BerandaDaerahRitual Spiritual Nasional di Bali, Gubernur Koster Tekankan Kekuatan Doa untuk Masa...

Ritual Spiritual Nasional di Bali, Gubernur Koster Tekankan Kekuatan Doa untuk Masa Depan Pulau Dewata

Spirit Doa Lintas Nusantara Menguat di Bali, Gubernur Koster: Jaga Kesucian dan Harmoni

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster saat menghadiri kegiatan Doa Puasa Ester Nasional (DOPEN) 2026 bertajuk Excellent Spirit di Jimbaran, Badung, Senin (28/4/2026).

Badung, KabarBaliSatu

Gubernur Bali, Wayan Koster, secara resmi membuka kegiatan Doa Puasa Ester Nasional (DOPEN) 2026 bertajuk Excellent Spirit di Jimbaran, Badung, Senin (28/4/2026). Agenda spiritual berskala nasional ini menjadi momentum lintas umat untuk memanjatkan doa bagi kedamaian dan kesejahteraan Pulau Bali.

Dalam sambutannya, Koster menyoroti kekuatan spiritual yang lahir dari praktik puasa selama tiga hari yang dijalani para peserta. Ia menilai, doa bersama tersebut bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan Bali.

“Seluruh peserta berpuasa selama tiga hari dengan tujuan mulia, mendoakan Bali agar tetap aman, sejahtera, dan selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ujarnya.

Menurutnya, semangat kolektif ini sejalan dengan arah pembangunan Bali yang menitikberatkan pada keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan. Ia meyakini, harmoni tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga Bali tetap lestari sekaligus berdaya saing.

Koster juga menyampaikan apresiasi atas dukungan doa dari para peserta yang datang dari berbagai daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, keharmonisan sosial, serta kelestarian budaya dan lingkungan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya. Mari kita jaga Bali agar semakin maju, harmonis, dan sejahtera,” tegasnya.

Tak hanya itu, Koster juga menyampaikan refleksi dengan membuka ruang evaluasi terhadap jalannya pemerintahan. Ia memohon maaf jika masih terdapat kekurangan dalam pelayanan publik yang dijalankan.

Kegiatan DOPEN 2026 diikuti oleh 402 peserta dari 24 provinsi di Indonesia dan berlangsung selama empat hari, dari 28 April hingga 1 Mei 2026. Ketua panitia, Noni Helda, menjelaskan bahwa para peserta menjalani doa puasa selama 24 jam penuh tanpa makan dan minum selama tiga hari berturut-turut.

Menurut Helda, praktik spiritual tersebut menjadi simbol pengabdian sekaligus doa bersama bagi bangsa dan Pulau Bali. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Bali yang membuka langsung kegiatan tersebut.

“Ini adalah bentuk cinta dan doa kami untuk Bali dan Indonesia,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap nilai-nilai toleransi dan kebersamaan lintas umat dapat terus diperkuat sebagai fondasi menjaga Bali tetap damai, suci, dan dihormati dunia. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini