Foto: Gubernur Bali Wayan Koster (kanan) bersama Muruarar Sirait saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Susun MBR di Sesetan, pada Senin (16/3/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali memperkuat sinergi dalam penyediaan hunian layak melalui rencana pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal ini ditandai dengan peninjauan lokasi pembangunan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Senin (16/3/2026).
Peninjauan dilakukan di lahan milik Pemprov Bali seluas 3.328 meter persegi yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan. Proyek ini menjadi solusi strategis atas keterbatasan lahan di kawasan perkotaan sekaligus menjawab kebutuhan hunian vertikal yang layak dan terjangkau.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP mengusulkan agar rusun yang akan dibangun dapat diprioritaskan bagi para seniman Bali. Usulan ini dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap peran seniman dalam menjaga warisan budaya serta mendukung sektor pariwisata Pulau Dewata.
Rencana pembangunan mencakup satu tower Rusun Arunika tipe 36 dengan total 60 unit hunian, termasuk dua unit yang dirancang khusus bagi penyandang disabilitas. Selain mengedepankan fungsi hunian, bangunan ini juga akan mengusung desain berbasis kearifan lokal Bali, sehingga tetap selaras dengan karakter budaya masyarakat setempat.
Proyek ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada Maret 2027.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menegaskan bahwa optimalisasi aset pemerintah untuk pembangunan hunian masyarakat berpenghasilan rendah merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan krama Bali, khususnya di wilayah perkotaan yang terus berkembang. (kbs)

