Foto: Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Bali, Tutik Kusuma Wardhani, menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar (BPOM Denpasar) menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Pangan Aman, Sabtu (14/2/2026) di eks gedung SLB Denpasar.
Denpasar, KabarBaliSatu
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, upaya memastikan keamanan pangan kembali diperkuat di Kota Denpasar. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat Daerah Pemilihan Bali, Tutik Kusuma Wardhani, menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Pangan Aman, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini dipusatkan di eks gedung SLB Denpasar dan diikuti ratusan warga.
Momentum ini dinilai strategis, mengingat Ramadan kerap menjadi musim meningkatnya aktivitas penjualan makanan dan minuman, khususnya takjil. Di tengah geliat ekonomi tersebut, aspek keamanan dan kesehatan pangan menjadi hal krusial yang tak boleh diabaikan.
Dalam paparannya, Tutik—yang akrab disapa Bunda Tutik—menekankan pentingnya pemahaman masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku UMKM, dalam memilih serta memproduksi makanan yang aman. Menurutnya, pangan yang sehat bukan hanya menunjang kelancaran ibadah puasa, tetapi juga menjadi fondasi terciptanya keluarga dan masyarakat yang produktif.
“Tujuan saya ke sini adalah memberikan sosialisasi tentang keamanan pangan. Apalagi menjelang puasa, ibu-ibu perlu tahu bagaimana menyajikan makanan yang benar-benar aman untuk keluarga. Kalau makanannya aman, obat yang dikonsumsi juga aman, tentu kita bisa hidup lebih sehat,” ujar Tutik di hadapan peserta.
Ia menambahkan, pola hidup sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga. Produktivitas, kata Tutik, bukan sekadar bekerja, tetapi juga mengisi waktu dengan aktivitas positif yang mendukung kesehatan fisik dan mental. “Kita bangun keluarga sehat terlebih dahulu, lalu nilai-nilai itu kita sebarkan ke masyarakat secara luas,” tegas srikandi Partai Demokrat ini.
Kepada para ibu yang akan menjalani Ramadan, Tutik juga mengingatkan agar tidak tergoda menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam pengolahan makanan. “Apa pun alasannya, bahan berbahaya jangan sekali-kali dicampurkan ke dalam makanan,” pesannya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar POM di Denpasar, Made Ery Bahari Hantana, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan dan edukasi BPOM kepada masyarakat. Kolaborasi dengan Anggota Komisi IX DPR RI dinilai efektif untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat akar rumput.
“Tujuan utama kami adalah mengedukasi masyarakat agar terjadi perubahan perilaku. Meski setiap tahun ada perbaikan, masih ditemukan pelanggaran terkait obat dan makanan. Karena itu, edukasi dan pendampingan kepada UMKM serta pelaku usaha harus terus dilakukan,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa atau yang populer dikenal Cek KLIK sebelum membeli produk. Di sisi lain, BPOM terus melakukan pembinaan kepada produsen, distributor, hingga pengecer melalui pendampingan dan inspeksi rutin.
“BPOM mengedepankan pembinaan. Namun, jika ditemukan pelanggaran serius, tentu ada konsekuensi hukum, mulai dari peringatan hingga penindakan,” tandasnya.
Sementara itu, Ni Putu Ekayani dari Tim KIE dan Sertifikasi BPOM Denpasar, menjelaskan dengan detail bagaimana mengenali pangan yang aman dari tiga bahaya besar: biologis, kimia, dan fisik. Ia mengajak warga untuk tak hanya melihat rasa dan warna, tapi memahami risiko yang tak kasat mata, seperti kandungan boraks, formalin dan bahan berbahaya lainnya. Penting juga menghindari membeli makanan kemasan dari kertas koran, atau makanan yang terkontaminasi benda asing.
Diskusi hangat pun mengalir. Warga bertanya, berbagi pengalaman, bahkan mengungkap kekhawatiran mereka. Suasana penuh antusiasme menjadi bukti: edukasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan kebutuhan mendesak yang telah lama dinanti.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Kota Denpasar terhadap pentingnya obat dan pangan aman semakin meningkat, sehingga kesehatan publik tetap terjaga di tengah semaraknya aktivitas ekonomi selama Ramadan. (kbs)

