Foto: Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna.
Denpasar, KabarBaliSatu
Pasca resmi dilantik oleh Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep pada Sabtu, 24 Januari 2026, denyut semangat perjuangan langsung terasa di tubuh PSI Kota Denpasar. Para pengurus dan kader merapatkan barisan, menata langkah, dan meneguhkan tekad untuk hadir lebih dekat, lebih nyata, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat Ibu Kota Bali.
Bagi PSI Denpasar, pelantikan bukanlah garis akhir seremoni politik, melainkan titik awal pengabdian. Seluruh kader diinstruksikan untuk terus turun ke masyarakat, menyapa warga, mendengar persoalan, serta menghadirkan solusi konkret yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya.
“Kami PSI Denpasar mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan pesan dari Ketua Umum Kaesang Pangarep agar selalu bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna, saat dihubungi Senin, 26 Januari 2026.
Politisi muda yang akrab disapa Bro Oka itu menegaskan, arah gerak PSI Denpasar ke depan bertumpu pada kerja-kerja nyata, bukan sekadar wacana. Menurutnya, kehadiran partai politik harus terasa dalam kehidupan sehari-hari warga, terutama di tengah berbagai dinamika dan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat perkotaan.
Dalam menapaki langkah tersebut, PSI Denpasar mengedepankan nilai kearifan lokal Bali, yakni semangat menyame braya—sebuah filosofi tentang persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong yang telah hidup berabad-abad di Pulau Dewata.
“Di tengah berbagai dinamika dan realitas persoalan di masyarakat, sangat baik jika kita secara bersama-sama berkolaborasi, bergotong royong untuk menyelesaikannya,” tutur Bro Oka.
Sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar dari PSI, Bro Oka mengingatkan bahwa menyame braya bukan sekadar jargon budaya, melainkan warisan adiluhung para leluhur Bali yang telah terbukti menjaga harmoni sosial. Nilai inilah yang, menurutnya, harus diimplementasikan dalam perjuangan politik modern—politik yang membumi, merangkul, dan melayani.
“Semangat menyame braya merupakan warisan dari para penglingsir kita dalam menggerakkan tradisi adat dan budaya di Bali. Karena itu, filosofi ini wajib dikedepankan sebagai pijakan dalam memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semangat persaudaraan dan kolaborasi sebagai kompas, PSI Denpasar menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bekerja bagi warga. Di jalan-jalan kota, di tengah denyut kehidupan masyarakat Denpasar, PSI ingin membuktikan bahwa politik bisa hangat, dekat, dan membawa harapan nyata. (kbs)

