BerandaDaerahMomen Langka Gubernur Koster Menjadi Sopir Shuttle Bus di Kawasan Suci Besakih,...

Momen Langka Gubernur Koster Menjadi Sopir Shuttle Bus di Kawasan Suci Besakih, Pemedek Tersenyum Haru Dilayani Murdaning Jagat Bali

Pemimpin Sejati Melayani dengan Hati!

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster, Murdaning Jagat Bali menjadi driver shuttle bus melayani pemedek yang hendak sembahyang pada Kamis (23/4/2026) beberapa saat jelang penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026.

Karangasem, KabarBaliSatu

Kabut tipis masih menggantung di lereng Gunung Agung ketika langkah demi langkah para pemedek mulai memenuhi kawasan suci Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem. Di tengah suasana khusyuk itu, ada pemandangan tak biasa yang membuat banyak orang tersenyum haru.

Pada Kamis siang (23/4/2026) beberapa saat jelang penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026, seorang pria berbaju sederhana tampak duduk di balik kemudi shuttle bus yang mengantar para pemedek menuju area utama pura. Ia menyapa satu per satu penumpang dengan hangat, sesekali melempar senyum dan berbincang ringan sepanjang perjalanan.

Tak sedikit pemedek yang terkejut ketika menyadari sosok sopir tersebut adalah Gubernur Bali, Wayan Koster, Murdaning Jagat Bali.

Momen langka itu menjadi gambaran sederhana tentang arti kepemimpinan yang melayani dengan hati. Tanpa sekat protokoler yang kaku, Gubernur Koster turun langsung mengantar masyarakat yang hendak tangkil dan bersembahyang di Pura Agung Besakih.

“Rasanya tidak menyangka disupiri langsung Pak Gubernur,” ujar salah satu pemedek dengan wajah sumringah. Suasana di dalam shuttle bus pun terasa hangat dan penuh kekeluargaan.

Program shuttle bus gratis dan mobil listrik di kawasan Besakih sendiri kini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran layanan tersebut mempermudah akses pemedek dari area parkir menuju kawasan utama pura. Perjalanan menjadi lebih nyaman, tertib, dan efisien, terutama bagi lansia maupun pemedek yang membawa perlengkapan sembahyang.

Program yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Bali itu perlahan mengubah pengalaman tangkil ke Besakih menjadi lebih ramah dan manusiawi. Tidak lagi melelahkan, perjalanan menuju pura kini terasa lebih tenang dan teratur.

Di balik kemegahan Pura Agung Besakih, momen sederhana ketika seorang gubernur memilih duduk di kursi sopir shuttle bus justru meninggalkan kesan mendalam. Sebab bagi banyak pemedek, kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan dan kekuasaan, melainkan tentang kerendahan hati untuk hadir dan melayani masyarakat secara langsung.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, momen itu menjadi pengingat bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang mau turun ke bawah, menyapa rakyatnya dengan tulus, dan bekerja dengan hati. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini