Foto: Ilustrasi Program Satu Keluarga Satu Sarjana.
Denpasar, KabarBaliSatu
Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas pendidikan di Bali guna mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-28 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di DPRD Bali, Rabu (25/3). Koster menekankan, sektor pendidikan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Pendidikan adalah kunci untuk melahirkan SDM unggul yang akan menentukan masa depan Bali,” tegasnya.
Akses Pendidikan Kian Meningkat
Pemprov Bali mencatat capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan SMA/SMK telah mencapai 94 persen. Meski tergolong tinggi, Koster menilai masih ada sekitar 6 persen lulusan SMP yang belum melanjutkan pendidikan.
Untuk itu, pemerintah akan melakukan pendataan ulang guna memastikan seluruh lulusan SMP mendapatkan akses pendidikan lanjutan.
“Kita ingin tidak ada anak Bali yang tertinggal dalam pendidikan,” ujarnya.
Program SDM Bali Unggul
Koster juga menyiapkan pelaksanaan program SDM Bali Unggul sebagai upaya sistematis meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini menjadi payung berbagai inisiatif pendidikan, termasuk penguatan akses dan kualitas pembelajaran.
Satu Keluarga Satu Sarjana
Salah satu program unggulan yang terus diperluas adalah “Satu Keluarga Satu Sarjana”. Pada 2025, dari sekitar 1.500 pendaftar, sebanyak 500 peserta dari keluarga kurang mampu berhasil difasilitasi oleh Pemprov Bali, sementara sisanya mengikuti program pemerintah pusat.
Melihat antusiasme tinggi, program ini akan digencarkan kembali pada 2026 dengan target mencapai 2.000 peserta.
“Anak-anak kita sangat terbantu dengan program ini. Ini investasi besar untuk masa depan Bali,” kata Koster.
Aksara Bali Masuk Dunia Digital
Selain peningkatan akses pendidikan, Pemprov Bali juga memperluas penggunaan keyboard aksara Bali di lingkungan pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi digital.
Penguatan Nilai Kebangsaan
Di sisi lain, kualitas penyelenggaraan Bulan Bung Karno juga akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari penguatan karakter dan nilai kebangsaan generasi muda Bali.
Koster menegaskan, pembangunan pendidikan di Bali tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter berbasis budaya dan nilai luhur.
“Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakar pada budaya Bali,” pungkasnya. (kbs)

