BerandaDaerahBertemu Dubes AS, Gubernur Koster Tegaskan Arah Baru Pariwisata Bali yang Bermartabat

Bertemu Dubes AS, Gubernur Koster Tegaskan Arah Baru Pariwisata Bali yang Bermartabat

Bangun Pariwisata Berkualitas, Bermartabat, dan Memberikan Kontribusi Nyata Bagi Pemerintah dan Masyarakat Bali

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima kunjungan resmi Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter Mark Haymond, di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (24/2/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima kunjungan resmi Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter Mark Haymond, di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (24/2/2026). Pertemuan tersebut menandai penguatan hubungan bilateral, sekaligus membahas isu strategis terkait pariwisata dan keamanan warga negara.

Dalam kesempatan itu, Dubes Haymond menyampaikan rencana pembukaan kantor konsulat Amerika Serikat di Bali. Langkah ini bertujuan meningkatkan pelayanan bagi warga negara Amerika yang berada di Pulau Dewata, baik wisatawan maupun ekspatriat.

Ia mengungkapkan, sekitar 270 ribu warga Amerika tercatat berkunjung ke Bali sepanjang tahun lalu. Bahkan, sekitar 80 persen wisatawan Amerika yang datang ke Indonesia memilih Bali sebagai destinasi utama. Untuk menunjang pelayanan, pihaknya juga menyiapkan tambahan personel, termasuk untuk penanganan kasus darurat seperti kecelakaan yang melibatkan warga negaranya.

Dubes Haymond menegaskan mayoritas warga Amerika yang berkunjung merupakan wisatawan yang patuh hukum dan berkualitas. Namun ia juga menyoroti ancaman global berupa kejahatan penipuan (scam) yang marak terjadi di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Thailand, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Kerugian akibat scam yang dialami warga Amerika tahun lalu bahkan mencapai 10 miliar dolar AS.

Menurutnya, Indonesia pun menghadapi potensi ancaman serupa. Karena itu, Pemerintah Amerika Serikat terus memperkuat kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia, khususnya dalam upaya pencegahan dan penindakan kejahatan lintas negara di kawasan destinasi wisata.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen kerja sama dari Pemerintah Amerika Serikat. Ia menilai peningkatan kunjungan wisatawan Amerika — yang pada 2025 menempati peringkat ketujuh terbanyak ke Bali — mencerminkan hubungan yang semakin erat antara kedua negara.

“Sebagai Gubernur, saya berkepentingan menjaga hubungan baik ini demi kepentingan rakyat Bali,” ujarnya.

Koster memaparkan, Bali merupakan pulau kecil dengan luas sekitar 0,1 persen dari total wilayah Indonesia dan jumlah penduduk sekitar 4,4 juta jiwa. Meski demikian, Bali memiliki kekuatan budaya yang unik dan kokoh, tumbuh di lebih dari 1.500 desa adat. Tradisi, kearifan lokal, dan ritual keagamaan menjadi fondasi utama daya tarik Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Pada 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 7,1 juta orang — tertinggi sepanjang sejarah pariwisata daerah tersebut. Sektor ini menopang sekitar 66 persen perekonomian Bali. Setelah sempat terkontraksi minus 9,3 persen saat pandemi Covid-19, kini ekonomi Bali bangkit dengan pertumbuhan mencapai 5,82 persen, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan berada di peringkat kelima nasional.

Pendapatan per kapita Bali tercatat Rp72,66 juta dengan tingkat kemiskinan 1,45 persen, termasuk yang terendah di Indonesia.

Meski mencatatkan capaian positif, Gubernur Koster mengakui Bali juga menghadapi sejumlah tantangan sebagai destinasi global, mulai dari persoalan sampah, kemacetan, keamanan, wisatawan asing bermasalah, hingga kasus narkotika, prostitusi, serta alih fungsi dan kepemilikan lahan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali tengah menjalankan arah pembangunan jangka panjang 100 tahun ke depan dengan kebudayaan sebagai fondasi utama, termasuk penguatan peran desa adat. Pemprov juga mengembangkan pengolahan sampah berbasis energi listrik, membangun infrastruktur besar untuk mengurai kemacetan, serta merancang transportasi modern yang ramah lingkungan.

Selain itu, regulasi pariwisata berkualitas terus disiapkan guna mengendalikan jumlah wisatawan dan memastikan yang datang adalah wisatawan yang menghormati budaya Bali. Kebijakan pungutan wisatawan asing sebesar Rp150 ribu per kunjungan juga diterapkan sebagai kontribusi langsung bagi pelestarian alam dan budaya.

“Ke depan, pariwisata Bali akan kami tata dengan arah yang semakin kuat agar dijalankan secara berkualitas, bermartabat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah dan masyarakat Bali,” tegas Koster. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini