnya telah memiliki standar pengelolaan limbah yang baik, meskipun masih perlu terus diperkuat.
Ia menyebut berbagai sertifikasi seperti ISO dan penghargaan Tri Hita Karana Award menjadi bukti bahwa isu lingkungan, termasuk pengelolaan sampah, telah menjadi bagian penting dalam tata kelola industri pariwisata Bali.
“Kami siap berkomitmen untuk pengolahan sampah berbasis sumber dan berterima kasih atas dukungan pemerintah dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar, Jaya Negara, mengapresiasi dukungan para pelaku usaha Horeka dan DTW yang dinilai menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan sektor pariwisata dalam menangani persoalan sampah.
Menurutnya, sektor Horeka dan DTW saat ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi Kota Denpasar. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing pariwisata.
Jaya Negara menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar kini terus menggencarkan pengolahan sampah berbasis sumber dengan menyasar berbagai sektor masyarakat dan dunia usaha. Upaya tersebut, katanya, tidak akan berhasil tanpa dukungan dan perubahan perilaku bersama.
“Kedepan kami akan melaksanakan audit pengolahan limbah seperti standar CHSE agar pengelolaan sampah di sektor pariwisata semakin optimal dan berkelanjutan,” katanya.
Di sisi lain, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan persoalan sampah kini menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara kolektif. Ia mengungkapkan sekitar 41 persen timbulan sampah di Bali berasal dari sektor pariwisata Horeka.
Karena itu, menurut Koster, pelaku usaha pariwisata tidak bisa lagi hanya bergantung pada pola lama pengelolaan sampah.
Ia mengapresiasi langkah-langkah pengendalian sampah yang dilakukan pemerintah daerah, termasuk capaian Kota Denpasar dalam pemilahan sampah yang disebut telah melampaui 80 persen sejak pengendalian ketat dilakukan pasca penutupan TPA Suwung.
“Sudah ada kemajuan signifikan. Ini harus terus ditingkatkan karena Bali yang bersih adalah kebutuhan agar masyarakat hidup sehat,” ujarnya.
Koster juga menyoroti kondisi TPA Suwung yang telah mengalami overload dan memicu persoalan lingkungan serius. Menurutnya, situasi itu harus menjadi momentum untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan lama dalam pengelolaan sampah.
“Kebiasaan nyaman harus diakhiri. Kita harus mengubah perilaku. Kalau pariwisata Bali mau dijaga berkelanjutan, maka persoalan sampah harus diselesaikan,” tegasnya.
Ia meminta seluruh pelaku usaha pariwisata mulai mengelola sampah secara mandiri di lingkungan usahanya masing-masing. Pengelolaan sampah, menurutnya, tidak boleh lagi sekadar mengandalkan program CSR, melainkan harus menjadi bagian dari biaya operasional utama perusahaan.
Usai memberikan arahan, Gubernur Wayan Koster bersama Wali Kota Jaya Negara dan Wakil Wali Kota Arya Wibawa turut meninjau stand inovasi dan kreativitas siswa dalam ajang Denpasar Education Festival (DEF) 2026 yang berlangsung di lokasi yang sama. (kbs)

