Foto: Suasana ribuan umat Hindu memadati kawasan Pura Ulun Danu Batur pada Rabu (8/4/2026).
Bangli, KabarBaliSatu
Ribuan umat Hindu memadati kawasan Pura Ulun Danu Batur pada Rabu (8/4/2026), bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi (Buda Kliwon Sinta). Kehadiran pamedek dari berbagai kabupaten/kota di Bali ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Ngusaba Kedasa yang tengah berlangsung.
Sejak pagi hari, arus kedatangan umat terus meningkat. Kepadatan pun tak terhindarkan, terutama di jalur menuju pura. Meski demikian, pengaturan lalu lintas oleh pecalang yang bersinergi dengan aparat kepolisian membuat situasi tetap terkendali dan relatif lancar.
Tak hanya di luar area pura, pengaturan juga dilakukan secara ketat di dalam kawasan suci. Mulai dari nista mandala, madya mandala, hingga utamaning mandala, pecalang mengatur alur keluar-masuk pamedek guna memastikan prosesi persembahyangan berjalan tertib. Hasilnya, umat tetap dapat ngaturang bhakti dengan khusyuk di tengah tingginya jumlah kehadiran.
Lonjakan pamedek ini dibenarkan oleh Sinoman Pura Ulun Danu Batur, Guru Made Revolusi. Ia menyebutkan bahwa Hari Raya Pagerwesi menjadi salah satu momentum dengan tingkat kunjungan umat yang jauh lebih tinggi dibanding hari-hari sebelumnya.
“Hari ini memang sangat ramai. Jika dibandingkan hari-hari sebelumnya, jumlah pamedek jauh lebih sedikit,” ujarnya.
Suasana religius semakin semarak dengan kehadiran Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Karangasem yang melaksanakan bakti penganyar dalam rangkaian Karya Ngusaba Kedasa. Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna dan Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa tampak hadir bersama jajaran perangkat daerah masing-masing.
Tak hanya persembahyangan, umat juga turut ngaturang ayah melalui berbagai bentuk kesenian sakral seperti tari rejang, baris, hingga topeng, yang menambah kekhidmatan sekaligus kemegahan upacara.
Di sisi lain, panitia karya terus mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kawasan pura. Pamedek diimbau untuk membersihkan sisa sarana persembahyangan setelah sembahyang dan menempatkannya pada lokasi yang telah disediakan.
“Untuk menjaga pura tetap resik dan nyaman, kami mengajak pamedek secara mandiri membersihkan sisa bunga maupun sarana lainnya,” ujar Jro Dalang, salah satu prawartaka karya.
Sebagai langkah tambahan, panitia juga menyiagakan petugas khusus untuk membersihkan asagan atau tempat meletakkan banten.
Sebagai informasi, puncak Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur telah dilaksanakan pada 2 April 2026, dengan masa nyejer selama 11 hari, menjadikan rangkaian upacara ini sebagai salah satu momentum spiritual terbesar bagi umat Hindu di Bali. (kbs)

