Foto: DPD PSI Kota Denpasar saat melaksanakan kegiatan pembagian buku cerita, buku tulis, dan alat tulis hasil donasi kepada anak-anak di Kampung Plastik kawasan TPST Monang Maning, Denpasar, Senin 4 Mei 2026.
Denpasar, KabarBaliSatu
Di tengah berkembangnya digitalisasi dan akses terhadap informasi yang kini menjadi semakin mudah dan cepat, di balik itu terdapat minat membaca, khususnya pada anak-anak, yang justru menjadi tantangan dan perlu mendapatkan perhatian bersama-sama.
Kebiasaan menonton video atau mendengarkan informasi secara instan lebih banyak dipilih, karena dianggap lebih praktis dan dapat dilakukan sambil menjalankan aktivitas lain. Namun fenomena ini tentu membawa dampak tersendiri terhadap pola belajar dan cara anak menerima informasi.
Arus informasi yang serba cepat dikhawatirkan dapat mengurangi kemampuan anak dalam membangun daya pikir kritis, memahami informasi secara mendalam, serta membiasakan diri untuk menganalisis dan menyaring informasi yang diterima.
Berangkat dari kondisi tersebut, DPD PSI Kota Denpasar di bawah kepemimpinan Made Oka Cahyadi Wiguna pada tanggal 4 Mei 2026 melaksanakan kegiatan pembagian buku cerita, buku tulis, dan alat tulis hasil donasi kepada anak-anak di Kampung Plastik kawasan TPST Monang Maning, Denpasar.
Kegiatan ini mengusung tema “Mari Berbagi Mimpi Lewat Lembar Cerita” sebagai ajakan untuk kembali menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini sekaligus memperingati momentum Hari Pendidikan Nasional.
A.A. Sagung Mirah Ariswari, selaku Biro Perlindungan Perempuan dan Anak DPD PSI Kota Denpasar, menyampaikan bahwa Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga tentang membentuk karakter, empati, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis anak-anak di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, buku bukan hanya media pembelajaran di sekolah, tetapi juga sarana untuk melatih imajinasi dan membangun pola pikir anak.
“Melalui membaca, anak-anak belajar memahami cerita, mengenal nilai kehidupan, serta membangun pola pikir yang lebih kritis dan kreatif. Di tengah derasnya arus informasi digital, budaya membaca tetap perlu dijaga agar anak-anak tidak hanya cepat menerima informasi, tetapi juga mampu memahami dan menyaringnya dengan baik,” ujarnya.
Mirah menambahkan bahwa Hari Pendidikan Nasional juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
“Hari Pendidikan Nasional juga tentang bagaimana kita bersama-sama mendukung anak-anak agar berani bermimpi. Dari satu buku cerita, kita bisa menanamkan harapan, rasa ingin tahu, dan semangat pada anak-anak,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa membangun kebiasaan membaca bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah, tetapi juga peran penting orang tua di rumah. Membacakan cerita sederhana dapat menjadi cara membangun kedekatan emosional bagi anak.
“Meluangkan waktu membaca bersama juga dapat menjadi momen kebersamaan yang berharga dalam keluarga,” tutupnya.
Herdian Armandhani, SE., Biro Aksi Sosial dan Perlindungan Lingkungan Hidup DPD PSI Kota Denpasar, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa Hari Pendidikan menjadi momen strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan nasional serta mendorong semangat belajar dan inovasi di kalangan generasi muda.
“Pendidikan bukan hanya soal sekolah dan pengajaran, tetapi juga tentang membentuk karakter, meningkatkan kualitas hidup, dan membuka peluang bagi kemajuan sosial dan ekonomi. Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momen krusial untuk merefleksikan sejauh mana bangsa ini telah mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 1945,” ujarnya.
Ia juga berharap pendidikan di Indonesia ke depan semakin berkualitas dan mampu menjangkau seluruh anak didik di berbagai daerah tanpa terkecuali.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keceriaan melalui interaksi langsung, permainan ringan, dan pembagian donasi buku serta perlengkapan sekolah kepada anak-anak.
Diharapkan kegiatan sederhana ini dapat menjadi langkah kecil dalam membangun kembali semangat literasi dan menghadirkan ruang tumbuh yang lebih positif bagi anak-anak.
Melalui kegiatan ini pula, masyarakat diajak untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan dan perkembangan anak, karena setiap lembar cerita yang dibaca hari ini dapat menjadi awal dari mimpi besar mereka di masa depan. (kbs)

