Foto: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Koster saat menghadiri Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali di Gedung Ketut Maria, Kabupaten Tabanan, Jumat (10/4/2026).
Tabanan, KabarBaliSatu
Upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan terus diperkuat Tim Penggerak PKK Provinsi Bali melalui program Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi”. Inisiatif ini tak sekadar menjadi ruang transaksi, tetapi juga menjelma sebagai jembatan solidaritas sosial lintas daerah.
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Koster, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melibatkan seluruh Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Bali, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian sosial.
“Kami ingin setiap daerah ikut hadir, membawa paket bantuan, dan langsung menyentuh masyarakat di lokasi kegiatan. Ini bukan hanya soal belanja, tapi tentang berbagi,” ujarnya.
Dalam skema tersebut, setiap pelaksanaan pasar rakyat di satu kabupaten turut dihadiri perwakilan PKK dari daerah lain yang membawa bingkisan untuk masyarakat setempat. Model kolaboratif ini menjadi yang pertama kali diterapkan dan dinilai mampu memperluas jangkauan bantuan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia.
Kegiatan ini disampaikan Putri Koster saat menghadiri Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali di Gedung Ketut Maria, Kabupaten Tabanan, Jumat (10/4/2026). Ia juga menegaskan bahwa program ini akan digelar bergilir di seluruh kabupaten/kota sepanjang 2026.
Dari sisi pembiayaan, Pemerintah Provinsi Bali menanggung anggaran utama, sementara daerah tuan rumah bertugas menyiapkan sarana, menghadirkan pelaku usaha—mulai dari petani hingga UMKM—serta memastikan kehadiran pembeli.
Untuk mempercepat perputaran ekonomi, Putri Koster juga mendorong keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) agar aktif berbelanja langsung di pasar rakyat. Langkah ini diharapkan memotong rantai distribusi dan mempertemukan produsen dengan konsumen secara langsung.
“Mari kita bergerak bersama, menghidupkan potensi desa, kecamatan, hingga kabupaten di seluruh Bali,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan, Budiasih Dirga, menyambut positif kehadiran program tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi suntikan energi baru bagi perekonomian daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan Bali.
Tabanan sendiri memiliki kekuatan di sektor pertanian dan perkebunan, sekaligus didukung pelaku UMKM yang bergerak di bidang kerajinan seperti keramik dan anyaman—semuanya turut meramaikan pasar rakyat kali ini.
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Provinsi Bali menyalurkan 100 paket bantuan berisi total 2 ton beras, 6.000 butir telur, serta 100 liter minyak kelapa. Total anggaran kegiatan, termasuk fasilitas pendukung seperti tenda dan panggung, mencapai Rp208 juta.
Antusiasme masyarakat pun terlihat dari nilai transaksi yang hingga siang hari telah menembus Rp251 juta dan masih terus bergerak. Selain bantuan dari provinsi, paket tambahan juga datang dari TP PKK kabupaten/kota se-Bali dengan jumlah yang beragam.
Melibatkan berbagai sektor—mulai dari sembako, hasil pertanian, peternakan, perikanan hingga produk olahan—pasar rakyat ini diharapkan menjadi katalis kebangkitan ekonomi lokal. Lebih dari itu, program ini membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi berbasis masyarakat di Bali. (kbs)

