BerandaDaerahBupati Satria Turun Tangan: Lunasi Sewa Kos hingga Siapkan Rumah Layak untuk...

Bupati Satria Turun Tangan: Lunasi Sewa Kos hingga Siapkan Rumah Layak untuk Warga Nusa Penida

Foto: Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ketua TP-PKK Ny. Eva Satria saat mengunjungi rumah warga di kawasan Banjar Pegending, Kabupaten Klungkung, Senin (4/5/2026).

Klungkung, KabarBaliSatu

Di sebuah kamar kos sederhana di kawasan Banjar Pegending, Kabupaten Klungkung, harapan itu kembali mengetuk pintu kehidupan Ni Wayan Suathi (51). Senin (4/5/2026), Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ketua TP-PKK Ny. Eva Satria, didampingi komunitas Peduli Yatim Piatu (PYP) Group, datang membawa lebih dari sekadar bantuan—mereka membawa kepastian di tengah ketidakpastian.

Ni Wayan Suathi, seorang buruh tani asal Nusa Penida, menjalani hari-hari berat sebagai ibu tunggal. Ia menghidupi dua anaknya di tengah keterbatasan ekonomi yang kian menekan. Kondisi semakin rumit karena ia harus merawat putri sulungnya yang berusia 21 tahun dan membutuhkan perhatian khusus, sehingga tak selalu bisa bekerja. Sementara putra keduanya, yang baru lulus SMP, terpaksa menunda mimpi melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya.

Bantuan yang disalurkan hari itu berupa dua paket sembako dan dana pendidikan sebesar Rp1,6 juta dari PYP Group. Tak berhenti di situ, Bupati I Made Satria secara pribadi turut memberikan dua paket sembako tambahan serta bantuan tunai Rp1 juta.

Namun, yang paling berarti bukan hanya angka bantuan, melainkan langkah konkret yang diambil. Saat mengetahui keluarga ini terancam kehilangan tempat tinggal akibat tunggakan sewa kos, Bupati Satria langsung berkomitmen melunasi biaya tersebut agar mereka tetap memiliki atap untuk berlindung sementara waktu.

Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Klungkung juga menyiapkan program rehabilitasi rumah di atas lahan milik Ni Wayan Suathi di Desa Pejukutan, Nusa Penida. Harapannya, keluarga ini nantinya dapat kembali ke rumah yang lebih layak dan aman untuk ditinggali.

Perhatian juga diarahkan pada masa depan anak-anaknya. Putra kedua Ni Wayan Suathi direncanakan akan difasilitasi untuk tinggal di asrama sekaligus melanjutkan pendidikan, membuka peluang baru yang selama ini tertutup oleh keadaan.

Langkah ini menjadi penegasan bahwa kehadiran pemerintah tidak sekadar simbolik. Bupati I Made Satria menunjukkan bahwa kebijakan bisa hadir dalam bentuk empati, dan kepemimpinan bisa diwujudkan lewat tindakan nyata—menyentuh langsung kehidupan warga yang paling membutuhkan, sekaligus mengembalikan harapan akan hidup yang lebih layak dan bermartabat. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini